PEREMPUAN

Autoetnografi Gender: Pengalaman Menjadi Minoritas sebagai Anak Perempuan (2)

SITUASI yang tak kalah mengerikan adalah ketika memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) — sekaligus masa puber yang mengerikan untuk dikenang—dimana suatu keadaan aku dipaksa oleh teman-teman kelas untuk berpacaran, untuk pertama kalinya. Anehnya aku tidak dapat menolak, karena sudah pasti aku akan diancam oleh mereka. Pengalaman bullying yang aku dapati dari kecil tenryata mempengaruhi …

Autoetnografi Gender: Pengalaman Menjadi Minoritas sebagai Anak Perempuan (2) Selengkapnya »

Autoetnografi Gender: Pengalaman Menjadi Minoritas sebagai Anak Perempuan (1)

Autoetnografi GenderTulisan ini merupakan sesi “curhat” (reflektif-kritis) tentang pengalaman menjadi perempuan dalam kehidupan rumah tangga pada suku Bugis-Sulawesi. Pengalaman itu, telah menghantarkan saya pada keadaan yang cukup hening, lalu dengan segenap keresahan dan kegelisahan, tulisan sederhana ini mulai saya susun sedikit demi sedikit. Dari sini juga kemudian kami paham, bahwa menulis bukan hanya persoalan tentang …

Autoetnografi Gender: Pengalaman Menjadi Minoritas sebagai Anak Perempuan (1) Selengkapnya »

Nawal El Saadawi; Dari Kekejaman Rezim hingga Perempuan di Titik Nol

Salah satu tokoh yang paling lantang menyuarakan dan memperjuangkan keadilan bagi perempuan, yaitu Nawal El-Saadawi, seorang dokter sekaligus penulis asal Mesir yang sangat gigih memperjuangkan keadilan bagi perempuan Arab, khususnya di Mesir melalui keindahan karya sastranya. Karya sastranya yang begitu tinggi menjadi media yang cukup mutakhir untuk mendobrak kesenjangan dan kekejaman pada perempuan di Mesir …

Nawal El Saadawi; Dari Kekejaman Rezim hingga Perempuan di Titik Nol Selengkapnya »

Khofifah Indar Parawansa: Perempuan Berpolitik, Why Not?

Khofifah Indar Parawansa berpeluang besar menjadi pemimpin Indonesia. Dia memiliki banyak potensi dan punya rekam jejak yang baik. Cerdas, pengetahuannya luas, track record-nya bersih adalah modal yang sangat besar. Khofifah tak hanya memiliki potensi diri di atas rata-rata, melainkan juga termasuk tokoh muda yang berpikiran maju.  Kelebihan lainnya adalah Khofifah pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan …

Khofifah Indar Parawansa: Perempuan Berpolitik, Why Not? Selengkapnya »

Perempuan “Penerang” Islam dari Maroko

Fatima Mernissi adalah penulis, akademisi, sosiolog, dan oleh banyak kalangan disebut sebagai tokoh feminis Islam. Mernissi lahir dari keluarga kelas menengah di Fes, Maroko, pada 1940. Dia menerima pendidikan dasarnya di sekolah yang didirikan oleh gerakan nasionalis. Sedangkan dia, melanjutkan ke sekolah tingkat menengah khusus untuk perempuan yang didanai oleh protektorat Perancis.Pada 1957, Mernissi mempelajari …

Perempuan “Penerang” Islam dari Maroko Selengkapnya »

Hajah Rasuna Said; “Singa Betina” dari Danau Maninjau

Hajah Rangkayo Rasuna Said lahir pada tanggal 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Agam, Sumatra Barat. Rasuna Said lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga yang cukup terpandang. Ayahnya, Haji Muhammad Said atau yang akrab di panggil Haji Said, saat muda ia merupakan seorang yang aktivis pergerakan di Sumatra Barat.Haji Said bersama saudara-saudaranya mendirikan sebuah …

Hajah Rasuna Said; “Singa Betina” dari Danau Maninjau Selengkapnya »

Argumen Kesetaraan Gender Fatima Mernissi

Fatima Mernissi (selanjutnya Fatima) lahir di Kota Fez Maroko Utara pada tahun 1940-an. Fatima tinggal bersama dengan sepuluh orang sepupunya yang berusia sebaya, baik yang laki-laki dan perempuan di dalam rumah besar. Fatima berasal dari keluarga kelas menengah dan semasa kanak-kanak hidup dengan keceriaan dan kebahagiaan.Fatima meninggal dunia pada 30 November 2015, tokoh terkemuka ini …

Argumen Kesetaraan Gender Fatima Mernissi Selengkapnya »

Perempuan yang Menyuluh Obor: Tribute untuk Atun Wardatun

“Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan yang sesuai dengan keperluan sebagai kaum perempuan dan harus mendapatkan pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki” (R.A Kartini) Kita sering mendengar ungkapan yang meminggirkan kaum perempuan di sektor pendidikan, misalnya, “untuk apa perempuan berpendidikan tinggi, toh akan kembali ke dapur juga,” atau pameo yang sering terdengar …

Perempuan yang Menyuluh Obor: Tribute untuk Atun Wardatun Selengkapnya »

Kepemimpinan Kolaboratif dalam Rumah tangga: Prinsip Ketahanan Keluarga di Era Pandemi

PANDEMI Covid-19 di Indonesia telah melahirkan beberapa kebijakan, mulai dari menarik diri dari keramaian (social distancing) sampai menjaga jarak (physical distancing). Di banyak daerah namanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar), di NTB disebut PSBL (pembatasan sosial berskala lingkungan). Turunan kebijakan itu adalah stay at home dalam bentuk working from home (WFH) dan school from home (SFH).Kebijakan terkait …

Kepemimpinan Kolaboratif dalam Rumah tangga: Prinsip Ketahanan Keluarga di Era Pandemi Selengkapnya »

GOW dan Pengembangan Organisasi Perempuan

Saya penasaran. Saya ingin belajar dan memahami kembali apa itu Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Bagaimana organisasi ini dibangun, siapa yang menjadi pengurusnya, bagaimana mekanisme kerjanya, dan yang terpenting adalah apa tujuan organisasi ini berdiri. Hal ini menggerakkan jari saya untuk bertanya pada si mesin maha pintar Google. Setelah sebelumnya, saya dengan “rakus” membolak-balikkan hard file …

GOW dan Pengembangan Organisasi Perempuan Selengkapnya »