Ang Rijal Anas

Alumni Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Founder Komunitas Mbojo Itoe Boekoe

Keturunan Arab, Ekonomi, dan Politik Liberal: Meneroka Situasi di Bima-Dompu

Angin reformasi 1998 di Indonesia memang membawa dampak signifikan bagi perubahan politik di Indonesia. Walaupun sekarang, hampir tiga dekade, situasi sebelum reformasi kembali menguat seiring dengan konsolidasi militerisme dan resentralisasi kekuasaan yang terus terjadi. Di sisi ini, membuat khawatir sebagian kalangan karena apa yang dicita-citakan oleh reformasi gagal menciptakan demokrasi yang berkualitas dan substantif.Pada bagian

Keturunan Arab, Ekonomi, dan Politik Liberal: Meneroka Situasi di Bima-Dompu Read More »

Tionghoa (Muslim) di Bima: Imlek Tetap, Sholat Juga

Perihal identitas, sering kali tidaklah tunggal. Tidak pernah bisa kita mengafiliasi identitas seseorang dengan afiliasi tertentu. Begitu juga faktor yang membentuk identitas itu. Beragam, kompleks, dinamis, dan sering kali merupakan gabungan antar beberapa entitas yang mengonstruksinya menjadi mapan.Salah satu etnis di Bima ialah tionghoa. Sejak kapan persisnya etnis ini datang dan hidup di Bima tidak

Tionghoa (Muslim) di Bima: Imlek Tetap, Sholat Juga Read More »

Donggo Pasca Setengah Abad

Politik dan militerisme di negeri ini memang sebuah anomali. Kerap disatukan, juga tidak sedikit yang menentangnya. Bagi kaum demokrat, intervensi militer ke dalam ruang demokrasi dan publik adalah sebuah keharaman. Namun, fakta di negeri ini, militer kerap kali memperoleh kemenangan dalam setiap perhelatan politik melalui mekanisme demokrasi. Persoalannya kritisnya sekarang, sejauh mana peran militer dalam

Donggo Pasca Setengah Abad Read More »

Sisi Lain Dekolonisasi

Wacana dekolonisasi pengetahuan merupakan wacana yang terus berkelindan dalam jagat pengetahuan dunia. Dekolonisasi pengetahuan ialah upaya untuk melepaskan pengetahuan-pengetahuan kolonial yang menghegemoni pemikiran manusia dari negara bekas jajahan. Oleh karena itu, dalam upaya keluar dari labirin kolonialisme pengetahuan itu diajukanlah sebuah counter narasi epistemik dalam bentuk dekolonisasi pengetahuan.Dalam upaya tersebut, geliat masyarakat kontemporer yang kian

Sisi Lain Dekolonisasi Read More »

Kekerasan di Pesantren: Surplus Kuasa?

DUNIA pendidikan Islam di Indonesia memang merupakan sebuah institusi pendidikan yang berdiri sebelum Indonesia merdeka. Sebagai sebuah institusi, beragam corak, warna, dan karakter dibentuk untuk memenuhi nilai pendidikannya, tak terkecuali pesantren. Sebagai salah satu institusi pendidikan dan sosial, pesantren memiliki corak tersendiri dari kelompok masyarakat tempat pesantren itu berdiri.Oleh sebab itu, tidak mengherankan Abdurrahman Wahid

Kekerasan di Pesantren: Surplus Kuasa? Read More »

Tradisi Islam dan Modernisme di Sumbawa Barat

Tradisi Islam di Indonesia memang sangat kaya. Irisan-irisan dalam budaya masyarakat Nusantara banyak memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai Islam, seolah keduanya saling terkait membentuk satu budaya baru. Hal ini membentuk Islam Indonesia yang berwarna, beragam, atau multukultural seperti yang disebut smiling and colorful Islam – meminjam istilah Azyumardi Azra – untuk menggambarkan citra Islam Indonesia.Panggung tradisi

Tradisi Islam dan Modernisme di Sumbawa Barat Read More »

Mengapa Nahdlatul Wathan tidak Berkembang di Bima?

Dalam beberapa perkenalan dengan orang, kalau saya menyebut berasal dari Nusa Tenggara Barat selalu ditanya, apakah saya sebagai anggota Nahdlatul Wathan (NW). Atau minimal terafiliasi dengan NW yang memang dikenal sebagai  salah satu organisasi keagamaan di Nusa Tenggara Barat. Tentu saja, tentang tokohnya TGB. Zainul Majdi atau yang biasa disapa Tuan Guru Bajang.Keterkenalan NW sebagai

Mengapa Nahdlatul Wathan tidak Berkembang di Bima? Read More »

Bima, Tradisi Ilmiah, dan Ruang Kebudayaan

PERDEBATAN perihal kebudayaan lokal di Indonesia kian hari semakin mengemuka ke publik. Hal ini ditandai dengan kembalinya tren hari ini untuk membaca kembali buku-buku lama yang ditulis oleh pengarang-pengarang seperti Tan Malaka. Selain itu, di dunia akademis, tren kajian-kajian berdasarkan manuskrip kuno Nusantara kembali menjadi kajian utama para sarjana. Secara antropologis, gejala ini tidak hadir

Bima, Tradisi Ilmiah, dan Ruang Kebudayaan Read More »

Demokrasi Kosmopolit dan Dunia Tanpa Batas?

Migrasi penduduk Maroko ke benua Eropa memang bukan kali pertama. Menurut Moha Ennaji dalam bukunya Maroccan Migration History: Origins and Causes (2014) menyebut hampir tiga ratus ribu warga Maroko memperoleh kewargaanegaraan di Eropa selama dekade 1990-1999. Angka ini bertambah pada tahun 2000-an menjadi 1,2 juta orang Maroko menerima kewarganegaraan yang tersebar di lima belas negara

Demokrasi Kosmopolit dan Dunia Tanpa Batas? Read More »

Oha Mina, Religiusitas, dan Representasi Manusia dalam Masyarakat Bima

Elizabeth Gilbert dalam bukunya Eat, Pray, Love (2006) melakukan perjalanan di tiga negara Italia, India, dan Indonesia sebagai usaha penyembuhan atas depresi yang dialaminya dalam hidup. Eat, yang bisa dimaknai sebagai makanan, kesenangan dunia, dan gemerlap mode pakaian ia temukan di Italia. Di India, penulis Amerika tersebut, menyelami kedalaman spiritual. Terakhir, di Indonesia, ia menemukan

Oha Mina, Religiusitas, dan Representasi Manusia dalam Masyarakat Bima Read More »