OPINI

Seni dan Sastra: Modal Gerakan Perubahan (2-Habis)

Kerendahan hati dan peneguhan sikap merupakan landasan jiwa sastrawan. Putu Wijaya menguatkan itu dalam pengantarnya. Maka sungguh keterlaluan jika sekolah dan kampus menanamkan banyak training motivasi tanpa percaya bahwa seni dan sastra lebih punya kekuatan yang unggul dalam memotivasi.  Ketika sekolah dan kampus kehilangan kekuatan dalam memberi inspirasi maka perannya digantikan oleh dogma, doktrin, dan …

Seni dan Sastra: Modal Gerakan Perubahan (2-Habis) Selengkapnya »

Seni dan Sastra: Modal Gerakan Perubahan (1)

Idza qallal ma’ruf sharamunkaran waidza sya’al munkaru shara ma’rufan(apabila ma’ruf telah kurang diamalkan maka dia menjadi munkar dan apabila munkar telah tersebar maka dia menjadi ma’ruf)Bukan karena perjuanganlah kita menjadi seniman, tetapi karena kita seniman maka kita menjadi pejuang. Kalau seni yang indah tidak mengungkapkan gagasan moral, gagasan yang menyatukan orang, itu bukanlah seni, hanya …

Seni dan Sastra: Modal Gerakan Perubahan (1) Selengkapnya »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (4-Habis)

Belajar Dari Para Pemeluk Pohon di IndiaBeberapa dekade terakhir, koalisi perempuan di India telah membangun strategi-strategi untuk mempertahankan hidup dan perjuangan melawan ancaman terhadap anak-anak mereka yang diakibatkan oleh ancaman dari kerusakan lingkungan. Salah satunya adalah Gerakan Chipko pada awal 1970-an di Perbukitan Garhwal, India untuk melindungi pohon-pohon agar tidak ditebang—yang dikenal dalam bahasa Indonesia …

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (4-Habis) Selengkapnya »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (3)

Kerusakan Ekologis dan Kesengsaraan Perempuan Bima: Sampah Individu atau “Sampah Masyarakat”?Sejauh ini kita telah menyaksikan dampak-dampak ekologis dari strategi mengejar pembangunan bagi negara-negara berkembang. Gerakan ekologi yang menjadi bagian terbesar dari gerakan perempuan kemudian melahirkan apa yang kita kenal sekarang sebagai konsep ekofeminisme. Dalam ketertindasan mereka, kaum feminis mengajukan pernyataan sikap dengan tegas:“Kami tidak bertanggung …

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (3) Selengkapnya »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (2)

Bapakku Seorang FeminisPerempuan dalam tradisi ketimuran memang cenderung dinilai dari kecakapan mereka saat berada di dapur. Menjadi istri di Bima, Indonesia Timur, berarti sekaligus menjadi pembantu. Situasi dan keadaan ini telah saya saksikan sejak kecil, khususnya dalam rumah tangga paman dan bibi saya sendiri. Misalnya ketika masuk jam makan pada waktu pagi, atau menjelang sore, …

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (2) Selengkapnya »

Puisi Bukan Sekadar Kata-Kata

Puisi tak sekadar teks dan kumpulan pilihan kata. Bila padanya diberi konteks, puisi dapat bertransformasi menjadi “senjata” tak lagi sekedar kata. Jika saja teks dan konteks diberi imaji dan spritualitas, puisi dapat diubah menjadi spirit perubahan, perlawanan, pergerakan, romantisme, meditasi, dan introspeksi diri. Puisi juga mengajak kita untuk menertawakan diri kita sendiri terhadap apa yang …

Puisi Bukan Sekadar Kata-Kata Selengkapnya »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (1)

Kita melihat bahwa kehidupan ini amatlah indah di luar. Pun sebenarnya juga amatlah hancur di dalamnya. Dunia dalam perkembangan, kemajuan dan dengan segala kecanggihannya memang selalu dipoles dengan keindahan yang semu, bagai bangunan tua yang terbungkus oleh warna-warni dengan segala pernak-perniknya. Kerlap-kerlip lampu hias sepanjang jalan yang memperindah kota di malam hari dan gedung-gedung tinggi …

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (1) Selengkapnya »

Menata Masjid, Merenda Peradaban

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada-Nya dan hari kemudian..”At-Taubah: 18 Dalam sejarah Islam, tepatnya pada era Nabi Muhammad dan para sahabat setelahnya, masjid memainkan peran yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya peradaban Islam. Hampir semua aktivitas yang berkaitan dengan tata kelola keagamaan dan kepemerintahan diperbincangkan di masjid. Sehingga ruang masjid merupakan titik …

Menata Masjid, Merenda Peradaban Selengkapnya »

Anarkisme: Sebuah Manifestasi Pikiran “Melawan” Negara

Di antara sebagian besar dari kita mungkin pernah semata-mata menyimpulkan bahwa demonstrasi yang menggelambir di jalanan yang merupakan bentuk reaksi penolakan terhadap kebijakan publik yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan sebutan tindakan anarkis? Ataukah hanya sebagai salah satu bentuk ekspresi spontan karena merasa hak konstitusionalnya dilanggar? Perlu diketahui lebih lanjut mengenai dasar ideologi penolakan ini “dalam …

Anarkisme: Sebuah Manifestasi Pikiran “Melawan” Negara Selengkapnya »

Menyoal Legalitas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pegawai KPK

Demokrasi adalah model politis yang dimaksudkan untuk menghalalkan transparansi dalam setiap regulasi, baik dalam bidang hukum kaitannya dengan penyusunan undang-undang, maupun dalam kebijakan publik. Demokrasi harus dimanifestikan pada setiap spektrum kehidupan bernegara, baik kepada rakyat maupun pada pemerintah. Termasuk dalam penerbitan prosedur peralihan status Pegawai KPK di Indonesia menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan Pasal …

Menyoal Legalitas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pegawai KPK Selengkapnya »