PEREMPUAN

Perempuan yang Menyuluh Obor: Tribute untuk Atun Wardatun

“Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan yang sesuai dengan keperluan sebagai kaum perempuan dan harus mendapatkan pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki” (R.A Kartini) Kita sering mendengar ungkapan yang meminggirkan kaum perempuan di sektor pendidikan, misalnya, “untuk apa perempuan berpendidikan tinggi, toh akan kembali ke dapur juga,” atau pameo yang sering terdengar …

Perempuan yang Menyuluh Obor: Tribute untuk Atun Wardatun Selengkapnya »

Kepemimpinan Kolaboratif dalam Rumah tangga: Prinsip Ketahanan Keluarga di Era Pandemi

PANDEMI Covid-19 di Indonesia telah melahirkan beberapa kebijakan, mulai dari menarik diri dari keramaian (social distancing) sampai menjaga jarak (physical distancing). Di banyak daerah namanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar), di NTB disebut PSBL (pembatasan sosial berskala lingkungan). Turunan kebijakan itu adalah stay at home dalam bentuk working from home (WFH) dan school from home (SFH).Kebijakan terkait …

Kepemimpinan Kolaboratif dalam Rumah tangga: Prinsip Ketahanan Keluarga di Era Pandemi Selengkapnya »

GOW dan Pengembangan Organisasi Perempuan

Saya penasaran. Saya ingin belajar dan memahami kembali apa itu Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Bagaimana organisasi ini dibangun, siapa yang menjadi pengurusnya, bagaimana mekanisme kerjanya, dan yang terpenting adalah apa tujuan organisasi ini berdiri. Hal ini menggerakkan jari saya untuk bertanya pada si mesin maha pintar Google. Setelah sebelumnya, saya dengan “rakus” membolak-balikkan hard file …

GOW dan Pengembangan Organisasi Perempuan Selengkapnya »

Dinda sedang meracik kopi ddampingi pendiri La Rimpu Dr. Atun Wardatun dan Program officer La Rimpu Lily Marfuatun di Kalikuma Educamp & Library

Dinda tentang La Rimpu, Agen Perdamaian Itu

Di masa lalu, di Desa Renda dan Desa Ngali yang terletak di wilayah kecamatan Belo Kabupaten Bima, Ndempa tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari tradisi masyarakat.Ndempa dalam bahasa Bima berarti ‘duel’. Adu fisik atau pertarungan antara dua orang atau sekelompok orang.Bukan dalam makna bermusuhan tetapi lebih pada menguji kekuatan fisik antar pemuda di desa serta …

Dinda tentang La Rimpu, Agen Perdamaian Itu Selengkapnya »

Nyai, Pesantren, dan NU

PERLAKUAN para peneliti terhadap figur nyai pesantren sangat tidak “adil”. Bahkan secara definisi “subjek” nyai tidak disebutkan secara formal dalam definisi Pesantren baik yang digagas oleh orang pesantren seperti Gus Gur atau pun para peneliti seperti Zamaksari Dhofir. Mereka dalam tulisannya hanya menyebut kiai sebagai komponen pesantren. Sementara keberadaan “nyai” entah kenapa disembunyikan. Mungkin karena …

Nyai, Pesantren, dan NU Selengkapnya »

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (2)

DINASTI pasti berpengaruh, tetapi tidak berdiri sendiri dan bukan yang utama. Ada faktor lain yang dimiliki IDP yaitu kerja sama yang baik antara dinasti dengan melankolia politik yang dimainkan dan dirawat dengan apik oleh keluarga besar maupun pendukung dan simpatisan. Melankolia politik yang dimaksud adalah majunya IDP sejak periode pertama, sampai sekarang pun menggunakan cerita …

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (2) Selengkapnya »

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (1)

PESTA pemilihan pemimpin daerah sudah berakhir seiring dengan berlalunya tanggal 9 Desember 2020, tetapi nilai demokrasi harus terus menggema. Demokrasi bukan hanya tentang pemilihan, kedaulatan rakyat yang mendominasi penyelenggaraan pemerintah adalah yang utama. Demokrasi juga menjamin kesetaraan rakyat tanpa perbedaan apapun untuk berpartisipasi penuh di dalam pemerintahan baik sebagai yang dipilih maupun pemilih, tentu sesuai …

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (1) Selengkapnya »

Mengingat Siti Hajar, Merenungi Kehadiran Perempuan

TOKOH historis ini selalu disebut dan didengung-dengunkan pada setiap perayaan “Hari Raya Haji atau Idul Adha/Idul Qurban. Ia adalah istri dan pendamping setia Nabi Ibrahim sang kekasih Allah. Suaminya itu, sebagai nabi yang menyerukan tauhid, Ibrahim melaksanakan tugas berat dalam sistim sosial yang opresif atau tiranis. Pada zaman kegelapan dimana selama seabad lamanya menanggung segala …

Mengingat Siti Hajar, Merenungi Kehadiran Perempuan Selengkapnya »

Narsisme ala Santri(wati) 90-an

APAKAH kehidupan santri melulu tentang ngaji, klassikal dan sorogan? Tentang keterbatasan mengakses dunia luar? Tentang waktu yang terus mengejar di antara jadwal yang super padat? Tentang ketundukan tanpa syarat pada aturan pondok? Tentang ta’dhim kepada Ibu Nyai dan Pak Yai? Tentang kebersihan dan ro’an yang menghabiskan waktu libur Jum’at? Percayalah, santri juga manusia yang memerlukan …

Narsisme ala Santri(wati) 90-an Selengkapnya »

Perempuan dan Genggamannya

SEJARAH Yunani menyebutkan, bahwa perempuan dianggap sebagai penyebab segala penderitaan dan musibah. Ketika tamu datang, perempuan diperlakukan sebagai budak atau pelayan. Perempuan diberi kebebasan untuk melacur dan berzina. Kalau itu terjadi, perempuan tersebut dinilai sangat terhormat (Gayo, 2010). Hal ini sejalan dengan perkataan Nikolaos A. Vrissimtzis dalam karyanya Erotisme Yunani, bahwa perempuan bisa mempunyai kedudukan tinggi asalkan …

Perempuan dan Genggamannya Selengkapnya »