Wangsyah

Mahasiswa Studi Agama-agama, Eksponen Kalikuma Mataram: Penyuka Musik dan Buku

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (4-Habis)

Belajar Dari Para Pemeluk Pohon di IndiaBeberapa dekade terakhir, koalisi perempuan di India telah membangun strategi-strategi untuk mempertahankan hidup dan perjuangan melawan ancaman terhadap anak-anak mereka yang diakibatkan oleh ancaman dari kerusakan lingkungan. Salah satunya adalah Gerakan Chipko pada awal 1970-an di Perbukitan Garhwal, India untuk melindungi pohon-pohon agar tidak ditebang—yang dikenal dalam bahasa Indonesia …

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (4-Habis) Selengkapnya »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (3)

Kerusakan Ekologis dan Kesengsaraan Perempuan Bima: Sampah Individu atau “Sampah Masyarakat”?Sejauh ini kita telah menyaksikan dampak-dampak ekologis dari strategi mengejar pembangunan bagi negara-negara berkembang. Gerakan ekologi yang menjadi bagian terbesar dari gerakan perempuan kemudian melahirkan apa yang kita kenal sekarang sebagai konsep ekofeminisme. Dalam ketertindasan mereka, kaum feminis mengajukan pernyataan sikap dengan tegas:“Kami tidak bertanggung …

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (3) Selengkapnya »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (2)

Bapakku Seorang FeminisPerempuan dalam tradisi ketimuran memang cenderung dinilai dari kecakapan mereka saat berada di dapur. Menjadi istri di Bima, Indonesia Timur, berarti sekaligus menjadi pembantu. Situasi dan keadaan ini telah saya saksikan sejak kecil, khususnya dalam rumah tangga paman dan bibi saya sendiri. Misalnya ketika masuk jam makan pada waktu pagi, atau menjelang sore, …

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (2) Selengkapnya »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (1)

Kita melihat bahwa kehidupan ini amatlah indah di luar. Pun sebenarnya juga amatlah hancur di dalamnya. Dunia dalam perkembangan, kemajuan dan dengan segala kecanggihannya memang selalu dipoles dengan keindahan yang semu, bagai bangunan tua yang terbungkus oleh warna-warni dengan segala pernak-perniknya. Kerlap-kerlip lampu hias sepanjang jalan yang memperindah kota di malam hari dan gedung-gedung tinggi …

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (1) Selengkapnya »

Menata Masjid, Merenda Peradaban

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada-Nya dan hari kemudian..”At-Taubah: 18 Dalam sejarah Islam, tepatnya pada era Nabi Muhammad dan para sahabat setelahnya, masjid memainkan peran yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya peradaban Islam. Hampir semua aktivitas yang berkaitan dengan tata kelola keagamaan dan kepemerintahan diperbincangkan di masjid. Sehingga ruang masjid merupakan titik …

Menata Masjid, Merenda Peradaban Selengkapnya »

Kegenitan dan Gosip Komunal: Duka-Duka Kemanusiaan Kita

Bagi sebagian orang dengan kebiasaan berpergian, bertemu di beberapa tempat yang tidak direncanakan kerap kali terjadi. Semacam siklus, yang di dalamnya terdapat rangkaian kejadian berulang-ulang secara tetap dan teratur. Itulah pengalaman yang sering saya rasakan saat beberapa kali berjumpa dengan beberapa kenalan.Suatu waktu saat menghadiri resepsi pernikahan salah seorang kerabat. Saya berjumpa dengan salah seorang …

Kegenitan dan Gosip Komunal: Duka-Duka Kemanusiaan Kita Selengkapnya »

Pancasila Sebagai Civil Religion: Paradigma Alternatif Menuju Indonesia Harmoni (2)

Dalam kesempatan beberapa bulan yang lalu, kita telah membahas empat model relasi agama dan negara dari pemikiran Wogman, dan pada bagian ke dua ini kita akan masih mengulas kembali satu model relasi agama dan negara dalam pemikiran Robert N. Bellah, yakni agama sipil (civil religion). Jika pada pembahasan sebelumnya kita menemukan keselarasan antara konsep civil …

Pancasila Sebagai Civil Religion: Paradigma Alternatif Menuju Indonesia Harmoni (2) Selengkapnya »

Sosiologi Kopi: Memaknai Ngopi dan Kesetaraan

TULISAN ini pada dasarnya terilhami dari pertanyaan salah satu mahasiswa sosiologi agama akhir semester. Dalam suasana tenang mahasiswa itu bertanya,”kira-kira judul riset untuk skripsi yang bagus buat saya menurut abang, apa bang?” Tanya nya!Karena berhubung malam itu kami sedang duduk di salah satu kedai kopi, yeah sudah muncul lah ide untuk membincangi fenomena ngopi dengan …

Sosiologi Kopi: Memaknai Ngopi dan Kesetaraan Selengkapnya »

Pancasila Sebagai Civil Religious: Paradigma Alternatif Menuju Indonesia Harmoni (1)

INDONESIA merupakan salah satu negara paling majemuk di dunia—dengan jumlah penduduk kurang lebih 200 juta jiwa, 1.300 suku, 300 etnis dan 250 bahasa serta beragamnya agama yang dianut. Keadaan yang pluralistik tersebut menimbulkan dilematis bagi negara dalam mengatur keseimbangan kehidupan berdemokrasi, sehingga meniscayakan adanya semacam reinterpretasi dan reorientasi untuk memposisikan agama dan negara dalam relasi …

Pancasila Sebagai Civil Religious: Paradigma Alternatif Menuju Indonesia Harmoni (1) Selengkapnya »

Matinya Imajinasi dalam Beragama

HAMPIR kebanyakan orang memahami bahwa agama sebagai aturan yang mengatur kehidupan manusia dengan seperangkat hukum yang tertuang di dalam teks-teks kitab suci atau sabda Nabi. Teks-teks keagamaan tersebut kemudian ditafsirkan oleh pihak-pihak yang dianggap memiliki otoritas keagamaan dan kapasitas keilmuan dari berbagai disiplin.Pembacaan dan penafsiran terhadap teks-teks keagamaan pun kemudian melahirkan berbagai macam hukum yang …

Matinya Imajinasi dalam Beragama Selengkapnya »