OPINI

Jalan Sunyi Membangun Pariwisata Bima yang Berakar dan Berdaya

Pariwisata Bima tidak dapat dibangun hanya dengan logika pasar atau sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Ia adalah ruang hidup yang kompleks tempat bertemunya nilai budaya, kekuatan sosial masyarakat, potensi alam, dan dinamika ekonomi lokal. Dalam konteks ini, pembangunan pariwisata di Bima harus dipahami sebagai proses sosial yang berakar pada nilai-nilai lokal sekaligus adaptif terhadap perubahan […]

Jalan Sunyi Membangun Pariwisata Bima yang Berakar dan Berdaya Read More »

Definisi dan Asal Usul Bahasa

Kridalaksana (1993: 21) dan Depdikbud (1997: 77) berpendapat Bahasa merupakan sistem bunyi yang sistematis, Arbitres (manasuka) yang digunakan untuk berkomunilkasi, berintraksi dan mengidentifikasi diri. Definisi bahasa di atas menjadi sumber hakikat sebuah bahasa yang dapat memberikan makna.Aristoteles (W. 322 SM) Mendefinisikan Bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan manusia. Definisi ini menjelaskan bahwa bahasa

Definisi dan Asal Usul Bahasa Read More »

Mengapa Manusia Sebenarnya ‘Mencari Makna’ dalam Perjalanan?

Ketika seseorang memutuskan untuk pergi berwisata entah itu ke pantai, gunung, desa wisata, atau bahkan sekadar keluar dari rutinitas kota, yang sebenarnya ia cari bukan hanya pemandangan indah atau pengalaman baru, tetapi sesuatu yang jauh lebih dalam ialah makna. Dalam pandangan ilmu pariwisata, perjalanan bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan sebuah proses sosial, psikologis, bahkan spiritual

Mengapa Manusia Sebenarnya ‘Mencari Makna’ dalam Perjalanan? Read More »

Maja Labo Dahu sebagai Fondasi Spiritualitas dalam Membangun Pariwisata Halal yang Berkarakter di Bima

Pariwisata halal dalam beberapa tahun terakhir berkembang bukan hanya sebagai tren industri, tetapi sebagai paradigma baru dalam pengelolaan destinasi yang mengintegrasikan nilai agama, budaya, dan ekonomi secara harmonis. Di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat, pengembangan pariwisata halal bahkan telah memiliki landasan regulatif yang jelas melalui kebijakan daerah yang menekankan penyediaan layanan dan fasilitas

Maja Labo Dahu sebagai Fondasi Spiritualitas dalam Membangun Pariwisata Halal yang Berkarakter di Bima Read More »

Menghidupkan Maja Labo Dahu dalam Pariwisata Kota Bima

Ketika berbicara tentang pembangunan pariwisata, yang sering muncul di benak kita adalah jalan yang mulus, hotel yang megah, atau spot foto yang “instagramable”. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun, ada satu hal yang justru sering terlupakan, padahal ia adalah ruh dari sebuah destinasi: budaya. Kota Bima adalah contoh nyata dari wilayah yang tidak hanya

Menghidupkan Maja Labo Dahu dalam Pariwisata Kota Bima Read More »

Terminologi Manusia dalam Al-Qur’an

Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi Khalifah (pengurus) di bumi sebagaimana yang tercantum dalam banyak ayat Al-Qur’an- (Al-Baqarah: 30, Al-An’anm: 165, Yunus: 14, Fathir: 39). Selain itu manusia juga dijadikan sebagai makhluk teristimwea di sisinya, dia berfirman: “Dan sungguh kami telah memuliakan anak cucu Adam (Manusia)”-(Al-Isra’:70). Tuhan juga menyebut manusia sebagai makhluk

Terminologi Manusia dalam Al-Qur’an Read More »

Moral yang Lahir dari Halaman-Halaman Fiksi

Setelah membaca beberapa Novel (tentunya tidak banyak) saya belajar banyak hal yang terkandung dalam halaman-halaman fiksi yang mendalam dan menyentuh emosional saya sebagai manusia – yang selama ini saya anggap masih nihil empati. Membaca novel bukan hanya hiburan, tetapi ia hadir dalam lembaran-lembaran yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan. Pada setiap halaman-halamanya ditunjukkan proses yang

Moral yang Lahir dari Halaman-Halaman Fiksi Read More »

Negotiating Patriarchy: Relasi Kuasa, Kekerasan Epistemik, dan Agensi Perempuan

Relasi kuasa merupakan salah satu fondasi utama yang menopang kekerasan terhadap perempuan dalam kehidupan keluarga. Kekerasan dalam konteks ini tidak selalu hadir dalam bentuk luka fisik atau agresi yang kasatmata, melainkan juga bekerja secara sunyi melalui sistem, kontrol, pembatasan, pengawasan, dan ekspektasi gender yang menekan perempuan untuk taat serta menormalisasi penderitaan mereka. Dalam bentuk ini,

Negotiating Patriarchy: Relasi Kuasa, Kekerasan Epistemik, dan Agensi Perempuan Read More »

Kapolres dan Narkoba: Siapa Yang Mengawasi “Sang Pengawas”?

*Haikal Akram (Lulusan S1 Kehutanan Universitas Mataram)Masih luar biasa bahwa kasus serupa, kasus dugaan keterlibatan Kapolres dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba, bisa terjadi beberapa kali. Kasus itu bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi adalah ironi yang menampar kesadaran publik. Di tengah gencarnya perang terhadap narkotika, di mana aparat ditempatkan sebagai penegak yang berdiri di garis

Kapolres dan Narkoba: Siapa Yang Mengawasi “Sang Pengawas”? Read More »

Di Mana Letak Budaya Mbojo Sekarang?

Ujung timur Pulau Sumbawa, terdapat dua daerah dengan kekuatan budaya yang begitu terikat dengan masyarakat sehingga disebut sebagai dana ma mbari. Kota Bima dan Kabupaten Bima hidup dalam pusaran perubahan yang begitu signifikan. Jalan aspal, jaringan internet, dan ekonomi pasar datang untuk memberi janji kemajuan.Janji-janji kemajuan ini juga membawa kegelisahan yang pelan-pelan melumatkan fondasi moral

Di Mana Letak Budaya Mbojo Sekarang? Read More »