Ang Rijal Anas

Mahasiswa Sejarah Islam dan Founder Komunitas Mbojo Itoe Boekoe

Sampul Belakang Kemerdekaan: Mural, Billboard, dan Masyarakat Adat

Lagi-lagi negara tampil sebagai pengendali kebebasan. Hari-hari ini, beredar berita tentang aparat kepolisian menghapus mural di sejumlah titik yang bernada kritik kepada pemerintah. Hal ini menjadi indikasi bahwa sebuah rezim yang sedang berkuasa, entah itu di pusat dan daerah sebenarnya sama-sama antikritik.Laku-laku ala Orde Baru sebenarnya masih tertanam kuat dalam diri pemimpin kita. Tak peduli …

Sampul Belakang Kemerdekaan: Mural, Billboard, dan Masyarakat Adat Selengkapnya »

Semua “Kuda” Kita Sudah Tuli

Tepat dua puluh lima tahun yang lalu, di jalan Diponegoro, Jakarta. Terjadi kerusuhan berdarah antara: Kubu Soerjadi dan kubu Megawati Soekarnoputri. Dalam upaya menguasai saham terbesar Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Belakangan, setelah dipegang oleh Megawati, partai ini berusaha tampil impresif dengan menambah kata “perjuangan” di belakang nama sebelumnya, kini menjadi: PDI-Perjuangan dengan lambang banteng bermoncong …

Semua “Kuda” Kita Sudah Tuli Selengkapnya »

Mengapa Khalifah Utsman bin Affan Dituduh Nepotis?

Dulu sejak zaman-zaman sekolah menengah, saat pelajaran Sejarah Islam jika membahas Khalifah Utsman bin Affan kita selalu mengidentikannya sebagai seorang yang nepotis. Karena bacaan belum banyak, pikiran yang belum kritis serta rasa sungkan dan malu untuk bertanya kepada guru, maka penjelasan guru yang menyatakan Khalifah Utsman nepotis itu pun kita telan mentah-mentah. Akhirnya berimplikasi pada …

Mengapa Khalifah Utsman bin Affan Dituduh Nepotis? Selengkapnya »

Bumi Juga Bernyawa dan Bertuhan

Di tengah hiruk pikuk pandemi Covid-19 yang membuat prahara di dunia. Bulan April lalu seluruh dunia merayakan Hari Bumi (dalam tulisan ini, bumi bisa juga diartikan dengan alam, hutan, tanah, dan pohon-pohon). Entah ulang tahunnya yang keberapa. Intinya, saat ini semua mendoakan bumi terbebas dari pandemi dan “sembuh” kembali.Jika kita lihat bumi ini seperti sebuah …

Bumi Juga Bernyawa dan Bertuhan Selengkapnya »

Pram, Sejarah, dan Perlawanan Sastra

Berbicara tentang sosok dan karya Pramoedya Ananta Toer (selanjutnya Pram) tidak bisa terlepas dari relasi sastra, sejarah dan politik. Hubungan tiga entitas keilmuan ini dalam perkembangannya memang cukup dinamis. Ada kalanya harmonis juga tak jarang ada riak-riak kecil dalam beberapa polemik yang ada. Terutama, ketika campur tangan politik (kekuasaan) mendominasi relasi itu.Dalam sejarah perkembangan sastra …

Pram, Sejarah, dan Perlawanan Sastra Selengkapnya »

De Oots dan Nasib Film Sejarah

Melihat sejarah kadang menjadi tabu dan membingungkan. Jika tidak ada kearifan dalam memahami dan menerima hasil dari tragedi sejarah yang panjang, hal itu amat pasti dirasakan penikmat sejarah. Benturan narasi, silang pendapat hingga debat siapa yang benar-salah, kuat-lemah hingga siapa yang berhak menarasikan dan menafsirkan sejarah sangat ramai dewasa ini.Termasuk dalam Film De Oots yang …

De Oots dan Nasib Film Sejarah Selengkapnya »

Power is Knowledge

Kekuatan adalah pengetahuan, begitu kira-kira terjemahan bebasnya. Atau, saya tekankan saja di sini untuk tidak bertele-tele. Bahwa kita sedang berada dalam keadaan yang lebih gawat-darurat “kekuatan menentukan pengetahuan”.Bah pasien, gejala awalnya hanya yang ringan-ringan saja. Seperti, hadirnya BPIP. Untuk membawanya ke rumah sakit terlalu jauh, dan belum memerlukan pemeriksaan intensif, cukup dengan obat apotek samping …

Power is Knowledge Selengkapnya »

Oksigen Baru untuk Pancasila

Belum sepekan, Hari Pancasila kita peringati. Seperti biasa, media sosial dipenuhi twibbon dan doa-doa untuk kebaikan Pancasila. Selain itu, ada beberapa pihak yang terus mengeksploitasi isu kelahiran Pancasila. 1 Juni, 22 Juni atau 18 Agustus. Siklus selalu berulang dan setiap tahun begitu.Di samping harapan, tentu saja ada ratapan. Harian Kompas, edisi (31/5/2021) memuat berita yang …

Oksigen Baru untuk Pancasila Selengkapnya »

Membaca Kans Bang Zul dan Tradisi Capres Tokoh NTB

Beberapa hari yang lalu, dari seorang teman saya melihat sebuah pamflet menarik. Pamflet dengan dominasi warna merah tersebut menampilkan dua orang tokoh sebagai ‘calon presiden’ 2024 itu, lengkap dengan profil mentereng hasil godokan kampus yang pasti terakreditasi A.Keduanya saling berjabat tangan, ingin meyakinkan publik bahwa mereka sehati, seide dan seperjuangan. Jelas saja, dalam profil singkat …

Membaca Kans Bang Zul dan Tradisi Capres Tokoh NTB Selengkapnya »

Hari Buku dan Radhar Panca Dahana

Selalu ada ‘tragedi’ dan kesedihan di belakang perayaan. Ia tak benar-benar murni sebuah kesenangan. Akhirnya, menjadi momen, dibuat monumen hingga diperingati berdarah-darah.“Seremoni selalu ada, tapi ‘tragedi’ tetap abadi,” kira-kira begitu menggambarkan situasi ini.Perayaan hari buku juga begitu, diperingati atas ‘tragedi’ kematian penulis Spanyol yang terkenal: Miguel de Cervantes. Begitu juga perayaan lain: Valentine, Natal hingga …

Hari Buku dan Radhar Panca Dahana Selengkapnya »