Luka Ci(n)ta
Ia terbaring lemah di tengah orang-orang berbaju hijau. Rintihannya mengiba memanggil nama suaminya yang tak kunjung datang. Waktu tersisa lima menit lagi. Keringatnya kian bercucuran, napas pun beraturan. Dapat aku rasakan ia sangat khawatir. Semua perawat mencoba menenangkan hatinya. Teng! Operasi harus segera dilakukan. Gita memulainya dengan hati-hati, teliti, dan penuh harapan.“Sha,” bisiknya dengan gemetar […]
