Maimun Zubair

Dosen UIN Mataram

Memerdekakan Diri dengan Disiplin

Disiplin, meskipun sering kali dianggap sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan dan mengendalikan tindakan diri, namun sebenarnya ia merupakan alat yang esensial untuk meraih kemerdekaan sejati di masa depan. Artinya disiplin itu merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan pengorbanan sementara untuk mendapatkan kebebasan yang lebih besar kelak. Disiplin membantu kita membangun keteraturan dan pengendalian diri agar […]

Memerdekakan Diri dengan Disiplin Read More »

Sumbu Pendek, Kegagalan Mengelola Emosi

UNGKAPAN “sumbunya kurang panjang” analogi yang sering kali digunakan untuk menggambarkan kepribadian atau sikap yang mencerminkan kurangnya kemampuan diri dalam mengelola emosi, terutama dalam situasi yang menantang atau penuh tekanan.Istilah “sumbu pendek” terinspirasi dari sumbu mercon dengan ukuran pendek mengacu pada durasi waktu yang singkat sampai kepada terjadinya ledakan, analogi yang menggambarkan ketidakmampuan individu untuk

Sumbu Pendek, Kegagalan Mengelola Emosi Read More »

Muhammad saw: Cahaya Terang di Tempat Terang

Nabi Muhammad saw adalah sosok yang tidak hanya membawa cahaya bagi siapa saja yang berada dalam kegelapan, tetapi juga bagi yang sudah berada di tengah cahaya kebenaran. Sebagai makhluk pilihan, Rasulullah digambarkan sebagai “cahaya terang di tempat terang”—sebuah simbol yang melampaui batasan material dan spiritual, menunjukkan betapa agungnya kehadiran beliau dalam memberikan petunjuk dan inspirasi.Ungkapan

Muhammad saw: Cahaya Terang di Tempat Terang Read More »

Ngopinya Kurang Jauh

Filosofi “ngopinya kurang jauh” adalah sebuah ungkapan metaforis yang menggambarkan keterbatasan dalam pengalaman, pergaulan, wawasan, atau pandangan hidup seseorang. Ini merujuk pada orang yang cenderung berada dalam zona nyaman, hanya mengeksplorasi lingkungan atau ide-ide yang sudah familiar, dan kurang membuka diri terhadap hal-hal baru. Filosofi ini menyoroti pentingnya mengeksplorasi dunia yang lebih luas untuk memperkaya

Ngopinya Kurang Jauh Read More »

Tatkala Tidak Memahami dengan Siapa Kita Bermain

LUKISAN karya Marco Melgrati, seorang ilustrator dan seniman asal Italia yang dikenal karena karya-karyanya yang menyampaikan pesan sosial dan politik melalui ilustrasi yang kuat dan penuh makna. Ia menggambar seekor kucing yang sedang melihat ekor ular yang menonjol dari lubang kecil dan kucing mengira itu adalah ekor tikus.Dalam lukisan tersebut, seekor kucing tampak penuh perhatian,

Tatkala Tidak Memahami dengan Siapa Kita Bermain Read More »

Ketika Uang Gagal Membeli Kebutuhan Sejati

UANG sebagai alat tukar yang diakui secara universal, telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia, yang sering dianggap sebagai simbol kesuksesan dan kekuasaan. Namun perlu diingat, meskipun uang itu penting didalam pemenuhan kebutuhan hidup, tetapi uang bukanlah segalanya. Kehidupan manusia jauh lebih kompleks dan kaya daripada sekadar akumulasi materi. Ada aspek-aspek lain dalam kehidupan yang

Ketika Uang Gagal Membeli Kebutuhan Sejati Read More »

Pasanglah Maskermu terlebih Dahulu

Pernahkah kita memperhatikan satu kalimat pengingat saat kita berada didalam pesawat menjelang waktu take off ? Pramugari mengingatkan ”Jika oksigen tiba-tiba berkurang, maka pasanglah maskermu terlebih dahulu, baru membantu orang lain”. Prinsip ini berasal dari instruksi keselamatan dalam penerbangan, tetapi memiliki implikasi yang sangat luas dalam kehidupan kita. Kalimat tersebut sekilas terdengar biasa-biasa saja, namun

Pasanglah Maskermu terlebih Dahulu Read More »

Membaca Keadilan Cinta Tuhan

KEADILAN cinta merupakan konsep yang menggabungkan elemen keadilan dan kasih sayang yang melahirkan tindakan adil dan seimbang. Dalam konteks ini, keadilan cinta Tuhan mengacu pada kepastian bahwa cinta dan kasih sayang diberikan secara merata dan adil, tanpa diskriminasi atau perlakuan istimewa. Dan membaca keadilan cinta dalam konteks hubungan Tuhan dengan makhluk termasuk manusia adalah upaya

Membaca Keadilan Cinta Tuhan Read More »