BUDAYA

Puisi-Puisi Alkhair Al Johore

RompongAku ingin mencurahapa yang aku rasa,saat ini, melalui puisiEntahlah, laptop di depanku tetap kosongJariku jadi kaku.Kosong hampa mati rasaAku di kelilingi kehidupanyang bergejolakseperti badai di samudera.Setetes saja yang dapat kurasa.Dunia baik-baik sajaAku fikir aku jugacuma terasa adaruang yang kosong di jiwaAda seseorang di cerminyang menatap asing,“kau siapa, kembalilah ” bisiknya, aku jadi panik.Malaysia, 13.1.24Ada JarakKitaSaling

Puisi-Puisi Alkhair Al Johore Read More »

The Wings of Death

AKU sebenarnya terlalu malas untuk mendengar pertengkaran orang tuaku, setiap hari bahkan hal yang sepele sekalipun selalu diperdebatkan. Aku merasa kasihan terhadap ayahku. Walaupun selalu dibentak, dimaki, dan direndahkan oleh ibuku, ayah hanya menjawab, “Jangan dibesar-besarkan, nanti didengar anak-anak”. Jawabnya dengan nada halus, “Kamu itu kalau jadi ayah, nggak usah nyalahin aku!” Jawab ibuku dengan

The Wings of Death Read More »

Filosofi Sang Jagal

IA bukan seorang filosof. Hanya seorang jagal biasa. Baginya itu esensi hidup. Tidak pernah ada pertentangan epistemologi dalam benaknya. Cara berfikirnya sederhana, seperti kebanyakan orang. Sebenarnya tidak penting membahas alam ide-nya dalam narasi-narasi rumit. Namun semua orang punya cerita masing-masing.————Jagal ini punya iman sendiri saat memahami makna keberadaan hidupnya. Ia meyakini, semua kehidupan punya esensi.

Filosofi Sang Jagal Read More »

“Gelombang Fitnah”: Puisi Alkhair Al Johore

I.Menghantam tanpa ampunBergejolak di media sosialNetizen menyebut ini fitnah ‘siber’Berkocak di pentas politikMalah dalam Dewan Rakyat!Menjadi momok bagi yang tak berdosa.II. Kata-kata beracunDisebarkan tanpa peduliMendistorsi kebenaranMembuat orang terluka dan terjatuhIII. Fitnah menjalar seperti apiMerusak hubungan dan persahabatanMenyebar kesalahfahamanMemecah-belah komuniti dan bangsaIV. Dalam gelombang fitnahKeadilan terkubur di balik kebohonganHarga diri terinjak-injakDan kebenaran terhinap tanpa belas kasihanV.

“Gelombang Fitnah”: Puisi Alkhair Al Johore Read More »

Penyair Alam Semesta

i.Tugas seorang penyair,luas dan mendalam,Adalah untuk mendidik, menyedarkan, mengagumkan.Dengan kata-kata sebagai warna, mereka melukis pemandangan,Membimbing pembaca melalui realiti yang ghaib.ii.Dalam ayat, mereka menangkap paradoks kehidupan yang hebat,Dan mendedahkan kebenaran yang tersembunyi di bawah blok kehidupan.Mereka mencabar persepsi, bentuk, dan norma,Membuka minda kepada dimensi baharu, bentuk yang tidak pernah didengari.iii.Seorang penyair mesti mendidik manusia,Melalui metafora, imajinasi,

Penyair Alam Semesta Read More »

Perempuan dalam Syair Ahmad Syauqi

LIHATLAH, betapa perempuan selalu dianggap makhluk lemah bahkan tak segan-segan perempuan dianggap tak berdaya. Beberapa menganggapnya hanya sosok yang hanya mampu memenuhi ranah domestik saja, beberapa juga menganggapnya hanya pemuas nafsu lelaki. Sungguh nestapa bukan?Padahal, ia adalah sosok yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi dan mampu bersaing di ranah apa pun bahkan ia mampu untuk

Perempuan dalam Syair Ahmad Syauqi Read More »

Beri Anak-Anak itu Ruang dan Peluang

I.Lihat oh dunia yangpekak dan butaBeri anak-anak Palestina ini ruang dan peluanguntuk bercanda dan bermainDi negeri kekacauan dan perselisihan,Di mana impian hancur, harapan membara,Di sana berdiri kanak-kanak, tabah dan kuat,Di bumi Palestin, tempat tumpah darah mereka.II.Di tengah kekacauan dan keputusasaan yang tidak berkesudahan,Dengan mainan yang rosak dan pakaian lusuh untuk dipakai,Mereka mendambakan peluang untuk menjalani

Beri Anak-Anak itu Ruang dan Peluang Read More »

Puisi Cinta untuk Palestina

Kupu-Kupu PalestinaAnak-anak PalestinaKau ibarat metamorfosis seekor kupu-kupu menunggu waktu untuk meluncur terbang di angkasa.Mungkin ini belum pernah terjadi namun,kau memiliki keindahan yang luar biasa, menjadi simbol harapan dan keindahanKau tetap adadi tengah-tengah kekacauanKau digelar – danaus chrysippus orientisSayapmu coklat berbelang berbintik oren dan hitam. Meski kondisi bumimu masih tidak kondusifKau harus lebih agresif untuk hidup

Puisi Cinta untuk Palestina Read More »

Hanta U’a Pua dan Pembentukan Karakter Dou Mbojo

RANGKAIAN Festival Hanta U’a Pua di Kesultanan Bima, Nusa Tenggara Barat tanggal 27-28 Oktober 2023 mulai digelar dengan semarak dan khidmat. Selain warga Bima sendiri, juga warga Bima asal daerah lain turut serta meramaikan acara tersebut.Hanta U’a Pua tahun ini sedikit lebih akbar dari sebelumnya, karena melibatkan banyak komunitas, paguyuban, dan lembaga formal dan non

Hanta U’a Pua dan Pembentukan Karakter Dou Mbojo Read More »

“Dijual: Iman, Siapa Mau Beli?”: Sinetron Para Pencari Tuhan

“Dijual: Kelas sosial, siapa mau beli?” itu ialah salah satu kredo Seno Gumira Ajidarma dalam bukunya Affair: Obrolan Urban. Kredo itu muncul dalam esainya Wacana Kasihan yang menyoroti tumbuhnya kelas menengah dan ekonomi baru di Jakarta. Kelas sosial ini dibombardir sedemikian rupa oleh iklan sehingga membentuk gaya hidup baru masyarakat urban.Seno berargumen, pertumbuhan ekonomi lewat

“Dijual: Iman, Siapa Mau Beli?”: Sinetron Para Pencari Tuhan Read More »