Laila Tidak Majnun

Pagi buta, saat matahari sepertinya masih enggan menampakkan diri. Jalan raya masih sepi. Hanya ada beberapa kendaraan, mungkin dari pekerja kantoran yang lembur sampai dini hari. Lorong-lorong gelap tempatku bermukim jadi makin gelap. Lampu-lampu rumah di pinggir kali tak terlalu menyumbang terang. Bohlam lima watt itu tampaknya hanya sampai pada kata remang-remang alih-alih terang. Dan …

Laila Tidak Majnun Selengkapnya »