Merawat Tradisi, Memeluk Kemodernan (Catatan Haul Cak Nur ke-21)
Membaca gagasan Nurcholish Madjid—yang akrab disapa Cak Nur—terutama dalam lanskap pemikiran Islam kontemporer di Indonesia, membutuhkan satu syarat mutlak: pembacaan yang jujur dan holistik. Di awal kemunculannya pada dekade 1970-an, tokoh ini harus melewati badai kesalahpahaman yang luar biasa masif. Ia dituduh sekular, dicap liberal, bahkan tidak jarang dihakimi sebagai sosok yang sesat. Fenomena penolakan
Merawat Tradisi, Memeluk Kemodernan (Catatan Haul Cak Nur ke-21) Read More »








