Muhammad Khodafi

Dosen Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya, alumni Partnership in Islamic Education Scholarship, The Australian National University.

Nyai, Pesantren, dan NU

PERLAKUAN para peneliti terhadap figur nyai pesantren sangat tidak “adil”. Bahkan secara definisi “subjek” nyai tidak disebutkan secara formal dalam definisi Pesantren baik yang digagas oleh orang pesantren seperti Gus Gur atau pun para peneliti seperti Zamaksari Dhofir. Mereka dalam tulisannya hanya menyebut kiai sebagai komponen pesantren. Sementara keberadaan “nyai” entah kenapa disembunyikan. Mungkin karena …

Nyai, Pesantren, dan NU Selengkapnya »

Sertifikasi Ulama dan Ustad Good Looking

DALAM beberapa hari terakhir ramai perbincangan di kalangan komunitas keagamaan soal “sertifikasi ulama” dan istilah “ustadz good looking.” Dua isu yang sebenarnya sangat berbeda tetapi memiliki keterkaitan objek yang sama, karena keduanya disematkan pada konsep subjek keagamaan ulama dan ustadz. Dan kita tahu masyarakat kita masih sangat bersemangat dengan isu keagamaan. Mungkin hal ini terjadi …

Sertifikasi Ulama dan Ustad Good Looking Selengkapnya »

NU di Antara Kiai, Nyai, Akademisi dan Politisi

DALAM sejarah kelahiran NU aktor-aktor yang berperan sangat penting berasal dari kalangan kiai pesantren. Lebih dari itu, mereka adalah orang-orang khos yang menjadi “guru” bagi “semua” kiai pesantren salaf tradisional. Dari Mbah Kholil Bangkalan, Mbah Hasyim Asy’ari, sampai KH. As’ad Syamsul Arifin Situbondo. Akar historis NU yang lahir dari rahim  pesantren inilah yang menjadikan NU menjadi organisasi …

NU di Antara Kiai, Nyai, Akademisi dan Politisi Selengkapnya »

Dialektika Pengorbanan

SEWAKTU kecil saya melihat ritual “korban” adalah sebuah “kekerasan” yang dilegitimasi atas nama agama. Ini juga yang pernah digugat sama si Azam yang sangat mencintai kucingnya dan membayangkan bagaimana perasaan dia jika yang disembelih itu adalah kucing-kucing yang dia pelihara dengan penuh kasih sayang. Tapi seiring waktu kesadaran saya dan kesadaran Azam berubah dan berjalan …

Dialektika Pengorbanan Selengkapnya »

Keshalehan Ruhani dan Harta

Sejarah mencatat bahwa Rasulullah Muhammad SAW sudah menjadi orang yang mapan secara moral dan material sebelum menjadi nabi. Ketika diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun maka sempurnalah sosok Nabi menjadi manusia ruhani. Pola pentahapan menuju manusia Ruhani ini berlanjut pada sosok Sayidah Khadijah, yang sudah ditakdirkan Allah sebagai pasangan Nabi yang lebih dulu sudah …

Keshalehan Ruhani dan Harta Selengkapnya »