BUDAYA

(Ka)Lembo Ade: Modus Linguistik dan Dunia Batin Orang Bima

ANDA yang intens bergaul dengan orang Bima pasti sering mendengar ungkapan “Kalembo Ade!” Kata magik itu terkadang diucapkan secara ringkas “Lembo Ade”. Dalam Bahasa Bima, ‘lembo’ berarti luas atau lapang, “ade” berarti hati. Jadi, Lembo Ade berarti hati yang luas, dada yang lapang. Sementara awalan “ka” bermakna seruan atau perintah atau aktivasi. Jadi “Kalembo Ade” […]

(Ka)Lembo Ade: Modus Linguistik dan Dunia Batin Orang Bima Read More »

Menyapu Debu, Menjaga Doa: Gotong Royong NMC dan Perjuangan Masjid At-Taqwa di Tanah Diaspora

Sabtu, 7 Februari 2026, bukan sekadar tanggal dalam kalender komunitas Nusantara Muslim California (NMC). Pagi itu menjadi ruang pertemuan antara tradisi, iman, dan sejarah perjuangan. Di Masjid At-Taqwa, para anggota komunitas berkumpul untuk gotong royong membersihkan masjid dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.Di permukaan, kegiatan itu tampak sederhana: memvakum karpet, merapikan lemari sajadah dan mukena,

Menyapu Debu, Menjaga Doa: Gotong Royong NMC dan Perjuangan Masjid At-Taqwa di Tanah Diaspora Read More »

Mauludan di Gereja

Baru saja aku mengucapkan salam kedua sambil menolehkan kepala ke kiri, tiba-tiba Pak Sabar teriak-teriak menyuruh semua orang pulang dari gereja. Aku lantas berdiri dari dudukku dengan mulut masih penuh Qulhu. Jamaah yang dari tadi menunggu acara maulud dimulai, kini berhamburan mencari sandal mereka masing-masing.Tadinya, sebelum aku menepi sendiri di balik podium gereja untuk shalat

Mauludan di Gereja Read More »

Layar Perahu Nenek Haji

ANAK-ANAK itu riang gembira, dibungkus tawa dan jingkratan. Bermain sampan-sampanan dari bongkahan kayu, ranting, dan helai-helai daun. Di bawah pohon waru. Di bentangan pasir pantai. Diapit perahu-perahu layar yang siap tempur. Sesekali mereka mencebur diri ke pantai, membasahi baju dan rambut mereka yang kusut oleh pasir dan matahari. Matahari senja.Tiga gadis kecil berhamburan ke balai-balai

Layar Perahu Nenek Haji Read More »

“Ketika”: Trilogi Puisi Folklor Sasambo (Tradisi Lisan Sasak-Samawa-Mbojo)

1SEMAIK, SEMAIK MAIK, MULE MAIK(moderasi hidup Dengan Sasak)ketika mendasari pilar, harus “semaik” untuk kekokohanketika pilar telah berdiri, harus “semaik” untuk kelurusanketika berdiri  tegak, harus “semaik” untuk ketepatanketika meneggakkan rumah, harus “semaik” untuk kemampuanketika rumah sudah ditempati, harus “semaik” untuk kenyamananketika ditempati sanak famili, harus “semaik” untuk kepantasanketika  famili mengenakan sandang , harus “semaik” untuk keanggunanketika

“Ketika”: Trilogi Puisi Folklor Sasambo (Tradisi Lisan Sasak-Samawa-Mbojo) Read More »

Banalitas, Liminalitas, dan Gerakan Sosial-Budaya di Mata Kaum yang Gelisah

BUKAN budayawan kalau tidak memancing resah gelisah. Forum di mana mereka berkumpul dan berdiskusi selalu menebarkan rasa getir dan geram. Memang sudah menjadi peran sejarah mereka untuk mengabarkan dimensi sembunyi dari balik realita dan peristiwa. Peran yang selalu dijalankan dengan sepenuh hati dan cinta kasih. Itulah mengapa kita harus diam-diam bergembira di tengah terlihat muram.Demikian

Banalitas, Liminalitas, dan Gerakan Sosial-Budaya di Mata Kaum yang Gelisah Read More »

Mengupas Tradisi Adat di Desa Santong

Desa Santong, yang terletak di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, menyimpan kekayaan budaya yang masih lestari hingga kini. Tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Mulai dari ritual adat,  hingga kegiatan gotong royong, semuanya mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dengan adanya Berugak Adat dan Bale

Mengupas Tradisi Adat di Desa Santong Read More »

Sabda Hutan dan Doa Laut: Kearifan Ekologis Masyarakat Bima

Di sebuah pagi yang lembab selepas hujan semalam, saya menyusuri pematang sawah yang mengarah ke kaki pegunungan di Bima, Nusa Tenggara Barat. Udara mengandung aroma tanah basah, dan di kejauhan, samar-samar terdengar nyanyian burung yang bersahutan dari balik rimbun hutan bambu. Di sini, alam bukan hanya latar bagi kehidupan; ia adalah bagian dari jiwa masyarakat,

Sabda Hutan dan Doa Laut: Kearifan Ekologis Masyarakat Bima Read More »

Lebaran Topat Suku Sasak: Simfoni Alam dan Spiritualitas dalam Perspektif Ekofenomenologi

Lebaran Topat adalah tradisi khas masyarakat Sasak yang dirayakan seminggu setelah Idul fitri, bertepatan dengan 7 Syawal dalam kalender Hijriyah. Tradisi ini merupakan bentuk syukur kepada Allah atas kelancaran ibadah puasa, termasuk puasa sunah selama enam hari setelah Ramadan. Namun, di balik aspek keagamaan, Lebaran Topat menyimpan makna ekososial dan ekologis yang kuat, menjadikannya relevan

Lebaran Topat Suku Sasak: Simfoni Alam dan Spiritualitas dalam Perspektif Ekofenomenologi Read More »

Melihat Manusia 576 Km

Sejauh ini, ini yang paling jauh! Saya berkendara seorang diri Yogyakarta-Jakarta, kemarin. Ya, dua hari di perjalanan. Mungkin lama, tapi memang saya sengaja untuk tidak terburu-buru. Niatnya buat menikmati perjalanan. Capek, istirahat. Bosan, istirahat. Ngudud, istirahat, Gerimis-hujan, istirahat. Liat pemandangan bagus, istirahat. Pokoknya banyakan istirahatnya!Saya mafhum, ini momen lebaran. Orang mudik, jalanan ramai – kata

Melihat Manusia 576 Km Read More »