Kriteria Calon Pasangan Idaman

SAYA memulainya dengan mengutip sebuah ayat Al-Qur’an yang mengatakan:

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: “Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS: Az-Zariyat: 49).

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna dan paling tinggi derajatnya. Di dunia ini tidak ada satu pun manusia yang sama dan tidak ada satu pun manusia yang mampu hidup sendiri. Sehingga dipastikan setiap manusia selalu melekat di dalam dirinya status yang tidak dapat dipisahkan sebagai makhluk sosial. 

Untuk itu, manusia juga butuh pada pasangan dalam hidup, akan tetapi dalam hal memilih pasangan hidup haruslah berhati-hati dan sesuai kriteria dan anjuran dalam agama, terkhusus bagi laki laki.yang hendak menikah.

Sebelum menikah, perlu terlebih dahulu bagi laki-laki untuk memilih calon pasangan, karena menikah bukan keputusan yang mudah, menikah adalah keputusan terbesar dalam hidup, jadi memilih pasangan adalah sebuah pertimbangan  yang besar.

Memilih pasangan juga bukan semata hanya karena cinta, tapi juga tentang pilihan ibadah hingga akhir usia. Karena memiliki istri yang salehah adalah suatu anugrah yang luar biasa. Wanita salehah diibaratkan oleh Nabi sebagai perhiasan dunia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw yang mengatakan:

 اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

 Artinya: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang salehah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr).

Rasulullah saw juga telah mengajarkan bahwa sesungguhnya menikah itu adalah ibadah. Pernikahan merupakan sunah Nabi yang sangat dianjurkan pelaksanaannya bagi umat Islam, khusunya bagi laki laki yang masih lajang dan yang sudah merasa mampu menafkahi baik secara zahir maupun batin.

Baca Juga  Dakwah ala AA Gym

Namun perlu diingat juga bahwa jika menginginkan pernikahan yang bisa menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat, maka yang terpenting adalah menikahi wanita karena agamanya (salehah).

Rasulullah saw bersabda, “Nikahilah wanita yang kuat agamanya, niscaya kau beruntung”. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, An Nasai).

Santriwati sebagai Pasangan Hidup

Pernikahan merupakan gerbang awal untuk membentuk sebuah keluarga yang merupakan unit terkecil dari sebuah masyarakat. Tujuan pernikahan tidak terbatas hanya pada kebutuhan biologis semata. Tujuan pernikahan memiliki arti yang lebih jauh yaitu mencakup tuntutan hidup yang penuh kasih sayang sehingga manusia bisa hidup tenang dalam keluarga. Untuk mencapai tujuan mulia dari perkawinan tentunya calon mempelai harus lebih matang dan dewasa jiwa raganya.

Sebelum melangsungkan perkawinan, memilih untuk mempersunting seorang santri putri lulusan pesantren sebagai calon istri. Kemungkinan bisa menjadi jalan bagi laki-laki untuk mencapai apa yang dinamakan kebahagian dunia dan akhirat, seperti yang kita lihat kebanyakan dari tuan guru kita, orang-orang alim yang menikah dengan santriwatinya, biasanya rumah tangganya lebih harmonis.

Mengutip dari sebuah artikel bahwa mengapa santri putri menjadi Prioritas  terdepan untuk dijadikan istri idaman? Berikut beberapa alasannya: rajin beribadah, bisa diajak hidup sederhana, terlatih mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mempunyai sifat keibuan, disiplin, dan mandiri.

Jadi tidak usah ragu untuk mempersunting muslimah lulusan pesantren. Tidak terlalu penting seberapa cantik parasnya asalkan baik dan taat syariatnya.

“Bidadari tak bersayap, namum berhijab”.[]


Ilustrasi: lirboyo.net

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *