Blencong, Bayang, dan Kentut: Politik Tawa dalam Dunia Punakawan
Di tengah gemerlap kisah Mahabharata yang sakral, ketika para ksatria berbicara dengan bahasa tinggi dan kosmos ditata oleh kehendak para dewa, muncul sebuah gangguan yang nyaris subversif. Gangguan itu bukan datang dari musuh, bukan pula dari kekuatan adikodrati, melainkan dari tawa. Tawa yang lahir dari tubuh-tubuh cacat, suara serak, logat kasar, dan humor yang sering […]
Blencong, Bayang, dan Kentut: Politik Tawa dalam Dunia Punakawan Read More »



