1
SEMAIK, SEMAIK MAIK, MULE MAIK
(moderasi hidup Dengan Sasak)
ketika mendasari pilar, harus “semaik” untuk kekokohan
ketika pilar telah berdiri, harus “semaik” untuk kelurusan
ketika berdiri tegak, harus “semaik” untuk ketepatan
ketika meneggakkan rumah, harus “semaik” untuk kemampuan
ketika rumah sudah ditempati, harus “semaik” untuk kenyamanan
ketika ditempati sanak famili, harus “semaik” untuk kepantasan
ketika famili mengenakan sandang , harus “semaik” untuk keanggunan
ketika sandang benghendaki pangan , harus “semaik-maik” untuk kehidupan
ketika pangan dihidangkan, harus “semaik-maik” untuk kecukupan
ketika hidangan dinikmati, harus “semaik-maik” untuk kesehatan
ketika menikmati pekerjaan, harus “semaik-maik “untuk kesejahteraan
ketika pekerjaan telah ditunaikan, harus “semaik-maik” untuk keseimbangan
ketika menunaikan kewajiban, harus “semaik-maik” untuk penghargaan
ketika kewajiban meminta haknya , harus “semaik-maik” untuk keadilan
kekokohan, kelurusan, ketepatan, kenyamanan, kepantasan dan keanggunan,
“mule maik”
kehidupan, kecukupan, kesehatan, kesejahteraan , keseimbangan, penghargaan, keadilan,
“ mule maik”
“semaik, semaik-maik, mule maik”
itulah moderasi hidup dengan sasak
2
SABALONG SAMALEWA
(keseimbangan lelaku Tau Samawa)
ketika orang tua melepas anaknya “sabalong” kehati-hatian
ketika anak mengihlaskan orang tuanya” sabalong” keselamatan
ketika pemimpin mengawal rakyatnya “sabalong” kesejahteraan
ketika rakyat mengingatkan pemimpinnya ”sabalong” ketauladanan
ketika saudara sesama saudara “sabalong” kebersamaan
ketika si kaya memberi si miskin ”sabalong” kebangkitan
ketika si miskin meminta pada si kaya ”sabalong” pemahaman
ketika petani mengajak pedagang “sabalong“ perniagaan
ketika pedagang mengajak petani “sabalong“ keuntungan
ketika yang benar kepada yang salah ”sabalong” kesadaran
ketika yang salah kepada yang benar “ sabalong” dimaafkan
ketika yang sehat kepada yang sakit “sabalong ” keafiyatan
ketika yang sakit kepada yang sehat ” sabalong” keikhlasan
ketika yang ingat kepada yang lupa “sabalong” perhatian
ketika dalam keberagaman “sabalong“ kerukunan
ketika larut keduniawiaan “sabalong“ keinsafan
sabalong samalewa
keseimbangan lelaku tau samawa
3
KALEMBO ADE
(kekayaan lisan Dou Mbojo)
ketika anak merantau “kalembo ade” hadir mend’oakan
ketika anak sampai rantauan “kalembo ade” hadir mengingatkan
ketika anak mulai menutut ilmu “kalembo ade” hadir menguatkan
ketika anak menghadapi kesulitan “kalembo ade” hadir membesarkan
ketika bersua saudara “kalembo ade” hadir merindukan
ketika saudara berkunjung “kalembo ade” hadir mempersilahkan
ketika saudara menghidangkan “kalembo ade” hadir mengikhlaskan
ketika saudara berpisah “ kalembo ade” hadir mempertautkan
ketika rakyat kehilangan pegangan “ kalembo ade” hadir menyadarkan
ketika rakyat bertikai “kalembo ade” hadir mendamaikan
ketika rakyat bersatu “kalembo ade” hadir mengokohkan
ketika rakyat makmur “kalembo ade” hadir kesyukuran
ketika pemimpin tauladan “kalembo ade” hadir mengagungkan
ketika pemimpin lupa “kalembo ade” hadir menyadarkan
ketika pemimpin tirani “kalembo ade” hadir menurunkan
ketika pemimpin zholim “kalembo ade” hadir membumi hanguskan
kalembo ade
kalembo ade
kekayaan lisan dou mbojo

Pegiat Bahasa, Seni Budaya UIN Mataram dan Founder Pesantren Seni Ma’shum Institute





