Qurrotu A'yun

Seorang perempuan Jawa yang mencintai kedua putrinya dan mencintai anak-anak negeri, terus belajar tentang kehidupan adalah panggung puisi maha besaar yang belum mampu ditaklukkan.

Perempuan Kedua

ENTAH sudah berapa lama aku menjadi “kembang bayang”, namun tak sekalipun aku melihatnya mengeluh.  Merawat dan melayani semua keperluanku tanpa kuminta. Ia selalu mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Padahal aku merasakan tubuhku semakin hari kian memburuk. Jangankan mengaduk air hitam untuknya, menyuguhkan segelas air putih saja aku sudah tak bisa.Bahkan, untuk bernafas pun aku …

Perempuan Kedua Selengkapnya »

Sajak-Sajak Qurrotu A’yun

AKU SEBUT DIA Dia yang kusebut rinduTelah menengok hatiMengurai benang waktuMenenun asa yang ingin aku sulam dengan warna merah jingga Dia yang kusebut rinduMembaluri sekujur tubuh dengan narasi kelembutanPesuluk menemukan pendar dalam genggamDia yang kusebut rinduMengajak nurani berpetualangMelipat rapi kenang dalam lemari keikhlasanSurabaya, 29 Juni 2020.[] [] [] PENGORBANAN CINTA Cintaku meminta cintaSaat kayuhan doa …

Sajak-Sajak Qurrotu A’yun Selengkapnya »