Ilyas Yasin

Akademisi, mantan wartawan kampus, dan pengagum Gandhi, "Plain Living High Thinking".

Nidah Kirani, Pelacur, dan Pemberontakan Kaum Beriman

ERA reformasi  tahun 2000 tidak hanya  menandai babak baru kebebasan politik di Indonesia tapi juga pemikiran keagamaan (baca: keislaman). Kendati berbagai pembaruan keagamaan sudah dimulai sejak 70-an oleh Nurcholish Madjid dkk, tetapi sejak reformasi, gerakan pembaruan tersebut menjadi agak fenomenal karena secara eksplisit diusung oleh kalangan muda NU maupun Muhammadiyah seperti Jaringan Islam Liberal (JIL) […]

Nidah Kirani, Pelacur, dan Pemberontakan Kaum Beriman Read More »

Dari Prasangka menuju Setara dalam Beragama

KARENA pengaruh pendidikan agama  sejak dini, terutama  di lingkungan sekolah dan masyarakat,  dulu  saya cenderung memandang negatif pada agama lain. Kurang lebih sama dengan penilaian kita tentang suku lain. Saya memandang bahwa selain agama yang saya anut pasti buruk, sesat, dan pasti masuk neraka. Secara normatif,  berbagai dalil keagamaan jelas mengonfirmasi hal  itu. Bukan hanya 

Dari Prasangka menuju Setara dalam Beragama Read More »

Jam Malam, Ria Ricis, dan Sekolah yang Kesepian

SEJAK 13 Januari 2023, Bupati Dompu H Kader Jaelani secara resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor  300/09/DPPPA/SE 2023 tentang Pemberlakuan Jam Malam Bagi Anak di Kabupaten Dompu. Mereka dilarang berkumpul dan melakukan aktivitas di luar rumah pukul 22.00 hingga 04.00 Wita. Kebijakan pemberlakuan jam malam diambil menyusul tingginya tingkat kriminalitas sosial oleh remaja/anak sekolah baik sebagai

Jam Malam, Ria Ricis, dan Sekolah yang Kesepian Read More »

Adrinal Tanjung, Kisah Pertemanan dan Penerang “Kegelapan” Plat Merah

KEHILANGAN keaslian demi menyenangkan orang lain adalah musibah terbesar, terutama bagi penulis. Daya rusaknya bahkan lebih buruk dari kematian. Bayangkan, kita harus mengubah keaslian kita hanya karena perasaan tak enak atau malu kepada orang yang lebih senior atau tinggi kedudukannya dari kita, padahal apa yang kita sampaikan adalah sebuah fakta. Melakukan self-censor itu membunuh kreativitas,

Adrinal Tanjung, Kisah Pertemanan dan Penerang “Kegelapan” Plat Merah Read More »

Dilema Pesantren dan Belenggu Modernitas

SAAT berpidato dalam satu upacara, tiba-tiba KH Syukri Zarkasyi secara mengejutkan meminta para ustaz senior maju  ke depan. Mereka berbaris rapi. “Tataplah wajah-wajah ustad kalian ini anak-anakku. Mereka adalah orang-orang ikhlas yang mengajar dan membimbing kalian. Tidak satu sen pun mereka digaji. Baju, celana dan sepatu yang mereka pakai bukan dibeli dari uang SPP kalian

Dilema Pesantren dan Belenggu Modernitas Read More »

Nasionalisme dan Kutukan Barcelona

MESKI saya bukanlah penggemar berat sepak bola, apalagi fans fanatik salah satu klub, namun tergerusnya nasionalisme saat ini, menurut saya, mirip dengan kekalahan FC Barcelona dari Real Madrid di Camp Nou pada leg pertama tahun 2017.Gara-gara keasyikan menyerang, Messi dkk, malah menelan kekalahan pahit 1-3 dari rival abadinya tersebut. Sayangnya, ketika bertandang di kandang lawan

Nasionalisme dan Kutukan Barcelona Read More »

Sesajen Politik dalam Pilkada

Sesajen dan mantra merupakan dua hal tak terpisahkan dalam pelaksanaan ritual masyarakat purba. Keduanya adalah medium komunikasi mahapenting dalam menyampaikan harapan dan doa, juga mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Hingga pertengahan 1980-an, kala saya duduk di kelas rendah sekolah dasar, masyarakat di desa saya masih patuh melaksanakan ritus-ritus tradisional yang sarat dengan aura dan

Sesajen Politik dalam Pilkada Read More »

Anies, PA 212, Bir, dan Relasi Islam dan Negara

“SIAPA yang bisa memberi saya uang sebanyak itu. Biar seribu kali sembahyang uang yang 25 milliar itu tidak akan datang, makanya jangan asal ngomong saja. Ada pemimpin Islam yang mengatakan  buat apa judi,  cukup melaksanakan pembangunan dengan uang zakat saja. Dari zakat hanya diterima  Rp 75 juta setahunnya, itu pun berkat dorongan Pemda. Oleh karena

Anies, PA 212, Bir, dan Relasi Islam dan Negara Read More »

Mengenang Dawam Rahardjo: Dari Buku hingga Polemik-Polemiknya

SELAIN sebagai ekonom, Muhammad Dawam Rahardjo, yang wafat pada 30 Mei 2018, adalah salah seorang tokoh pembaru Islam yang cukup penting di Indonesia. Selama kuliah, saya tidak cukup beruntung bertemu langsung dengannya. Perkenalan saya hanya melalui buku dan tulisan-tulisannya yang melimpah. Buku Ekonomi Islam: Perspektif Deklarasi Makkah (Mizan, 1992) adalah ‘pertemuan’ pertama saya dengan Mas

Mengenang Dawam Rahardjo: Dari Buku hingga Polemik-Polemiknya Read More »

Kuasa “Modal” dalam Budaya Mudik

LEBARAN tahun ini diperkirakan 9 juta orang akan mudik. Menurut Kementerian Perhubungan 7 juta di antaranya menggunakan moda transportasi kereta api (KA), sedangkan sisanya menggunakan pesawat terbang, kendaraan pribadi, bus dan kapal laut.Hasrat mudik makin tinggi setelah dua tahun dirajam pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan orang tak bisa pulang ke kampung halaman. Vaksinasi booster sebagai syarat

Kuasa “Modal” dalam Budaya Mudik Read More »