OPINI

Keturunan Arab, Ekonomi, dan Politik Liberal: Meneroka Situasi di Bima-Dompu

Angin reformasi 1998 di Indonesia memang membawa dampak signifikan bagi perubahan politik di Indonesia. Walaupun sekarang, hampir tiga dekade, situasi sebelum reformasi kembali menguat seiring dengan konsolidasi militerisme dan resentralisasi kekuasaan yang terus terjadi. Di sisi ini, membuat khawatir sebagian kalangan karena apa yang dicita-citakan oleh reformasi gagal menciptakan demokrasi yang berkualitas dan substantif.Pada bagian

Keturunan Arab, Ekonomi, dan Politik Liberal: Meneroka Situasi di Bima-Dompu Read More »

Tionghoa (Muslim) di Bima: Imlek Tetap, Sholat Juga

Perihal identitas, sering kali tidaklah tunggal. Tidak pernah bisa kita mengafiliasi identitas seseorang dengan afiliasi tertentu. Begitu juga faktor yang membentuk identitas itu. Beragam, kompleks, dinamis, dan sering kali merupakan gabungan antar beberapa entitas yang mengonstruksinya menjadi mapan.Salah satu etnis di Bima ialah tionghoa. Sejak kapan persisnya etnis ini datang dan hidup di Bima tidak

Tionghoa (Muslim) di Bima: Imlek Tetap, Sholat Juga Read More »

Pluralisme dan Moderasi Beragama

Perbedaan adalah sebuah sunatullah, bahkan manifestasi anugerah Tuhan yang wajib diterima dan patut disyukuri, karena sejatinya tidak pernah ada satu hal, atau benda pun, dalam alam raya ini yang benar-benar sama, yang ada hanyalah mirip dan serupa. Itulah bukti maha kreatifnya sang Khalik dalam berkarya dan mencipta.Tuhan tidak pernah anti dengan perbedaan, bagaimana mungkin dia

Pluralisme dan Moderasi Beragama Read More »

Merawat Tradisi, Memeluk Kemodernan (Catatan Haul Cak Nur ke-21)

Membaca gagasan Nurcholish Madjid—yang akrab disapa Cak Nur—terutama dalam lanskap pemikiran Islam kontemporer di Indonesia, membutuhkan satu syarat mutlak: pembacaan yang jujur dan holistik. Di awal kemunculannya pada dekade 1970-an, tokoh ini harus melewati badai kesalahpahaman yang luar biasa masif. Ia dituduh sekular, dicap liberal, bahkan tidak jarang dihakimi sebagai sosok yang sesat. Fenomena penolakan

Merawat Tradisi, Memeluk Kemodernan (Catatan Haul Cak Nur ke-21) Read More »

Membaca Arah NU dalam Prisma Gus Dur

Hari ini, 26 Agustus 2026, suasana Nahdlatul Ulama mulai tertuju ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Rangkaian Muktamar ke-35 NU telah dimulai dengan registrasi peserta dan Istighotsah Kubro. Besok, 27 Agustus, Muktamar secara resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Salah satu agenda pentingnya adalah menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk

Membaca Arah NU dalam Prisma Gus Dur Read More »

Donggo Pasca Setengah Abad

Politik dan militerisme di negeri ini memang sebuah anomali. Kerap disatukan, juga tidak sedikit yang menentangnya. Bagi kaum demokrat, intervensi militer ke dalam ruang demokrasi dan publik adalah sebuah keharaman. Namun, fakta di negeri ini, militer kerap kali memperoleh kemenangan dalam setiap perhelatan politik melalui mekanisme demokrasi. Persoalannya kritisnya sekarang, sejauh mana peran militer dalam

Donggo Pasca Setengah Abad Read More »

Nurani yang Lumpuh: Ketika Manusia Kehilangan Wajah Tuhan

Ke mana pun kamu menghadap, di sana ada wajah Tuhan. Ungkapan ini merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap, di situlah wajah Allah.” Tentu, “wajah Tuhan” dalam ayat tersebut tidak dapat dipahami sebagaimana wajah manusia. Tuhan tidak menyerupai makhluk. Bahasa Al-Qur’an hadir dengan bahasa

Nurani yang Lumpuh: Ketika Manusia Kehilangan Wajah Tuhan Read More »

Sisi Lain Dekolonisasi

Wacana dekolonisasi pengetahuan merupakan wacana yang terus berkelindan dalam jagat pengetahuan dunia. Dekolonisasi pengetahuan ialah upaya untuk melepaskan pengetahuan-pengetahuan kolonial yang menghegemoni pemikiran manusia dari negara bekas jajahan. Oleh karena itu, dalam upaya keluar dari labirin kolonialisme pengetahuan itu diajukanlah sebuah counter narasi epistemik dalam bentuk dekolonisasi pengetahuan.Dalam upaya tersebut, geliat masyarakat kontemporer yang kian

Sisi Lain Dekolonisasi Read More »

Kekerasan di Pesantren: Surplus Kuasa?

DUNIA pendidikan Islam di Indonesia memang merupakan sebuah institusi pendidikan yang berdiri sebelum Indonesia merdeka. Sebagai sebuah institusi, beragam corak, warna, dan karakter dibentuk untuk memenuhi nilai pendidikannya, tak terkecuali pesantren. Sebagai salah satu institusi pendidikan dan sosial, pesantren memiliki corak tersendiri dari kelompok masyarakat tempat pesantren itu berdiri.Oleh sebab itu, tidak mengherankan Abdurrahman Wahid

Kekerasan di Pesantren: Surplus Kuasa? Read More »

Healing dan Komodifikasi Ketenangan

Oleh: Hairiza Satia (Alumnus Magister Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)SETIAP akhir pekan, jalan menuju kawasan wisata selalu dipenuhi kendaraan. Kafe-kafe yang menawarkan panorama alam penuh oleh pengunjung. Di media sosial, linimasa dihiasi foto pegunungan yang diselimuti kabut, pantai yang tenang, hamparan sawah yang menghijau, atau secangkir kopi yang disandingkan dengan kalimat sederhana, “Healing dulu,

Healing dan Komodifikasi Ketenangan Read More »