cerpen

Permata yang Sempat Hilang

PADA hari-hari tahun 1921 di Kota Toea Ampenan hiduplah seorang pemuda bernama Ahmad Zaini. Seorang pemuda berwajah culun tapi gagah. Sering tidur di atas kasur kering tetapi wajahnya basah. Sering barjalan melewati tempat maksiat seperti judi dan sejenisnya tetapi tak pernah melakukan kemaksiatan seperti itu.Para penduduk Kota Toea terheran olehnya. Keharanan itu bagaikan burung yang …

Permata yang Sempat Hilang Selengkapnya »

Perempuan Kedua

ENTAH sudah berapa lama aku menjadi “kembang bayang”, namun tak sekalipun aku melihatnya mengeluh.  Merawat dan melayani semua keperluanku tanpa kuminta. Ia selalu mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Padahal aku merasakan tubuhku semakin hari kian memburuk. Jangankan mengaduk air hitam untuknya, menyuguhkan segelas air putih saja aku sudah tak bisa.Bahkan, untuk bernafas pun aku …

Perempuan Kedua Selengkapnya »

Mata Air Air Mata (2)

Abym menunjukan saya ajakan fundraising di akun media sosialnya. Katanya modal itu yang akan dijadikan biaya pengadaan sumber air bersih bagi warga. Beberapa orang telah menghubungi dan menyatakan kesiapannya membantu. Bahkan sudah ada yang transfer dananya. Pemuda-pemuda kampung yang masih jernih pikirannya siap menyumbang tenaganya.Ternyata orang baik belum punah. Hanya butuh mengetuk pintu; rumah dan …

Mata Air Air Mata (2) Selengkapnya »