Perempuan

Marry Wollstonecraft: Membongkar Inferioritas pada Tubuh Perempuan

Di estimasi usia tiga belas tahun, saat si anak laki-laki mulai mengenal kekerasan, saat agresivitas mereka mulai berkembang, saat mereka mulai mencintai persaingan, meledaknya hasrat mereka akan kekuasaan, di situlah justru si gadis mulai menjauhi permainan-permainan kasar. Agresivitasnya mulai menurun. Kelincahan si gadis tidak seperti waktu kecil. Olahraga masih terbuka baginya, namun olahraga yang berarti …

Marry Wollstonecraft: Membongkar Inferioritas pada Tubuh Perempuan Selengkapnya »

Perempuan yang Menyuluh Obor: Tribute untuk Atun Wardatun

“Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan yang sesuai dengan keperluan sebagai kaum perempuan dan harus mendapatkan pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki” (R.A Kartini) Kita sering mendengar ungkapan yang meminggirkan kaum perempuan di sektor pendidikan, misalnya, “untuk apa perempuan berpendidikan tinggi, toh akan kembali ke dapur juga,” atau pameo yang sering terdengar …

Perempuan yang Menyuluh Obor: Tribute untuk Atun Wardatun Selengkapnya »

Dinda sedang meracik kopi ddampingi pendiri La Rimpu Dr. Atun Wardatun dan Program officer La Rimpu Lily Marfuatun di Kalikuma Educamp & Library

Dinda tentang La Rimpu, Agen Perdamaian Itu

Di masa lalu, di Desa Renda dan Desa Ngali yang terletak di wilayah kecamatan Belo Kabupaten Bima, Ndempa tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari tradisi masyarakat.Ndempa dalam bahasa Bima berarti ‘duel’. Adu fisik atau pertarungan antara dua orang atau sekelompok orang.Bukan dalam makna bermusuhan tetapi lebih pada menguji kekuatan fisik antar pemuda di desa serta …

Dinda tentang La Rimpu, Agen Perdamaian Itu Selengkapnya »

Perempuan Kedua

ENTAH sudah berapa lama aku menjadi “kembang bayang”, namun tak sekalipun aku melihatnya mengeluh.  Merawat dan melayani semua keperluanku tanpa kuminta. Ia selalu mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Padahal aku merasakan tubuhku semakin hari kian memburuk. Jangankan mengaduk air hitam untuknya, menyuguhkan segelas air putih saja aku sudah tak bisa.Bahkan, untuk bernafas pun aku …

Perempuan Kedua Selengkapnya »

Titian Perempuan Bermata Kejora (1)

Dompu 1982LELAKI tampan lulusan akademi pemerintah itu diperuntukan untuknya, tinggi, putih, gagah dari segala penjuru memandang dan yang terpenting, dia sholeh. Rajin mengaji. Suaranya merdu. Rajin sholat, sering jadi muadzin. Gemar bersedekah dan berbagi hadiah pada kaum kerabat. Terutama jika lebaran tiba. Si gagah akan memborong baju dan sajadah di toko Abahnya untuk dibagi-bagi. Tak …

Titian Perempuan Bermata Kejora (1) Selengkapnya »

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (2)

DINASTI pasti berpengaruh, tetapi tidak berdiri sendiri dan bukan yang utama. Ada faktor lain yang dimiliki IDP yaitu kerja sama yang baik antara dinasti dengan melankolia politik yang dimainkan dan dirawat dengan apik oleh keluarga besar maupun pendukung dan simpatisan. Melankolia politik yang dimaksud adalah majunya IDP sejak periode pertama, sampai sekarang pun menggunakan cerita …

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (2) Selengkapnya »

Haji dan Penguatan Jati Diri Perempuan: Merdeka!

KAMIS, 30 Juli 2020 terselenggara International Seminar secara virtual yang menghadirkan delapan pembicara perempuan Muslim dari delapan negara (Indonesia, Iran, Nigeria, India, Iraq, Turki, Greece, dan  Lebanon) dengan tema besar “Hajj and Women’s Role in Promoting The Islamic Lifestyle” Semua pembicara tersebut sepakat bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dan efektif sebagai trendsetter nilai-nilai keislaman. Sementara …

Haji dan Penguatan Jati Diri Perempuan: Merdeka! Selengkapnya »