Maimun Zubair

Dosen UIN Mataram

Lembaran yang Terbungkam

Lembaran yang Terbungkam adalah sebuah metafora yang menggambarkan sesuatu yang dipendam, disembunyikan, atau bahkan dilupakan. Ia mencerminkan ruang-ruang dalam kehidupan yang tidak layak diperdengarkan, namun tetap menyimpan kisah-kisah penting yang lebih indah jika ia tak terungkap. Dalam konteks ini, “lembaran” bukan sekadar lembaran kertas atau dokumen, bukan pula sekadar sebuah istilah, akan tetapi sebuah simbol

Lembaran yang Terbungkam Read More »

Akhir dari Pesta Demokrasi: Saatnya Memaafkan dan Melupakan

Demokrasi sering kali digambarkan sebagai pesta besar, di mana setiap warga negara memiliki hak untuk berpartisipasi, memilih dan mempengaruhi masa depan kemajuan negara atau daerah. Setiap pemilu menjadi momen yang menggugah semangat kebangsaan, diwarnai dengan pertarungan ideologi, program, dan tokoh-tokoh politik.Namun, seperti halnya sebuah pesta yang akan berakhir, setelah perhitungan suara selesai dan pemenang terpilih,

Akhir dari Pesta Demokrasi: Saatnya Memaafkan dan Melupakan Read More »

Harmoni Perasaan Cinta dan Benci

“Ahbib habibaka yaumamma, asa an yakuna bagidhaka haunamma. Wabgidh bagidhaka yaumamma, asa an yakuna habibaka yaumamma.”Makna hakiki dari pernyataan ini adalah sebuah pembelajaran tentang pentingnya keseimbangan dalam hubungan antar sesama, baik itu dalam cinta maupun kebencian. Pesan itu ingin mengingatkan kepada kita bahwa perasaan manusia, baik cinta maupun benci, adalah hal yang sangat dinamis dan

Harmoni Perasaan Cinta dan Benci Read More »

Tuhan telah Berbuat, kini Giliran Kita

Sebagai khalifah, kita diberikan peran dan tanggung jawab oleh Tuhan untuk memelihara, mengelola, dan sekaligus melestarikan bumi dan segala isinya. Dalam perspektif agama, konsep khalifah merujuk pada peran manusia sebagai wakil Tuhan di bumi, yang memiliki tanggung jawab sosial yang sangat besar. Tanggung jawab ini bukan hanya terhadap sesama, tetapi juga terhadap lingkungan, terutama bagaimana

Tuhan telah Berbuat, kini Giliran Kita Read More »

Pintu yang Tidak Pernah Terkunci

Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang anak bernama Fulan. Fulan adalah seorang remaja yang penuh semangat, tetapi sering kali dia terlibat dalam pertengkaran dengan ibunya. Suatu malam, setelah perdebatan sengit dengan sang ibu, si Fulan dengan marah memutuskan untuk meninggalkan rumah. Dia merasa tidak dipahami oleh ibunya dan pikirannya dikuasai oleh rasa kecewa.Fulan dengan langkah

Pintu yang Tidak Pernah Terkunci Read More »

Ketika Jejak Ilham dan Hidayah Tuhan begitu Terasa

Dalam Islam, kita mengenal istilah “ilham” atau “hidayah”. Ilham adalah bisikan atau dorongan dari Tuhan yang mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan, sementara hidayah adalah petunjuk dari Tuhan yang mengarahkan hati seseorang kepada jalan yang benar.Dalam tradisi sufistik, ilham dianggap sebagai bentuk rahmat yang membawa seseorang kepada kebaikan yang lebih besar. Melakukan amalan kebaikan, baik itu

Ketika Jejak Ilham dan Hidayah Tuhan begitu Terasa Read More »

Belum kena Lumpur: Saat Hidup Menguji Keteguhan Diri

ADA satu diksi dari para orang tua kita yang mengandung makna sangat mendalam, yakni “belum turun ke sawah”, artinya ”belum kena lumpur”. Metafora ini jika diaplikasikan pada perjalanan hidup kita, menggambarkan kondisi yang belum sepenuhnya mengalami kesulitan, rintangan, atau tantangan yang sesungguhnya dalam kehidupan. Ini menekankan bahwa kehidupan bukan hanya tentang fase-fase yang mudah dan

Belum kena Lumpur: Saat Hidup Menguji Keteguhan Diri Read More »

Metafora Membaca “Cover to Cover”

Membaca cover to cover sebagai makna simbolik merujuk pada upaya untuk memahami sesuatu secara mendalam, menyeluruh, dan utuh—aktivitas tersebut lebih dari sekadar aktivitas membaca secara literal, akan tetapi konsep ini menggambarkan bagaimana kita mendekati dan memahami berbagai aspek kehidupan dengan cara yang komprehensif, tanpa melewatkan detail penting. Simbolisme ini melampaui buku secara fisik, akan tetapi

Metafora Membaca “Cover to Cover” Read More »

Kebaikan yang Gagal: Berbuat Baik dengan Cara tak Baik

Fenomena berbuat baik dengan cara yang tidak baik merupakan situasi kompleks yang sering kali muncul dalam interaksi sosial maupun dalam pengambilan keputusan moral dan etis.Berbuat baik dengan cara yang tidak baik merujuk pada tindakan di mana niat seseorang adalah untuk memberikan kebaikan atau manfaat, namun metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut justru tidak sesuai

Kebaikan yang Gagal: Berbuat Baik dengan Cara tak Baik Read More »