BUDAYA

Pemajuan Kebudayaan Daerah: Bangkit dari Dalam untuk Mendunia

Hanya dengan cara ini masyarakat mengarungi kosmopolitanisasi, yakni proses yang menggiring manusia dari budaya manapun untuk menjadi warga dunia. Dalam penduniaan masyarakat, kita bukan saja dapat menjangkau dunia lain, tetapi dunia lain akan menjangkau kita. Kita dapat dan harus menerima orang lain, pada saat bersamaan kita bisa diterima orang lain secara sepadan. Ketika jalinan ini berlangsung, betapa kayanya kebudayaan kita menyediakan perangkat-perangkat hidup. Kita menjadi hidup dalam kelimpahan budaya.

Pemajuan Kebudayaan Daerah: Bangkit dari Dalam untuk Mendunia Read More »

Writer’s Block: Sebuah Cerpen

 Tidak ada pembunuh berdarah dingin yang lebih kejam membunuh kreativitas selain rutinitas-Andrea HirataKebun seluas 1 hektar itu memang dibuat untuk dapat memenuhi hampir segala kebutuhan hidup. Di sebelah selatan, berbatasan langsung dengan hutan pinus, terdapat segala jenis tanaman sayuran dan umbi-umbian yang bisa kau bayangkan. Berderet-deret tanaman cabai merah dan tomat yang ranum siap untuk

Writer’s Block: Sebuah Cerpen Read More »

Kultur Lahirnya Karya Besar

MENGUKUR sebuah karya untuk menyebutnya sebagai karya besar-kecil, bagus-jelek, dan ribuan penilaian lainnya tentu bersifat subjektif. Ranah yang mungkin ganjil untuk sebagian orang. Seperti kata N. Marewo dalam Pidato Kebudayaan Mbojo Writers Festival 2021 berjudul Budaya Baca-Tulis dan Proses Penulisan bahwa untuk menilai sebuah karya (sastra) atau detail-detail proses berkarya ialah domain kritikus sastra.Namun, kreativitas

Kultur Lahirnya Karya Besar Read More »

Kulturahmi dan “Kemewahan” Event Budaya

SAMPAI saat ini, saya masih menganggap bahwa kehadiran sebuah event budaya di daerah kecil seperti Dompu dan Bima–entah itu ajang literasi, Mbojo Writers Festival, Festival Rimpu atau apa pun–masih merupakan sebuah “kemewahan”.Itu karena saking langkanya, kegiatan-kegiatan semacam itu. Itu alasan lain mengapa saya selalu antusias dan berusaha keras untuk hadir.Saya sendiri bukan budayawan, sejarawan atau

Kulturahmi dan “Kemewahan” Event Budaya Read More »

Mencegat Lailatul Qadar (LQ): Puisi Alkhair Al Johore

LQ – Malam kemuliaanLebih baik dari seribu bulan!‘’Lailatul qadr, khairun min alfi syahr’’Dikejar-kejar ummatuntuk meraih keberkatanBila dirujuk al-Qur’an & sirah turunnyaMalam al-Qur’an ‘diturunkan’  dari Baitul Izzah ke bumi“telah berlaku” – fi’il madhi (past tense)Yang malaikat bawa turun adalah berubah rahmatdan keberkatan dan “AL HIKMAH”. Al Hikmah memang selalu digandingan dengan ayat al-Qur’an (al Kitab)Al Hikmah ini

Mencegat Lailatul Qadar (LQ): Puisi Alkhair Al Johore Read More »

Maha Agung Nifsu Syaaban: Puisi Alkhair Al Johore

Nisfu Syaaban, malam yang begitu agung,Turunnya perintah mengubah arah Kiblatmenghadap Baitullah al Haram dari Masjidil Aqsa Turunnya ayat perintahSelawat ke atas Nabi saw di dua Hijrah Malam dipenuhi dengan rahmat dari tangan Allah,Malam pengampunan, peluang untuk mencari,Bertaubat, berdoa, rendah hati dan lemah lembut.Langit terbuka, malaikat turun,Untuk mencurahkan rahmat dan berkat, begitu surga.Malam keselamatan, malam untuk membersihkan rohaniUntuk

Maha Agung Nifsu Syaaban: Puisi Alkhair Al Johore Read More »

Pintar tapi Munafik: Puisi Alkhair Al Johore

Para  koruptor(yang materi dan non-materi)Pelakunya banyak yang orang pintarBaik pintar agamanyapintar pula ilmu umumnyailmu sains politiknyailmu ekonominyailmu perangnyailmu falsafahnyaOrang yang  jujur itu mujurYa,  sentiasa mujur.Sekarang orang pintar banyakTapi mencari orang  pintar yang  jujurItu langka.Rupanya kepintaran kita di sekolah dan  kuliahitu tidak setaradengan sikap jujurdan berbahaya sekali sebetulnyaorang pintar tetapi tidak jujur.Kenapa ?Kerana kepintaran yang di

Pintar tapi Munafik: Puisi Alkhair Al Johore Read More »

Gadis Berambut Panjang Terakhir

MAEMUNAH sudah merasa dirinya bakal dimarahi saat kembali pulang ke kampungnya. Bukan saja oleh ibunya, tapi juga oleh orang sekampung. Ia adalah ikon kampungnya; sebuah daerah terpencil, di atas pegunungan Bima, Nusa Tenggara Barat.Di bus yang membawanya, Maemunah tidak bisa lepas dari kekhawatiran; dicaci orang sekampung. Gara-garanya hanya persoalan rambut. Memiliki rambut hingga bisa diinjaknya

Gadis Berambut Panjang Terakhir Read More »

Puisi-Puisi Izzat Isa

DI TEPI PUNCAK DAN TEBING(Catatan di Rumah Puisi Taufiq Ismail)Menghitung detak dan kelokwarna kota membalam selayangmendaki ini menduga kitatak henti tiada jedamanusia dan kekalutanhirup segar hidup sedangruang sesak di pergunungan.Puncak ini membuka jendelaantara hamparan murni alamkeruwatan buana pertempuran labauntuk membuka medan bergulatjuga sering pula menjerat.Di tepi puncak dan tebingkita disapa angin tenangdi dalam gedung nan

Puisi-Puisi Izzat Isa Read More »

Puisi-Puisi Alkhair Al Johore

Tulis & Lukis KuKetika aku menulisaku sedang memahatsuatu peradabanakan kutulis rahasia alamjika terdaya akan kulukissebagai pameranagar publik bisadatang ke galerimelihat dan mentafsir makna sebuah lukisan yang klasiksangat abstrak,instrintik & futuristiksebuah lukisan di atas kanvas                                            dengan beraneka watakalaakrilik dan minyakpenuh warna warni.Bukan untuk di kagumiHanya untuk di mengerti.Membela Tuhan yang AhadBerjuta-juta umat berteriak,kami pembela agamakami sanggup mati kerana

Puisi-Puisi Alkhair Al Johore Read More »