Irfan Limbong

Pemuja huruf dan aksara, membaca adalah perlawanan.

Ranjau Moralitas Berfikir

TERJEREMBAB dalam bayang-bayang khidmat pendidikan agama, di balikpapan ketenangan yang seharusnya menjadi tempat menyejukkan bagi para santri, sebuah rahasia mencongkel nurani kita. Lingkungan pesantren, yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral, telah ternoda oleh tindakan keji yakni kekerasan seksual.Menyelinap seperti ular dalam taman suci, menggigit dan meninggalkan bekas luka mendalam yang tak […]

Ranjau Moralitas Berfikir Read More »

Teologi Membilas Politik Dinasti Perspektif Hasan Hanafi

-Sistem Yang baik hanyalah Sound Sistem-Pusaran sejarah umat manusia acap kali dipenuhi oleh kekuasaan dan penindasan, lalu di tahun 1935 lahir seorang anak laki-laki mesir yang kemudian hadir dengan suara teologi pembebasan yang penuh keberanian. Teologi pembebasan Hasan Hanafi bukanlah sekadar teori abstrak; ia merupakan seruan untuk membebaskan umat dari belenggu penindasan yang berulang. Teologi

Teologi Membilas Politik Dinasti Perspektif Hasan Hanafi Read More »

Puisi-Puisi Irfan Limbong

Sungai PenebusanSeseorang datang menyunggi sungai dari Taman FirdausDitidurkan di bibir pikirannya Terpasung dari bising letupan jantung kotaIkan-ikan kecil yang menggendong kecil anaknya Laksana romantika merariq di Gumi iniPembalut dan bungkus jajanan ringan Seperti bucket “COD” mingguan Merapikan diri di luar gerbang Yang dijaga malaikat Sungai penebusan iniTak pernah sepi Lebih dari lima ribu tamu silih

Puisi-Puisi Irfan Limbong Read More »

Puisi-Puisi Irfan Limbong

Kerling Bersin Kerling mataku tak pernah bertanya Mengapa hitam karet ikat rambutku Tak seperti Arjuna, ayam jago Madura Kokoknya..Bayangan manusia terbuat dari labirin bersin Yang mengintip di lampu lalu lintas hidupmu Anak-anak yang dilahirkan dari sisa bersin semalam Anak yang memelihara ibu dari semangkok bersin Mencari pekerjaan dari puing-puing bersin di bibir, di baju, di

Puisi-Puisi Irfan Limbong Read More »

Puisi-Puisi Irfan Limbong

Senja Bersepatu SampahAku tak pernah bercita-cita menjadi pemburu senjaKeruh jingganya seakan menelanjangiku Ombak yang dibentuk dari lentik bulu mata muYang menyisakan keringat pasir di bola pimpong dada bulat ituPohon kering bersepatu sampah tak ingin membungkus awanSerta jilbab kusut tak berwarna memikul pilu senja dalam karung rongsokanAku ingin menyusuri jingga lorong di atas laut Yang cahayanya

Puisi-Puisi Irfan Limbong Read More »