Nurdin Maskur

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Islam dan Refleksi Kesetaraan Gender

SEBAGAI seorang anak desa yang terlahir di ujung timur Pulau Sumbawa. Saya tentu saja terlahir dan besar dalam keluarga muslim, khususnya dalam tradisi nahdiyin (NU). Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam tradisi Islam, pemimpin keluarga adalah seorang ayah.Jadi, terlahir sebagai seorang pria berarti harus mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ayah dan pada saat yang …

Islam dan Refleksi Kesetaraan Gender Selengkapnya »

Agama Leluhur dan Krisis Ekologi (2-Habis)

HUBUNGAN antarsubjek ini akan menciptakan praktik dan ritual yang sarat akan dimensi spiritual dan sakral sebagaimna hubungan manusia dengan tuhan. Dengan begitu, praktik-praktik sakral tersebut dapat diidentifikasi sebagai “praktik agama” karena terus dipraktikkan dengan penuh kesadaran dalam masyarakat.Selain itu, hubungan antar subjek ini menciptakan perasaan kesalingan dan keterikatan (sense of belonging) antara manusia dan alam, …

Agama Leluhur dan Krisis Ekologi (2-Habis) Selengkapnya »

Agama Leluhur dan Krisis Ekologi (1)

MASALAH ekologi atau lingkungan kerap kali dipisahkan dengan masalah agama di Indonesia, agama seolah hanya mengurus persoalan hubungan transendental antara manusia dan Tuhan.Pandangan ini telah menjadi kecenderungan utama agama-agama dunia (world religions) yang tidak mempertimbangkan peran agama leluhur (indigenous religions) sebagai garda terdepan dalam melestarikan alam di Indonesia.Paradigma pemahaman agama-agama dunia yang hirarkis ini secara …

Agama Leluhur dan Krisis Ekologi (1) Selengkapnya »

Gerakan Moderasi Beragama

TULISAN ini merupakan sebuah refleksi dari kegiatan International Conference on Religious Moderation (ICROM) dengan tema “Religious Moderation on Digital space” yang diinisiasi oleh Kementerian Agama di Hotel Mercure Convention Center, Jakarta pada tanggal 26-28 Juli 2022. Acara ICROM ini juga dirangkaikan dengan peluncuran dan diskusi buku terbaru Bimas Islam berjudul Moderasi Beragama Perspektif Bimas Islam …

Gerakan Moderasi Beragama Selengkapnya »

Menilik Joki Cilik dari Kacamata HAM dan Wacana Kolonial (2-Habis)

Apakah Harus Dipertahankan?PADA bagian ini, penulis ingin menunjukkan bagaimana praktik budaya telah lama menjadi isu dan tantangan tersendiri dalam universalitas HAM, atau dalam bahasa para ilmuwan pascakolonial sebagai kegagalan HAM dalam mengakomodasi praktik budaya.Sebagai sebuah produk modernitas, dengan misi pemeradaban (Civilizing Mission), Konvensi Hak Anak (KHA) berpotensi mendelegitimasi nilai-nilai kolektif masyarakat tradisional. Menurut Abdullah Ahmed An-Na’im …

Menilik Joki Cilik dari Kacamata HAM dan Wacana Kolonial (2-Habis) Selengkapnya »

Menilik Joki Cilik dari Kacamata HAM dan Wacana Kolonial (1)

JOKI cilik adalah istilah yang kerap disematkan kepada anak-anak yang menjadi “joki” dalam praktik pacuan kuda di Bima, Nusa Tenggara Barat. Praktik ini belakangan menjadi kontroversial di tingkat lokal masyarakat Bima maupun masyarakat luar Bima yang memiliki perhatian dalam isu perlindungan anak dan praktik budaya, seiring dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Bupati Bima Nomor: 709/036/05/2022 …

Menilik Joki Cilik dari Kacamata HAM dan Wacana Kolonial (1) Selengkapnya »