Parange Anaranggana

Pendiri Komunitas Mbojo Matunti, penulis novel Cinta Tak Terlerai dan Mbojo Mambure. Beberapa Pentigraf dan Putibanya termuat dalam Kitab Pentigraf 4: Dongeng tentang Hutan dan Negeri Hijau, Kitab Pentigraf Edisi Khusus: Sepersejuta Milimeter dari Corona, dan Kitab Puisi Tiga Bait tentang Corona: Hari Hari Huru Hara.

Memanen di Celah Musim

KUPANDANG lahan tandus di hadapanku. Kering kerontang sebagaimana perasaanku yang meradang saat dihina dan dikatakan gila atas keinginanku menghijaukan lahan non-produktif yang baru suamiku beli dengan harga murah. “Tanah ini seperti tanah terkutuk, tidak mungkin tumbuh dengan baik apa yang ditanam, seolah langit menyerap kembali air hujan yang terlanjur jatuh di tanah ini, hanya orang gila …

Memanen di Celah Musim Selengkapnya »

Mata Air Air Mata (2)

Abym menunjukan saya ajakan fundraising di akun media sosialnya. Katanya modal itu yang akan dijadikan biaya pengadaan sumber air bersih bagi warga. Beberapa orang telah menghubungi dan menyatakan kesiapannya membantu. Bahkan sudah ada yang transfer dananya. Pemuda-pemuda kampung yang masih jernih pikirannya siap menyumbang tenaganya.Ternyata orang baik belum punah. Hanya butuh mengetuk pintu; rumah dan …

Mata Air Air Mata (2) Selengkapnya »

Mata Air Air Mata (1)

ABYM menangis di pinggir sungai yang kehilangan mata airnya. Saya menemukannya duduk di bongkahan batu yang biasa saya duduki. Dulu, di sana tempat duduk ternyaman bagi saya bersama teman-teman masa kecil sebelum mandi dan bermain simi mbora. Tidak jarang sehabis mandi kami menyusuri sungai mencari buah mangga dan jambu batu. Setelah terkumpul, baru kami kembali …

Mata Air Air Mata (1) Selengkapnya »

Tayamum

KEMARAU menerobos gerbang mayapada, merekah seluruh tanah yang kupijak, orang kampung mengalami kelangkaan air, aku datang memenuhi permintaan Maci bertemu dengan keluarga besarnya. Perasaanku sudah tidak enak begitu Pak Wila yang berkopiah hitam melototi dan mengacuhkanku sesaat setelah takzim padanya. Ayah Maci yang sudah berumur setengah abad tersebut tidak merestui hubunganku dengan Maci. Dengan tercekak …

Tayamum Selengkapnya »