Ilyas Yasin

Akademisi, mantan wartawan kampus, dan pengagum Gandhi, "Plain Living High Thinking".

Adrinal Tanjung, Kisah Pertemanan dan Penerang “Kegelapan” Plat Merah

KEHILANGAN keaslian demi menyenangkan orang lain adalah musibah terbesar, terutama bagi penulis. Daya rusaknya bahkan lebih buruk dari kematian. Bayangkan, kita harus mengubah keaslian kita hanya karena perasaan tak enak atau malu kepada orang yang lebih senior atau tinggi kedudukannya dari kita, padahal apa yang kita sampaikan adalah sebuah fakta. Melakukan self-censor itu membunuh kreativitas, …

Adrinal Tanjung, Kisah Pertemanan dan Penerang “Kegelapan” Plat Merah Selengkapnya »

Dilema Pesantren dan Belenggu Modernitas

SAAT berpidato dalam satu upacara, tiba-tiba KH Syukri Zarkasyi secara mengejutkan meminta para ustaz senior maju  ke depan. Mereka berbaris rapi. “Tataplah wajah-wajah ustad kalian ini anak-anakku. Mereka adalah orang-orang ikhlas yang mengajar dan membimbing kalian. Tidak satu sen pun mereka digaji. Baju, celana dan sepatu yang mereka pakai bukan dibeli dari uang SPP kalian …

Dilema Pesantren dan Belenggu Modernitas Selengkapnya »

Nasionalisme dan Kutukan Barcelona

MESKI saya bukanlah penggemar berat sepak bola, apalagi fans fanatik salah satu klub, namun tergerusnya nasionalisme saat ini, menurut saya, mirip dengan kekalahan FC Barcelona dari Real Madrid di Camp Nou pada leg pertama tahun 2017.Gara-gara keasyikan menyerang, Messi dkk, malah menelan kekalahan pahit 1-3 dari rival abadinya tersebut. Sayangnya, ketika bertandang di kandang lawan …

Nasionalisme dan Kutukan Barcelona Selengkapnya »

Sesajen Politik dalam Pilkada

Sesajen dan mantra merupakan dua hal tak terpisahkan dalam pelaksanaan ritual masyarakat purba. Keduanya adalah medium komunikasi mahapenting dalam menyampaikan harapan dan doa, juga mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Hingga pertengahan 1980-an, kala saya duduk di kelas rendah sekolah dasar, masyarakat di desa saya masih patuh melaksanakan ritus-ritus tradisional yang sarat dengan aura dan …

Sesajen Politik dalam Pilkada Selengkapnya »

Anies, PA 212, Bir, dan Relasi Islam dan Negara

“SIAPA yang bisa memberi saya uang sebanyak itu. Biar seribu kali sembahyang uang yang 25 milliar itu tidak akan datang, makanya jangan asal ngomong saja. Ada pemimpin Islam yang mengatakan  buat apa judi,  cukup melaksanakan pembangunan dengan uang zakat saja. Dari zakat hanya diterima  Rp 75 juta setahunnya, itu pun berkat dorongan Pemda. Oleh karena …

Anies, PA 212, Bir, dan Relasi Islam dan Negara Selengkapnya »

Mengenang Dawam Rahardjo: Dari Buku hingga Polemik-Polemiknya

SELAIN sebagai ekonom, Muhammad Dawam Rahardjo, yang wafat pada 30 Mei 2018, adalah salah seorang tokoh pembaru Islam yang cukup penting di Indonesia. Selama kuliah, saya tidak cukup beruntung bertemu langsung dengannya. Perkenalan saya hanya melalui buku dan tulisan-tulisannya yang melimpah. Buku Ekonomi Islam: Perspektif Deklarasi Makkah (Mizan, 1992) adalah ‘pertemuan’ pertama saya dengan Mas …

Mengenang Dawam Rahardjo: Dari Buku hingga Polemik-Polemiknya Selengkapnya »

Kuasa “Modal” dalam Budaya Mudik

LEBARAN tahun ini diperkirakan 9 juta orang akan mudik. Menurut Kementerian Perhubungan 7 juta di antaranya menggunakan moda transportasi kereta api (KA), sedangkan sisanya menggunakan pesawat terbang, kendaraan pribadi, bus dan kapal laut.Hasrat mudik makin tinggi setelah dua tahun dirajam pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan orang tak bisa pulang ke kampung halaman. Vaksinasi booster sebagai syarat …

Kuasa “Modal” dalam Budaya Mudik Selengkapnya »

“Menyapa” Mereka yang Berbeda: Perjuangan Mengakhiri Prasangka

“Orang yang tidak pernah merasakan kegelapan, biasanya tidak akan mengerti apa artinya lampu”. Ungkapan klasik ini  menggambarkan betapa seringkali kita membenci bahkan memusuhi sesuatu yang tidak kita ketahui. Kita menganggap sesuatu itu musuh kita, padahal itu adalah bayang-bayang  ketidaktahuan kita. Kita menganggapnya ia lawan kita, padahal yang harus kita lawan justru diri kita, egoisme kita, …

“Menyapa” Mereka yang Berbeda: Perjuangan Mengakhiri Prasangka Selengkapnya »

Fokama, Kohati, dan Cinta dalam Sepotong Sagu

Fokama (Forum Kajian Mahasiswa Alauddin), boleh dikatakan, merupakan kelompok studi bergengsi di zaman saya. Walau kecil tapi keberadaan forum ini cukup diperhitungkan di kampus saya. Forum ini intensif mengadakan berbagai kegiatan diskusi atau bedah buku. Tempatnya bisa di mana saja: di masjid kampus, di bawah pohon, emperan kampus, lapangan tenis, atau di kos.  Setiap ada …

Fokama, Kohati, dan Cinta dalam Sepotong Sagu Selengkapnya »

Mengenang Guru Sejati

Bagi saya semua guru itu berjasa dalam hidup saya. Setiap mereka dengan caranya masing-masing  turut berkontribusi dalam membentuk saya. Namun, dari semua guru saya sejak SD hingga PT, saya sangat terkenang dengan seorang guru waktu  tsanawiyah. Pertemuan saya dengannya  pun  terjadi  secara kebetulan.Ceritanya, menjelang naik ke kelas 6 SD saya terpaksa pindah ke sekolah tetangga, …

Mengenang Guru Sejati Selengkapnya »