HIKMAH

Mengendalikan Volume Naluriah

TUHAN telah membekali kita satu potensi diri yang bernama volume naluriah sebagai kelengkapan dari kesempurnaan makhluk yang kejadiannya membuat Tuhan sangat bangga (surat al-Mukminun ayat 14) di mana di penghujung ayat tersebut Tuhan menyatakan kebanggaannya setelah penciptaan manusia itu selesai, dengan untaian kalimat indah “fatabārakallāhu aḥsanul-khāliqīn”. Terjemahannya: Maka Maha sucilah Tuhan, Pencipta Yang Paling Baik.Volume

Mengendalikan Volume Naluriah Read More »

Seumpama “Loadspeaker” Rusak

LOADSPEAKER atau bahasa sehari-hari kita adalah pengeras suara, yakni suatu alat di samping membuat suara pembicara menjadi keras dan jelas, juga membuat para pendengar menjadi nyaman dalam menyimak suara pembicara. Dengan loadspeaker, pesan yang disampaikan menjadi jelas, dan tentunya pendengar menjadi paham dan mengerti apa yang dibicarakan oleh pembicara. Asal dipastikan loadspeaker atau pengeras suara

Seumpama “Loadspeaker” Rusak Read More »

Berlomba-lomba itu Bukan Bersaing

BERLOMBA-LOMBA dalam kebaikan (fastabiqul-khairāt) dapat menjadi pemantik bagi semangat dan ambisi untuk melakukan sesuatu yang bernilai kebaikan dalam kehidupan kita. Sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kebiasaan santai, malas, dan kebiasaan menunda-nunda dalam segala aktivitas, khususnya aktivitas kebaikan, maka Tuhan memilih diksi “berlomba”  sebagai daya dorong agar segera melakukan aktivitas tersebut. Pertanyaannya, mengapa Tuhan memilih diksi

Berlomba-lomba itu Bukan Bersaing Read More »

Kemerdekaan: Buah Kebaikan Universal

KEMERDEKAAN yang memiliki akar kata kebebasan atau independen menjadi suatu impian bagi setiap orang, karena tak seorang pun yang mau dan rela hidupnya dibelenggu dan dikekang oleh ketidakbebasan. Apalagi jika belenggu atau tekanan itu datang dan dilancarkan secara tidak manusiawi sebagaimana dialami oleh generasi pendahulu kita di zaman kolonial dulu.Begitu beratnya kondisi dan perlakuan yang

Kemerdekaan: Buah Kebaikan Universal Read More »

Tatkala Orientasi Amaliah Bergeser

AKTIVITAS amaliah yang kita jalankan dalam kehidupan ini idealnya berorientasi ukhrawi, artinya amalan apa yang kita kerjakan, kapan, dan di manapun tujuannya untuk kebahagiaan di akhirat nanti.Komitmen untuk orientasi akhirat dalam setiap aktivitas amaliah kita harus diperkuat, terutama untuk menjaga agar pendirian kita tetap kokoh dan tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh yang datang dari luar

Tatkala Orientasi Amaliah Bergeser Read More »

Menggapai Keberpihakan Tuhan

ADA satu kisah dari Rasulullah saw tentang salah seorang abid atau ahli ibadah yang hidup hingga berusia lebih dari 500 tahun. Ia menghabiskan hidupnya dengan beribadah hingga sesaat sebelum meninggal, abid tersebut berdoa kepada Tuhan agar diwafatkan dalam keadaan tengah bersujud. Rasulullah saw mendengar kisah tentang seorang abid ini dari malaikat Jibril seraya beliau bersabda:

Menggapai Keberpihakan Tuhan Read More »

Percaya pada Kemampuan Diri

PERNAHKAH mendengar atau paling tidak pernah membaca kisah kambing gunung tatkala dikejar oleh hewan pemangsa, baik singa, macan, beruang, ataupun haina? Dia berusaha menyelamatkan dirinya bukan dengan cara bertarung dengan hewan pemangsa, namun dia mengandalkan kemampuan yang dimilikinya yang merupakan kekuatan atau senjata yang ditakdirkan oleh Tuhan, dan yang pasti kemampuan dan kelebihan yang berbeda

Percaya pada Kemampuan Diri Read More »

Pergantian Tahun sebagai Daya Thrust

PERGANTIAN tahun baru Islam (tahun hijriyah) setidaknya dapat dijadikan momen untuk memproduksi daya thrust dari dalam diri umat Islam dalam menyongsong tahun 1445 Hijriyah, dengan semangat maju dan dorongan yang kuat, karena awal tahun yang diambil dari peristiwa Hijrah dilatari oleh karena setelah hijrah dilakukan, maka rasa percaya diri umat Islam tumbuh dan momen peristiwa

Pergantian Tahun sebagai Daya Thrust Read More »

Membiasakan Berbicara Minimalis

NABI pernah berpesan dalam sabdanya, “Qul khairon au liasmut”, Terjemahannya kurang lebih; Berkatalah yang baik, (jika tidak bisa), maka lebih lebih baik diam. Hadis yang singkat ini mengandung makna agar kita membiasakan diri untuk tidak berbicara sesuatu yang tidak perlu alias mengada-ada dan bertele-tele.Saat ini kita sedang berada di satu era di mana ruang untuk

Membiasakan Berbicara Minimalis Read More »