Maimun Zubair

Dosen UIN Mataram

Berlomba dengan Pendosa

Ada sebuah ungkapan anonim yang kerap beredar di tengah ruang-ruang spiritual, mengusik kesadaran dan menggugah jiwa: “Jika anda belum mampu berlomba dengan orang saleh dalam meningkatkan kebaikan, maka berlombalah dengan para pendosa untuk bertaubat kepada Allah.”Ungkapan ini tidak sekadar indah untuk diucapkan, tetapi juga menyimpan sebuah paradoks mendalam dalam kehidupan spiritual—bahwa terkadang, para pendosa justru […]

Berlomba dengan Pendosa Read More »

Membaca Ulang Habis Gelap Terbitlah Terang sebagai Manifesto Pantang Menyerah

Ketika nama Raden Ajeng Kartini disebut, ingatan kita kerap berkelindan pada hal-hal yang kasatmata—kebaya yang anggun, sanggul yang tertata, serta perayaan seremonial yang berulang setiap tahun. Namun, jika ditelisik lebih dalam, gambaran tersebut sesungguhnya belum menyentuh inti dari siapa Kartini sebenarnya. Kebaya dan sanggul hanyalah penanda kultural dari identitas perempuan Jawa pada masanya, khususnya dari

Membaca Ulang Habis Gelap Terbitlah Terang sebagai Manifesto Pantang Menyerah Read More »

Prismatika Kebaikan: Menjadi Manusia yang Memancarkan Manfaat Tanpa Batas

Mengawali uraian kolom hikmah hari ini, baiknya kita renungkan sebuah kisah menarik tentang kebermanfaatan dalam kehidupan.Dahulu, ada seorang tukang air yang setiap hari mengambil air dari sungai untuk dibawa ke rumah majikannya. Ia menggunakan sebatang pikulan dengan dua ember di kiri dan kanan.Salah satu ember itu sempurna, tidak bocor, sedangkan ember yang satunya retak kecil

Prismatika Kebaikan: Menjadi Manusia yang Memancarkan Manfaat Tanpa Batas Read More »

Phubbing, Dosa Sunyi dalam Etika Komunikasi

Di tengah derasnya arus digital, ada satu fenomena yang tampak sepele namun perlahan menggerus kualitas relasi antarmanusia, yakni phubbing. Istilah ini merupakan gabungan dari kata phone dan snubbing, yang berarti tindakan mengabaikan orang di hadapan kita, karena lebih sibuk dengan ponsel. Sekilas aktivitas phubbing ini tampak biasa—sekadar mengecek pesan, scrolling media sosial, atau membaca notifikasi,

Phubbing, Dosa Sunyi dalam Etika Komunikasi Read More »

Morning Person: Rahasia Sukses yang Dilalaikan

Ada satu mitos lama yang diam-diam kita rawat: bahwa kesuksesan lahir dari begadang panjang, dari malam-malam yang dikorbankan, dari kopi yang tak pernah dingin, dan dari mata yang dipaksa tetap terbuka saat dunia sudah terlelap. Kita sering memuliakan mereka yang tidur paling larut, seolah-olah waktu malam adalah satu-satunya ruang suci bagi produktivitas. Namun perlahan, kesadaran

Morning Person: Rahasia Sukses yang Dilalaikan Read More »

Ketika Gema Takbir Menggulung Ramadhan: Menelisik Jejak Ibadah Pasca Puasa

Seorang murid tiba-tiba datang menghadap kepada gurunya beberapa hari setelah Ramadhan berlalu. Wajahnya tampak murung, matanya sayu seperti kehilangan sesuatu yang berharga. Ia berkata dengan suara lirih, “Wahai guru, aku merasa ada yang hilang dari diriku. Beberapa saat yang lalu biasanya hatiku lembut, lisanku berdzikir dengan ringan, malamku hidup dengan doa. Tapi sekarang semua itu

Ketika Gema Takbir Menggulung Ramadhan: Menelisik Jejak Ibadah Pasca Puasa Read More »

Finishing Puasa di Garis Taqwa: Siapa yang Sampai dan Siapa yang Lewat Saja

Ramadhan selalu datang seperti sebuah undangan agung—mengajak manusia memasuki ruang latihan spiritual yang intens, sunyi, dan penuh makna. Ia bukan sekadar bulan ibadah, tetapi sebuah perjalanan transformasi. Dalam perjalanan ini, setiap Muslim pada hakikatnya sedang mengikuti sebuah perlombaan: bukan perlombaan melawan orang lain, tetapi perlombaan melawan dirinya sendiri. Dan garis finish dari perlombaan itu telah

Finishing Puasa di Garis Taqwa: Siapa yang Sampai dan Siapa yang Lewat Saja Read More »

Sunyi sebagai Jalan menuju Kesadaran: Refleksi Spiritual tentang Puasa dan Hari Raya Nyepi

Di ujung perjalanan Ramadan tahun 1447 H, kita menyaksikan sebuah perjumpaan waktu yang sangat menarik dan sarat makna—akhir puasa umat Islam bertemu dengan Hari Raya Nyepi umat Hindu. Dua tradisi yang lahir dari akar keyakinan yang berbeda, namun seolah bertemu dalam satu pesan spiritual yang sama—”kesunyian sebagai jalan menuju kesadaran”.Di zaman modern yang penuh kebisingan,

Sunyi sebagai Jalan menuju Kesadaran: Refleksi Spiritual tentang Puasa dan Hari Raya Nyepi Read More »

Membaca Makna Puasa melalui Metafora Kehidupan

Ada sebuah metafora sederhana tetapi sangat menggugah: “Membersihkan air kolam dengan tawas: airnya menjadi bening, tetapi ikannya mati.” Secara kasat mata, kolam yang keruh memang bisa dijernihkan dengan tawas, air yang semula kotor berubah menjadi bersih, tenang, dan jernih. Namun jika penggunaan tawas berlebihan atau tidak bijak, kehidupan di dalam kolam bisa hilang. Air tampak

Membaca Makna Puasa melalui Metafora Kehidupan Read More »

Puasa Sosial: Seni Mengendalikan Ego

Puasa mengajarkan kita satu hal yang sering terlupakan dalam kehidupan modern: kemampuan menahan diri sebelum bereaksi. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, kita dilatih bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan, emosi, dan dorongan spontan yang lahir dari dalam diri. Dalam keadaan fisik yang justru lebih rentan, kita diminta untuk tetap

Puasa Sosial: Seni Mengendalikan Ego Read More »