“Ketika”: Trilogi Puisi Folklor Sasambo (Tradisi Lisan Sasak-Samawa-Mbojo)

1
SEMAIK, SEMAIK MAIK, MULE MAIK
(moderasi hidup Dengan Sasak)

ketika mendasari pilar, harus “semaik” untuk kekokohan

ketika pilar telah berdiri, harus “semaik” untuk kelurusan

ketika berdiri  tegak, harus “semaik” untuk ketepatan

ketika meneggakkan rumah, harus “semaik” untuk kemampuan

ketika rumah sudah ditempati, harus “semaik” untuk kenyamanan

ketika ditempati sanak famili, harus “semaik” untuk kepantasan

ketika  famili mengenakan sandang , harus “semaik” untuk keanggunan

ketika sandang benghendaki pangan , harus “semaik-maik” untuk kehidupan

ketika pangan dihidangkan, harus “semaik-maik” untuk kecukupan

ketika hidangan dinikmati, harus “semaik-maik” untuk kesehatan

ketika menikmati  pekerjaan,  harus “semaik-maik “untuk kesejahteraan

ketika pekerjaan telah ditunaikan, harus “semaik-maik” untuk  keseimbangan

ketika menunaikan  kewajiban,  harus “semaik-maik” untuk penghargaan

ketika kewajiban meminta haknya ,  harus “semaik-maik” untuk  keadilan

kekokohan, kelurusan, ketepatan, kenyamanan, kepantasan dan keanggunan,

“mule maik”

kehidupan, kecukupan, kesehatan,  kesejahteraan , keseimbangan, penghargaan, keadilan,

“ mule maik”

“semaik, semaik-maik, mule maik”

itulah moderasi hidup dengan sasak


2
SABALONG SAMALEWA
(keseimbangan lelaku Tau Samawa)

ketika orang  tua melepas anaknya “sabalong”  kehati-hatian

ketika anak mengihlaskan orang tuanya” sabalong”   keselamatan

ketika pemimpin mengawal rakyatnya  “sabalong”  kesejahteraan

ketika  rakyat mengingatkan  pemimpinnya ”sabalong”  ketauladanan

ketika  saudara sesama saudara “sabalong”  kebersamaan

ketika  si kaya memberi si miskin ”sabalong”   kebangkitan

ketika  si miskin meminta pada  si kaya ”sabalong”  pemahaman

ketika petani mengajak pedagang “sabalong“  perniagaan

ketika pedagang mengajak petani  “sabalong“  keuntungan

ketika yang benar kepada yang salah ”sabalong”   kesadaran

ketika yang salah kepada yang benar “ sabalong”  dimaafkan

ketika yang sehat kepada yang sakit “sabalong ”  keafiyatan

ketika yang  sakit kepada yang sehat ” sabalong”  keikhlasan 

ketika yang  ingat  kepada yang lupa “sabalong”  perhatian

Baca Juga  Serat Menak Sarehas: Islamisasi Teks atau Tradifikasi Islam?

ketika dalam keberagaman “sabalong“  kerukunan

ketika larut keduniawiaan “sabalong“  keinsafan

sabalong  samalewa

keseimbangan lelaku tau samawa


3
KALEMBO ADE
(kekayaan lisan Dou Mbojo)

ketika anak merantau “kalembo ade” hadir mend’oakan

ketika anak sampai rantauan “kalembo ade” hadir mengingatkan

ketika anak mulai menutut ilmu “kalembo ade” hadir menguatkan

ketika anak menghadapi kesulitan  “kalembo ade” hadir membesarkan

ketika bersua saudara  “kalembo ade” hadir merindukan

ketika saudara berkunjung  “kalembo ade” hadir mempersilahkan 

ketika saudara menghidangkan “kalembo ade” hadir mengikhlaskan

ketika saudara berpisah “ kalembo ade” hadir mempertautkan

ketika rakyat kehilangan pegangan “ kalembo ade” hadir menyadarkan

ketika rakyat bertikai “kalembo ade” hadir mendamaikan

ketika rakyat bersatu “kalembo ade” hadir mengokohkan

ketika rakyat makmur  “kalembo ade” hadir kesyukuran

ketika pemimpin  tauladan “kalembo ade” hadir mengagungkan

ketika pemimpin lupa  “kalembo ade” hadir menyadarkan

ketika pemimpin tirani “kalembo ade” hadir menurunkan

ketika pemimpin zholim  “kalembo ade” hadir membumi hanguskan

kalembo ade

kalembo ade

kekayaan lisan dou  mbojo

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *