Ilyas Yasin

Akademisi, mantan wartawan kampus, dan pengagum Gandhi, "Plain Living High Thinking".

“Menyapa” Mereka yang Berbeda: Perjuangan Mengakhiri Prasangka

“Orang yang tidak pernah merasakan kegelapan, biasanya tidak akan mengerti apa artinya lampu”. Ungkapan klasik ini  menggambarkan betapa seringkali kita membenci bahkan memusuhi sesuatu yang tidak kita ketahui. Kita menganggap sesuatu itu musuh kita, padahal itu adalah bayang-bayang  ketidaktahuan kita. Kita menganggapnya ia lawan kita, padahal yang harus kita lawan justru diri kita, egoisme kita, […]

“Menyapa” Mereka yang Berbeda: Perjuangan Mengakhiri Prasangka Read More »

Fokama, Kohati, dan Cinta dalam Sepotong Sagu

Fokama (Forum Kajian Mahasiswa Alauddin), boleh dikatakan, merupakan kelompok studi bergengsi di zaman saya. Walau kecil tapi keberadaan forum ini cukup diperhitungkan di kampus saya. Forum ini intensif mengadakan berbagai kegiatan diskusi atau bedah buku. Tempatnya bisa di mana saja: di masjid kampus, di bawah pohon, emperan kampus, lapangan tenis, atau di kos.  Setiap ada

Fokama, Kohati, dan Cinta dalam Sepotong Sagu Read More »

Mengenang Guru Sejati

Bagi saya semua guru itu berjasa dalam hidup saya. Setiap mereka dengan caranya masing-masing  turut berkontribusi dalam membentuk saya. Namun, dari semua guru saya sejak SD hingga PT, saya sangat terkenang dengan seorang guru waktu  tsanawiyah. Pertemuan saya dengannya  pun  terjadi  secara kebetulan.Ceritanya, menjelang naik ke kelas 6 SD saya terpaksa pindah ke sekolah tetangga,

Mengenang Guru Sejati Read More »

Gerwani, Seksualitas, dan Penundukan Perempuan

Pada tahun 1999, saya bersama teman-teman mengadakan pelatihan kepemimpinan remaja di desa saya. Pelaksananya adalah Forum Komukasi Pelajar Ranggo (FKPR)—wadah yang kami bentuk. Tempatnya di SMPN 1 Ranggo (kini SMPN 1 Pajo). Pesertanya adalah perwakilan siswa SMA/MA dan SMP di Dompu. “Peran Perempuan dalam Islam” adalah salah satu materi yang saya sisipkan dalam jadwal di

Gerwani, Seksualitas, dan Penundukan Perempuan Read More »

Konflik Palestina-Israel, Dialog Agama dan Citra Yahudi

Palestina dan Israel, atau lebih luas lagi Arab-Israel, mewarisi sejarah konflik yang cukup panjang. Kedua etnis ini sudah terlibat konflik dan kekerasan hampir 70 tahun. Bahkan jika ditarik ke belakang sudah ratusan tahun. Konflik itu cukup kompleks dan akut. Tidak hanya soal perebutan wilayah, kepentingan ekonomi dan politik tapi juga persaingan agama khususnya Islam dan

Konflik Palestina-Israel, Dialog Agama dan Citra Yahudi Read More »

Moderasi dan Tantangan Agama di Era Digital

Masih relevankah agama di era digital?” adalah pertanyaan paling menantang saat ini. Secara antropologis agama, terutama sebagai institusi mungkin tidak hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia khususnya. Tetapi banyak ramalan yang memprediksi agama akan hilang di masa depan. Ramalan mungkin tidak mengubah keyakinan umat beragama. Namanya juga keyakinan. Tetapi ada baiknya juga mencermati ramalan tersebut. Daniel

Moderasi dan Tantangan Agama di Era Digital Read More »

Islam, Ideologi dan Tafsir Kesetaraan Pancasila

Membangkitkan kembali romantisme sejarah. Itulah kesan saya setelah membaca artikel Adian Husaini “Menjernihkan Tafsir Pancasila” awal Mei lalu. Adian adalah Ketua DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), sebuah lembaga dakwah yang dirintis M Natsir dkk pasca gagal kembali berkiprah di panggung politik nasional di awal Orde Baru. Rezim Soeharto ini—yang mendaku dirinya hendak melakukan koreksi total

Islam, Ideologi dan Tafsir Kesetaraan Pancasila Read More »

Mudik dan Pencarian Jati Diri yang Otentik

Peristiwa mudik, baik di tengah ancaman pandemi Covid-19 sekarang maupun dalam situasi normal, tetap tidak banyak menunjukkan perbedaan. Meski pemerintah secara resmi melarang mudik untuk mencegah penyebaran dan penularan virus mematikan tersebut, nyatanya hasrat untuk mudik tidak terbendung. Beragam cara dan modus dilakukan pemudik untuk mengelabui petugas: mulai dari menggunakan jasa angkutan bodong, melalui jalur

Mudik dan Pencarian Jati Diri yang Otentik Read More »

Pers, Distrupsi Informasi dan Mudarat Demokrasi

Era digital benar-benar telah menandai babak baru perkembangan pers. Kalangan pers sama sekali tidak membayangkan revolusi teknologi informasi ini membawa perubahan mendasar dalam pola dan cara kerja pers. Jika sebelumnya mendirikan perusahaan pers misalnya, memerlukan modal besar dan jumlah personel dalam jumlah cukup kini tidak lagi. Orang kini bahkan dapat memproduksi suatu berita cukup dengan

Pers, Distrupsi Informasi dan Mudarat Demokrasi Read More »

Bagaimana Tambang Merampas Ruang Hidup Kita

Dengan total jumlah penduduk sekitar 300 ribu jiwa, angka kemiskinan di Kabupaten Dompu yang mencapai dua digit jelas tinggi sekali. Meski begitu, oleh pemerintah pusat, Dompu baru saja dikeluarkan dari daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), artinya tergolong tak miskin lagi. Dalam hal ini pemerintahan bupati Bambang M Yasin selama 10 tahun harus diakui menunjukkan

Bagaimana Tambang Merampas Ruang Hidup Kita Read More »