Perkuat Guru-Tendik dengan Filosofi-Nilai Dasar dan Pedagogik, AIS Siap Menerima Siswa Baru 2026/2027

Kota Bima — Manajemen MTs Alamtara Islamic School (AIS) menyelenggarakan orientasi atau pengenalan atmosfir dan lingkungan akademik dan sosial di lingkungan AIS, Jum’at (1 Mei 2026) di kampus AIS, Ule, Kota Bima.

Kegiatan yang bertitel Orientas Guru-Tendik Seri #1 ini diikuti oleh dewan guru dan tenaga kependidikan (tendik), dipandu oleh Kepala Sekolah AIS dan Wakil Kepala Sekolah. Fasilitator orientasi ini diperankan secara langsung oleh pendiri AIS, Prof. Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag., M.Pd. Hadir juga pakar pendidikan Islam Dr. Mukhlis, M.Ag. memberi pencerahan kepada peserta dan pengelola.

“Orientasi ini dilakukan untuk memberikan refreshment (penyegaran) kepada komponen penting di AIS, yakni guru dan tendik, agar mereka, kami, dan kita semua, bisa hadir-menghadirkan dan terlibat dalam lingkungan sekolah yang sarat edukasi dan nilai yang mendukung pencapaian tujuan dibangunnya AIS, yakni Islami, berwawasan global sekaligus lokal,” demikian Hermawansyah, M.Pd.I, Kepala Sekolah.



Dalam pemaparan yang disampaikan dengan gaya informal namun mendalam, Prof. Wahid menjabarkan berbagai filosofi AIS yang telah diterjemahkan dalam bentuk dan diselaraskan desain arsitektur, ruangan, dan sarana prasarana yang ada di kampus AIS.

“Ruang kelas yang menonjolkan nuansa klasik dan arsitektur lokal (rumah jati) menunjukkan kecintaan kepada budaya lokal. Tidak asal konservasi, melainkan juga diadaptasi dengan nilai dan gaya modern, itulah mengapa di kampus AIS ini kental dengan gaya klasik-modern. Kita ingin dua kutub nilai ini bertemu dalam wadah pedagogik AIS,” cetus guru besar antropologi agama-budaya sekaligus pakar pendidikan ini.

Selain itu, Prof. Wahid juga mengajak guru-tendik untuk mengembangkan pedagogik AIS yang bertumpu kepada nilai-nilai Islam, global, dan budaya daerah. “Ini penting untuk agar anak didik AIS kita punya modal dasar dalam mengarungi dunia kompetitif di kemudian hari, dengan mereka memiliki kompetensi dan karakter glokal (global sekaligus lokal, namun Islami,” imbuhnya.

Dr. Mukhlis, M.Ag. turut terlibat dalam merancang jargon dan tatakrama pergaulan di lingkungan AIS dengan menekankan pentingnya ciri khas dalam komunikasi sehari-hari, lambat-laun menjadi identitas AIS. “Sebagai ciri khas, kita perlu mengakhiri setiap public speaking dengan salam khas bernuansa ke-Bimaan, misalnya, “Kalembo mena adeta, mboto-mboto kangamputa dei menana mancara ro kancaru. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh“. Dengan hal kecil ini kita bisa menyumbang khazanah Bima kepada dunia,” ujarnya.

Hal ini bersahutan dengan upaya guru-tendik yang telah merumuskan jargon, yel-yel, dan salam khas sebagai identitas AIS yang mewarnai interaksi sesama guru-tendik, guru-tendik dengan manajemen, serta guru-tendik dengan siswa, juga antara AIS dengan masyarakat luas.

Materi orientasi kali ini sebenarnya hal-hal “kecil” yang seringkali diabaikan dalam proses pendidikan di sekolah, namun tanpa disadari adalah “dasar” yang memiliki pengaruh yang besar dalam pengembangan karakter peserfta didik bahkan untuk guru-tendik.

“AIS Kita”—jargon AIS yang dihasilkan oleh orientasi ini—tidak boleh rapuh apalagi kosong, harus mapan dan kokoh dengan nilai-nilai dasar ini. AIS Kita harus berkarakter sehingga bisa mengembangkan karakter-karakter belajar dan kompetensi sosial yang lain,” tegas kembali Prof Wahid.

Orientasi ini dilengkapi dengan pengenalan lingkungan dan sarana prasarana kampus AIS yang disertai makna masing-masing serta rencana pengembangan sekolah ke depan. Peserta juga terlibat dalam pembuatan SOP (standard operational procedure) yang berlaku di sekolah AIS.

Suasana informal dengan pendekatan partisipatoris terlihat kental dalam kegiatan ini. Tampaknya AIS menerapkan prinsip aktif semua elemen dari guru-tendik dan manajemen untuk terlibat sebagai “subjek” dalam membangun nilai-nilai dan tradisi sekolah. Pendekatan ini memastikan hal-hal yang substantif tidak tergerus oleh hal-hal yang bersifat seremonial, demikian Hermawansyah.

Kegiatan ini sekaligus menandai kesiapan MTs AIS menerima siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027. “Orientasi ini sekaligus kick off dimulainya proses PPBD (Pendaftaran Peserta Didik Baru) yang dilakukan secara hybrid (online dan on site/langsung di tempat)” ujar Ida Ruwaidah, Wakil Kepala sekolah.()