Nur Jannah

aktivis perempuan dan pegiat literasi, tinggal di Nusa Tenggara Barat

Cerita Sepotong Piza

Namanya Bre. Usianya 9 tahun. Hobinya masak, bikin kue, menata makanan di atas meja. Di usia belia ini, Bre cukup mandiri mengatasi kebutuhannya akan makanan. Banyak cara ia ungkapkan kecintaanya pada masak. Salah satunya, saat pagi hari ia bertanya “apa yang kita masak, bukan apa yang kita makan.”Berbeda dengan ungkapan “we are what we eat” …

Cerita Sepotong Piza Selengkapnya »

Perempuan yang Menyuluh Obor: Tribute untuk Atun Wardatun

“Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan yang sesuai dengan keperluan sebagai kaum perempuan dan harus mendapatkan pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki” (R.A Kartini) Kita sering mendengar ungkapan yang meminggirkan kaum perempuan di sektor pendidikan, misalnya, “untuk apa perempuan berpendidikan tinggi, toh akan kembali ke dapur juga,” atau pameo yang sering terdengar …

Perempuan yang Menyuluh Obor: Tribute untuk Atun Wardatun Selengkapnya »

Cerita dari Udara

Sejak kapan engkau lebih dekat dengan pesawat terbang? Sejak kami berlarian mengejar bayangannya sambil berteriak lantang meminta uang. Pesawat, minta uang, ayo jatuhkan uang yang banyak, ungkap kami kompak. Ade kecil, Yati kecil, Aida kecil, Tuti kecil berlarian berkejaran sampai bayangan pesawat itu hilang. Setiap mata kami menengadah ke langit, dan menemukan pesawat, kamipun akan …

Cerita dari Udara Selengkapnya »

Mengingat Siti Hajar, Merenungi Kehadiran Perempuan

TOKOH historis ini selalu disebut dan didengung-dengunkan pada setiap perayaan “Hari Raya Haji atau Idul Adha/Idul Qurban. Ia adalah istri dan pendamping setia Nabi Ibrahim sang kekasih Allah. Suaminya itu, sebagai nabi yang menyerukan tauhid, Ibrahim melaksanakan tugas berat dalam sistim sosial yang opresif atau tiranis. Pada zaman kegelapan dimana selama seabad lamanya menanggung segala …

Mengingat Siti Hajar, Merenungi Kehadiran Perempuan Selengkapnya »