HIKMAH

Tumbuh dengan Cinta, Berkembang dengan Perlindungan: Refleksi Hari Anak Nasional

Baru dua hari yang lalu kita memperingati Hari Anak Nasional—sebuah momentum penting yang seharusnya tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi cermin bagi kita semua—sejauh mana kita benar-benar hadir dalam kehidupan anak-anak. Dua hari telah berlalu, namun esensinya harus terus hidup—bahwa anak bukan hanya masa depan bangsa, tetapi juga cermin moral hari ini, sebab melalui […]

Tumbuh dengan Cinta, Berkembang dengan Perlindungan: Refleksi Hari Anak Nasional Read More »

Musa dan Pilihan Moral Sehari-hari

Dalam beberapa kisah, Quran memberikan kita semacam crash course tentang moralitas, yakni melalui pembacaan terhadap kisah-kisah yang meng-explore karakteristik kesadaran moral manusia dalam tindakannya. Tengoklah sejenak bagaimana Allah menggelitik moral kita melalui kisah perjumpaan Musa ‘alaihissalam dengan Khidr ‘alaihissalam. Kisah yang memberikan kita food of thought tentang bagaimana moralitas individual yang subjektif berdinamika dengan moralitas

Musa dan Pilihan Moral Sehari-hari Read More »

Memilih Sunyi di Tengah Zaman yang Riuh

Saat ini kita sedang hidup di zaman yang riuh—zaman di mana semua orang ingin didengar, semua pemandangan ingin ditatap, dan semua kabar ingin dipercaya. Zaman ketika segala sesuatu berlomba-lomba mencuri perhatian—suara yang saling bertabrakan, gambar yang tiada henti berkedip, dan kata-kata yang terus mengalir tanpa jeda—kita perlahan kehilangan satu anugerah yang tak ternilai, yakni ketenangan.

Memilih Sunyi di Tengah Zaman yang Riuh Read More »

Eko-Healing: Merawat Alam Pasca Banjir

Banjir seringkali kita pandang semata-mata sebagai bencana fisik—air yang merusak rumah, merendam ladang, dan meluluhlantakkan fasilitas umum, padahal dampak banjir jauh lebih dalam daripada sekadar kerusakan material, banjir bahkan melukai ruang batin, menciptakan trauma kolektif, kehilangan rasa aman, dan meretakkan hubungan manusia dengan lingkungannya.Di sinilah eko-healing menjadi sangat penting, dalam rangka penyembuhan mental dan spiritual

Eko-Healing: Merawat Alam Pasca Banjir Read More »

Merawat Tradisi dengan Keteguhan Prinsip

Ketika Rasulullah saw hijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura. Nabi pun bertanya mengapa mereka berpuasa? Mereka menjawab: “Ini adalah hari yang agung, hari ketika Tuhan menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai tanda syukur kepada Allah, dan kami juga ikut berpuasa.”(HR.

Merawat Tradisi dengan Keteguhan Prinsip Read More »

Memulai Tahun Baru 1447 H, Damai bersama Manusia dan Alam

Tahun Baru Islam yang bermula dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah bukan sekadar momen keagamaan bagi umat Islam, tetapi menyimpan pesan kemanusiaan yang bersifat universal, demikian pesan moral Bapak Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dalam acara Car Free Day Syiar Muharram 1447 H di Jalan Tamrin pada

Memulai Tahun Baru 1447 H, Damai bersama Manusia dan Alam Read More »

Tatkala al-Qur’an sebagai Indra Keenam

Di tengah hingar-bingar dunia yang semakin kompleks, hampir semua manusia di zaman modern ini makin bergantung pada kecanggihan teknologi dan data empiris. Segala sesuatu diukur dengan pengelihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa—lima indra utama yang menjadi jendela pengalaman manusia terhadap dunia luar. Tapi apakah cukup hanya dengan mengandalkan kelima indra ini untuk membedakan kebenaran dan

Tatkala al-Qur’an sebagai Indra Keenam Read More »

Makna Kurban sebagai Ritme Kosmik

Seminggu yang lalu masih segar dalam ingatan bagaimana seluruh umat Islam sedunia melaksanakan ibadah kurban, salah satu syariah dalam Islam yang perintahnya senafas dengan ayat tentang salat, fasollilirabikka wanhar, maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. (QS. Al-Kautsar : 2). Artinya Salat menjadi simbol komunikasi vertikal—hubungan manusia dengan Tuhan, dan kurban sebagai manifestasi pengabdian yang

Makna Kurban sebagai Ritme Kosmik Read More »

Ketika Iman Diuji: Kisah Abadi dari Lembah tak Bernama

Di sebuah lembah tandus tak bernama, seorang ayah yang telah sepuh bernama Ibrahim diperintahkan untuk melakukan sesuatu di luar nalar yang sangat mengejutkan, yakni mengurbankan anak yang telah lama ia rindukan dan doakan kehadirannya—Ismail. Perintah itu datang bukan dari mimpi biasa, melainkan dari wahyu Ilahi, sebuah ujian cinta dan keimanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Di

Ketika Iman Diuji: Kisah Abadi dari Lembah tak Bernama Read More »

Ketika Cinta Tak Terbakar: Rahasia Iman Nabi Ibrahim

Tahukah bahwa, ada satu pernyataan indah dari Nabi Ibrahim tentang pengalaman hidup yang tak terlupakan dan patut kita renungkan. Pernyataan itu berbunyi bahwa “hal yang paling mengesankan dalam hidup saya adalah tatkala berada di tengah bara api yang menyala”. Ini merupakan ungkapan yang penuh makna spiritual dan eksistensial, bukan sekadar peristiwa mukjizat yang luar biasa,

Ketika Cinta Tak Terbakar: Rahasia Iman Nabi Ibrahim Read More »