Ilham Sopu

Kepala Madrasah Aliyah Nuhiyah Pambusuang, Sulawesi Barat

Merawat Tradisi, Memeluk Kemodernan (Catatan Haul Cak Nur ke-21)

Membaca gagasan Nurcholish Madjid—yang akrab disapa Cak Nur—terutama dalam lanskap pemikiran Islam kontemporer di Indonesia, membutuhkan satu syarat mutlak: pembacaan yang jujur dan holistik. Di awal kemunculannya pada dekade 1970-an, tokoh ini harus melewati badai kesalahpahaman yang luar biasa masif. Ia dituduh sekular, dicap liberal, bahkan tidak jarang dihakimi sebagai sosok yang sesat. Fenomena penolakan

Merawat Tradisi, Memeluk Kemodernan (Catatan Haul Cak Nur ke-21) Read More »

Membaca Arah NU dalam Prisma Gus Dur

Hari ini, 26 Agustus 2026, suasana Nahdlatul Ulama mulai tertuju ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Rangkaian Muktamar ke-35 NU telah dimulai dengan registrasi peserta dan Istighotsah Kubro. Besok, 27 Agustus, Muktamar secara resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Salah satu agenda pentingnya adalah menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk

Membaca Arah NU dalam Prisma Gus Dur Read More »

Nurani yang Lumpuh: Ketika Manusia Kehilangan Wajah Tuhan

Ke mana pun kamu menghadap, di sana ada wajah Tuhan. Ungkapan ini merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap, di situlah wajah Allah.” Tentu, “wajah Tuhan” dalam ayat tersebut tidak dapat dipahami sebagaimana wajah manusia. Tuhan tidak menyerupai makhluk. Bahasa Al-Qur’an hadir dengan bahasa

Nurani yang Lumpuh: Ketika Manusia Kehilangan Wajah Tuhan Read More »

Perjalanan Spiritual Nabi

Kita kini berada di penghujung bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, sebuah bulan yang dimuliakan dan sarat dengan pesan persiapan ruhani. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram dan memelihara, sementara Ramadhan adalah bulan memetik hasil. Maka, akhir Rajab seharusnya menjadi ruang muhasabah: sejauh mana benih-benih kebaikan telah kita

Perjalanan Spiritual Nabi Read More »

Belajar Tafsir ke Nadirsyah Hosen

Gus Nadir panggilan akrab dari Prof Dr Nadirsyah Hosen, adalah cendekiawan yang ulama, atau ulama yang cendekiawan. Dalam bidang keilmuan, Gus Nadir punya keahlian dibidang spesifikasi hukum dan syariah, namun tulisan-tulisannya banyak juga menyinggung tentang hadis dan tafsir. Keulamaan Gus Nadir termasuk langka, karena penguasaannya dalam berbagai ilmu keislaman, seperti penguasaannya terhadap kitab-kitab keislaman klasik

Belajar Tafsir ke Nadirsyah Hosen Read More »

Guru Hebat dan Bermartabat (Catatan Hari Guru 2025)

Setiap tanggal 25 November,  diperingati sebagai hari guru.  Dulu sangat terkenal simbol bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Saya kira sampai kapanpun guru akan tetap menjadi pahlawan. Dalam pandangan keagamaan guru itu menempati posisi yang sangat mulia,  letak kemuliaan seorang guru karena mereka dapat mengajarkan ilmunya kepada anak didiknya. Guru adalah pencetak generasi masa

Guru Hebat dan Bermartabat (Catatan Hari Guru 2025) Read More »

Pahlawanku Teladanku

Pahlawan dan teladan dua kata yang tidak dapat dipisahkan, pahlawan adalah orang yang berjasa, orang punya kontribusi, orang yang punya manfaat. Sedangkan teladan berkaitan dengan obyek yang dapat dijadikan contoh yang baik. Keteladanan dalam diri seorang pahlawan karena memiliki kelebihan-kelebihan yang dapat disumbangkan atau punya kontribusi terhadap eksistensi bangsa dalam melawan kolonialisme. Secara umum pahlawan

Pahlawanku Teladanku Read More »

Masihkah Pancasila Sakti?

Masihkah Pancasila itu sakti, pertanyaan ini mungkin sebagian orang tidak tertarik untuk membincangkannya. Apalagi generasi hari ini, yaitu generasi Z. Di setiap upacara hari senin, pembacaan Pancasila oleh pembina upacara dan diikuti oleh seluruh peserta upacara, itu adalah seremonial yang tidak punya makna. Para peserta upacara hanya ikut pembacaan Pancasila tanpa pernah meresapi makna yang

Masihkah Pancasila Sakti? Read More »

Ziarah Intelektual

Judul ini mengajak kita untuk menambah pundi-pundi keilmuan kedalam diri kita. Jalan keilmuan adalah jalan pembebasan untuk diri dalam lembah kebodohan. Jalan keilmuan adalah para Nabi, jalan para ulama, jalan para intelektual, jalan pencinta peradaban. Di hadapan Tuhan, pencinta ilmu itu akan terangkat di sisi-Nya. Dan itu adalah janji Tuhan yaitu orang konsisten menapaki jalan

Ziarah Intelektual Read More »