sufi

Nalar Sufi Malamatiyah untuk Perdamaian

KONFLIK, teror, dan kekerasan adalah lubang hitam kebudayaan yang berpangkal dari watak egosentris. Keinginan dan kepentingan antarpihak yang gagal dinegosiasikan memantik konflik. Teror menjadi sarana untuk memusnahkan orang lain. Kekerasan berubah jadi semacam berhala baru yang melumpuhkan nalar.Lebih berbahaya lagi ketika konflik kekerasan mendapat justifikasi dari agama dan konstruksi budaya yang ditafsir secara keliru. Merasa …

Nalar Sufi Malamatiyah untuk Perdamaian Selengkapnya »

Matinya Imajinasi dalam Beragama

HAMPIR kebanyakan orang memahami bahwa agama sebagai aturan yang mengatur kehidupan manusia dengan seperangkat hukum yang tertuang di dalam teks-teks kitab suci atau sabda Nabi. Teks-teks keagamaan tersebut kemudian ditafsirkan oleh pihak-pihak yang dianggap memiliki otoritas keagamaan dan kapasitas keilmuan dari berbagai disiplin.Pembacaan dan penafsiran terhadap teks-teks keagamaan pun kemudian melahirkan berbagai macam hukum yang …

Matinya Imajinasi dalam Beragama Selengkapnya »

Sajadah: Kaplingan Surga yang Datang Lebih Awal

SAJADAH SEBAGAI satu bilik dan ruang yang berukuran hanya cukup untuk menampung satu orang. Memang dari sisi kadar dan ukurannya, ruang dan benda yang bernama sajadah itu sangat kecil dan sempit namun dari sisi makna dan hakikatnya memiliki makna yang sangat luas sebagai tampat untuk bersujud dan menundukkan diri kepada Sang Khalik.Tidak banyak kita menyadari …

Sajadah: Kaplingan Surga yang Datang Lebih Awal Selengkapnya »

Memandangi Garis-Garis Altruistik

SALAH satu watak bangsa Indonesia yang sering kita dengar adalah adanya kesadaran sebagai sebuah komunitas, yang nantinya melahirkan sikap kepedulian sosial. Kita mengenalnya sebagai nilai-nilai “Timur” yang dipertentangkan dengan “Barat” yang dianggap egois dan individualis. Di saat bersamaan, kita juga diperkenalkan dengan istilah yang terdengar menantang citra Barat di mata orang Timur, yakni “Homo Socius”. …

Memandangi Garis-Garis Altruistik Selengkapnya »

Bermaksiat dalam Hening

MANUSIA merupakan ciptaan Tuhan yang amat sangat baik (Ahsanu Taqwim) dengan segala kelebihan dan kemampuan yang diberikan Tuhan kepadanya. Diberinya potensi yang lebih dari makhluk lain, hal ini Tuhan lakukan tidak lain agar manusia itu bisa menjadi figur yang diunggulkan Tuhan di hadapan makhluk lain ciptaan-Nya. Dalam perjalanan kiprahnya, kehebatan potensi yang diberikan Tuhan ternyata …

Bermaksiat dalam Hening Selengkapnya »