Aba Du Wahid

Pegiat literasi dan peminat sufisme lokal

Joki Cilik: Penunggang Nasib Penuh Debu

ANAK-ANAK itu membara! Membara sekujur tubuhnya dipanggang oleh terik matahari di lintasan pacuan kuda, dan legam dikepung oleh deru debu panas.Membara jiwanya memburu dan menyongsong kemenangan demi kemenangan dari atas punggung kuda.Membara semangatnya dalam memegang janji dan amanat memenangkan nilai sportivitas dan kejuangan tanpa kenal lelah dan pamrih.Membara pikirannya dalam menjumput nasib dan martabat diri, …

Joki Cilik: Penunggang Nasib Penuh Debu Selengkapnya »

Moderasi Beragama dalam Kearifan Dou Mbojo

MODERASI beragama secara sederhana dipahami sebagai cara pandang, sikap, atau perilaku beragama yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, dan selalu mengedepankan kemaslahatan bersama (public virtue). Tidak menafikan orang lain, apalagi mengganggu dan memeranginya.Sementara itu, kearifan lokal merujuk kepada pengetahuan atau kebijaksanaan suatu masyarakat yang bersumber dari nilai luhur yang diwariskan, sebagai ruh kebudayaan, bekerja sebagai perangkat menata …

Moderasi Beragama dalam Kearifan Dou Mbojo Selengkapnya »

Daur Ulang Penindasan: Pantulan Orwell

PETERNAKAN Manor adalah ladang penindasan dan pemerasan bangsa binatang oleh tirani manusia. Sebegitu lamanya sampai pemimpin spiritual-kharismatik bangsa binatang, dari kalangan babi, menyadarkan sesamanya bahwa mereka benar-benar perlu bangkit untuk melawan, menyelenggarakan pemberontakan. Ia menanamkan kesadaran tentang penindasan, lalu menabur mimpi tentang masa depan, yaitu kedaulatan atas tanah peternakan mereka sendiri.Momentum pemberontakan itu muncul seiring …

Daur Ulang Penindasan: Pantulan Orwell Selengkapnya »

Ketika Idola-Fans Bertemu, Diskusinya Asyik Biarpun Pesannya Berat

Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, Lc, MA. itu fenomenal. Populer dengan sebutan Tuan Guru Bajang atau disingkat TGB. Ia menjadi gubernur pada usia muda, 36 tahun. Pada 2008, ia berhasil mendapat rekor MURI untuk gubernur termuda di Indonesia. Menjabat dua periode, sampai 2018.Sebelum gubernur, ia jadi akademisi cum muballigh. Ia juga nyambi jadi politisi. Pernah …

Ketika Idola-Fans Bertemu, Diskusinya Asyik Biarpun Pesannya Berat Selengkapnya »

Investasi yang Tekor dan Makan Siang yang Batal

ENTAH MENGAPA kaum ibu senang sekali menghadiri acara yang di situ ada Tokoh Kita. Rupanya diam-diam mereka ngefans berat sama Tokoh Kita, seakan-akan ia selebriti saja. Ia memang banyak penggemarnya, terutama dari kaum hawa. Bukankah seorang ulama besar di kota ini yang sudah almarhum dulu sering memanggil Tokoh Kita sebagai bintang film?Gaya komunikasi Tokoh Kita …

Investasi yang Tekor dan Makan Siang yang Batal Selengkapnya »

Pembual dan Amplop Tebal

SUATU saat, Abu Nawas berjalan-jalan sore di pasar. Sampai di sebuah warung sate hidungnya mencium bau sedap dari asap sate yang sedang dibakar. Abu nawas merogoh kantungnya, ternyata ia hanya punya dua kepingan uang, tak cukup buat beli sate. Ia lalu merayu hatinya untuk rela menerima baunya saja. Melihat Abu Nawas menikmati bau satenya, sang …

Pembual dan Amplop Tebal Selengkapnya »

Rakyat Pemimpin, kan? Ya, Traktir, Dong!

“Pemimpin terbaik adalah yang kehadirannya tidak dirasakan. Tetapi ketika ia selesai dengan tugasnya, orang berkata, ’kita telah bisa sendiri” (Lau Tze) SUDAH merupakan etiket masyarakat di negeri ini kalau makan-makan di suatu restoran atau di mana pun, pasti salah seorang menjadi bos. Tidak nafsi-nafsi seperti masyarakat kapitalis. Dan sang orang besar-lah yang pasti membayar. Jika …

Rakyat Pemimpin, kan? Ya, Traktir, Dong! Selengkapnya »

Leura: Sebuah Desa/Kota dan Makna Kulturalnya

INI tentang Leura, kampung konservasi di kawasan wisata Katoomba pegunungan Blue Mountains, New South Wales (NSW), Australia, 100 kilometer sebelah barat kota Sydney. Dengan kereta api ditempuh 2 jam dari Central Station dan selisih sepuluh menit lebih cepat dengan mobil. Kampung ini mulai ditata tahun 1890an dengan cita rasa romantisme Eropa. Rumah-rumah tua dengan taman …

Leura: Sebuah Desa/Kota dan Makna Kulturalnya Selengkapnya »

Bima Diaspora dan Bawang di Banjarmasin

DI Kota Banjarmasin ada Pasar Lima, pusat perdagangan rempah-rempah, terutama bawang merah. Pedagang dari berbagai daerah seperti Jawa, Madura, Makassar, Padang, dan Bima, tentu saja dari Banjar sendiri, berbaur mencari rejeki. Di sisi lain, mereka meretas relasi multikultural, yang memungkinkan mereka punya stabilitas dalam menyelenggarakan perdagangan dan urusan sosial. Puluhan orang Bima pedagang menjadikan Pasar …

Bima Diaspora dan Bawang di Banjarmasin Selengkapnya »

Sisi Intelektualitas Debat Pilkada: Catatan dari Dalam

KETIKA dihubungi untuk terlibat dalam salah satu rangkaian proses Pilkada Kabupaten Bima, yakni Debat Terbuka, saya perlu klir-kan, mengapa memilih kami sebagai tim penyusun materi. Jawaban pihak KPU, bahwa kapasitas kepakaran, rekam jejak integritas, dan independensi adalah kriteria utama tim, membuat saya tidak bisa bilang tidak. Saya rasa demikian juga tiga anggota tim lainnya. Dalam …

Sisi Intelektualitas Debat Pilkada: Catatan dari Dalam Selengkapnya »