islam

Rasa yang Terbuang dan Hilang

Sejarah kehancuran kota Baghdad mencatat momentum dan monumen kebengisan Hulagu Khan. Beragam versi historis mencatat jumlah korban pembantaian terhadap muslim (200 ribu atau 400 ribu orang) oleh pasukan Mongolia di pusat kerajaan Abbasiyah. Itu peristiwa sejarah. Semuanya sudah berlalu, dan ia tidak perlu direproduksi untuk membenci siapapun; kebencian yang membuat banyak haters-nya terjerat dalam perangkap …

Rasa yang Terbuang dan Hilang Selengkapnya »

Menelisik Jaringan Ulama dan Islamisasi di Indonesia Timur

Buku berjudul Jaringan Ulama dan Islamisasi Indonesia Timur ini awalnya kumpulan tulisan Hilful Fudhul SJ yang tersebar di beberapa media online, seperti Alif.id, Islami.co, dan Iqra’.id yang menyoroti tentang penyebaran Islam di kawasan timur Indonesia meliputi Gowa, Tallo, Maluku, Bima, Sumbawa dan Lombok. Naik cetak Oktober 2020 dan bisa diakses melalui google book.Isi buku mencakup …

Menelisik Jaringan Ulama dan Islamisasi di Indonesia Timur Selengkapnya »

NU di Antara Kiai, Nyai, Akademisi dan Politisi

DALAM sejarah kelahiran NU aktor-aktor yang berperan sangat penting berasal dari kalangan kiai pesantren. Lebih dari itu, mereka adalah orang-orang khos yang menjadi “guru” bagi “semua” kiai pesantren salaf tradisional. Dari Mbah Kholil Bangkalan, Mbah Hasyim Asy’ari, sampai KH. As’ad Syamsul Arifin Situbondo. Akar historis NU yang lahir dari rahim  pesantren inilah yang menjadikan NU menjadi organisasi …

NU di Antara Kiai, Nyai, Akademisi dan Politisi Selengkapnya »

‘Melawan’ Cak Nur

PALING tidak tercatat dua kali gagasan pembaruan Cak Nur (Nurcholish Madjid) menimbulkan heboh intelektual yakni pada 1970-an dan awal 1990-an. Heboh intelektual pertama dipicu oleh beberapa gagasannya seputar seruan ‘sekularisasi’ dan slogan ‘Islam Yes Partai Islam No”. Ketika  banyak  tokoh politik  Islam sedang berjuang keras membujuk rezim Orde Baru  untuk  merehabilitasi  Masyumi, atau setidaknya reinkarnasi …

‘Melawan’ Cak Nur Selengkapnya »