Maimun Zubair

Dosen UIN Mataram

Ketika Gunung Mulai Berbicara: Membaca Krisis Ekologi dalam Perspektif Ekoteologi

Ada saat-saat ketika alam seolah berhenti menjadi pemandangan dan mulai berubah menjadi pesan. Gunung yang selama ini kita lihat sebagai siluet indah dari kejauhan tiba-tiba mengepulkan asap, langit yang biasanya biru tiba-tiba berubah kelabu oleh abu vulkanik, suara gemuruh mulai terdengar dari kejauhan, jalan-jalan dan penerbangan dibatasi dan malah terganggu, dan masyarakat pun diminta harus

Ketika Gunung Mulai Berbicara: Membaca Krisis Ekologi dalam Perspektif Ekoteologi Read More »

Andai Nabi saw Tidak Hadir di Tengah Kita: Akankah Kita Punya Bekal untuk Pulang

Ada orang yang kita cintai karena ia pernah umemberi sesuatu kepada kita. Ada yang kita cintai karena ia pernah menolong kita ketika berada dalam kesulitan. Ada pula yang kita cintai karena kehadirannya membuat hidup kita terasa lebih bermakna. Tetapi pernahkah kita bertanya: siapakah manusia yang paling berjasa?, bahkan jasanya melampaui apa yang mampu kita hitung.

Andai Nabi saw Tidak Hadir di Tengah Kita: Akankah Kita Punya Bekal untuk Pulang Read More »

Rabi’ul Awwal: Ketika Sang Nabi Lahir di Musim Semi

Ada sebuah keindahan yang patut direnungkan setiap kali kita memasuki Rabi‘ul Awwal, bulan ketiga dalam kalender Hijriah. Kita mengenalnya sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tetapi ada makna lain yang tidak kalah menarik: Rabi‘ul Awwal secara bahasa berarti “musim semi pertama.” Rabī‘ merujuk pada musim semi, sedangkan al-awwal berarti pertama. Nama ini berasal dari tradisi

Rabi’ul Awwal: Ketika Sang Nabi Lahir di Musim Semi Read More »

Hidup Tanpa Tuhan: Ketika Bencana Mengembalikan Kesadaran Ketuhanan

ADA sesuatu yang menarik sekaligus menyedihkan dalam diri kita sebagai manusia. Ketika hidup berjalan baik, kesehatan terjaga, pekerjaan lancar, keluarga aman, perjalanan nyaman, dan segala sesuatu berada dalam kendali, kita sering merasa mampu menjalani hidup tanpa banyak mengingat Tuhan. Kita sibuk mengejar target, mengandalkan kemampuan, teknologi, uang, jabatan, koneksi, bahkan kepandaian. Tuhan seolah-olah hanya berada

Hidup Tanpa Tuhan: Ketika Bencana Mengembalikan Kesadaran Ketuhanan Read More »

Kapal Terbakar di Tengah Laut: Ironi Api Menyala di Tempat yang Penuh Air

Rabu, 12 Agustus 2026, sebuah peristiwa yang sangat dramatis terjadi di perairan Selat Lombok, kapal terbakar di tengah lautan yang penuh air. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita betapa kehidupan sering menghadirkan ironi yang sulit kita bayangkan: KMP Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran ketika berlayar dari Padangbai, Bali, menuju Lombok.Secara logika sederhana, kita mungkin bertanya: bagaimana

Kapal Terbakar di Tengah Laut: Ironi Api Menyala di Tempat yang Penuh Air Read More »

Bagai Tukang Sapu di Atas Kanvas

Ada seorang pelukis yang sedang berdiri di depan sebuah kanvas putih. Di tangannya bukan sapu biasa, melainkan kuas yang setiap goresannya akan menentukan keindahan lukisan. Sebelum kuas itu menyentuh kanvas, ia tidak tergesa-gesa. Ia berpikir panjang. Ia membayangkan komposisi warna, keseimbangan bentuk, arah cahaya, dan pesan yang ingin disampaikan. Ia sadar bahwa satu goresan yang

Bagai Tukang Sapu di Atas Kanvas Read More »

Makanlah dari Makanan yang Dekat: Ketika Keserakahan Menumpulkan Nurani

Dalam salah satu hadis Rasulullah SAW pernah menasihati seorang anak kecil, “Wahai anak kecil, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang berada di dekatmu.”  (HR. Bukhari dan Muslim).Sekilas hadis ini tampak sederhana. Ia berbicara tentang etika makan di meja hidangan. Namun sebagaimana banyak sabda Rasulullah SAW yang lain, di balik kesederhanaan

Makanlah dari Makanan yang Dekat: Ketika Keserakahan Menumpulkan Nurani Read More »

Petani Miskin di Negeri yang Subur

Barangkali tidak ada ironi yang lebih menyakitkan daripada melihat seorang petani kelaparan di tengah hamparan sawah yang menghijau. Tanahnya subur, airnya melimpah, matahari bersinar sepanjang tahun, tetapi dapurnya tetap mengepul tipis karena kemiskinan. Persoalannya bukan karena alam berhenti memberi, akan tetapi karena potensi yang tersedia tidak pernah benar-benar diolah.Ironi itulah yang sesungguhnya sedang kita alami

Petani Miskin di Negeri yang Subur Read More »

Kebaikan Tidak Pernah Salah Alamat: Ketika Menyesali Kebaikan yang Pernah Dilakukan

Ada satu bentuk penyesalan yang jarang dibicarakan, tetapi diam-diam tumbuh dalam kehidupan banyak orang. Penyesalan itu bukan karena pernah melakukan kesalahan, bukan pula karena pernah terjerumus ke dalam dosa. Penyesalan itu justru lahir karena pernah berbuat baik. Kalimat seperti, “Menyesal saya membantu dia,” “Kalau tahu akhirnya begini, dulu saya tidak akan memperjuangkannya,” atau “Seandainya waktu

Kebaikan Tidak Pernah Salah Alamat: Ketika Menyesali Kebaikan yang Pernah Dilakukan Read More »

Seni Menjaga Hati di Tengah Luka: Belajar untuk Tidak Menyalahkan

“Jika ada orang melempar api ke rumahmu, jangan kejar orangnya. Padamkan saja apinya agar rumahmu tidak terbakar.”Kalimat sederhana ini menyimpan pelajaran yang sangat mendalam tentang cara menghadapi hidup. Hampir setiap orang pernah disakiti, dikecewakan, dikhianati, atau diperlakukan tidak adil. Namun menariknya, tidak semua orang mengalami dampak yang sama. Ada yang mampu bangkit menjadi pribadi yang

Seni Menjaga Hati di Tengah Luka: Belajar untuk Tidak Menyalahkan Read More »