OPINI

Intelektual Publik dan Media

HUBUNGAN simbiosis mutualisme antara intelektual publik dan media semakin jelas terlihat kala arus pertumbuhan media (terutama media sosial dan media online) tak terbendung. Media membutuhkan para intelektual sebagai narasumber yang akan mengisi konten berita yang ingin dipublikasikannya. Sebaliknya, para intelektual publik membutuhkan media untuk mendesiminasikan ide dan pikirannya sehingga bisa terpublikasi dan dikonsumsi oleh khalayak […]

Intelektual Publik dan Media Read More »

Intelektual Jalan Ketiga dan Kekuasaan

MESKIPUN covid-19 belum sampai ke titik nol, namun warga netizen politik telah memutar turbin perbincangan menyongsong Pilkada 2020. Belum lagi obrolan keseharian di tengah-tengah masyarakat yang terpapar hawa politik. Dalam situasi kegalauan global akibat pandemi itu, maka penyelenggara pilkada, kontestan dan publik (pemilih) pun ditekankan untuk menaati protokol kesehatan. Akhirnya, sang kandidat dituntut lebih adaptif

Intelektual Jalan Ketiga dan Kekuasaan Read More »

Intelektual Publik Itu Siapa Sih?

Pada 21 Juli 2020 kemarin  saya  diajak ikut berbicara dalam sebuah webinar dalam rangka peluncuran portal Islam alamtara.co yang berbasis di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Temanya menarik, menjadi intelektual publik. Namun karena menarik, cukup pasti pembicaraan tentangnya rumit. Entah mengapa hal-hal yang menarik tidak mudah dipahami apalagi didapatkan. Dalam bayangan saya, intelektual publik adalah intelektual

Intelektual Publik Itu Siapa Sih? Read More »

Anti Dokter dan Fatwa Ulama

DOKTER menghimbau jaga jarak sosial, social distancing. Lalu MUI memperkuat himbauan itu dengan mengeluarkan fatwa agar tidak sholat Jumat atau sholat berjamaah di masjid. Logikanya, kalau Anda setuju dengan saran dokter, harusnya Anda juga setuju dengan fatwa MUI. Kan esensi dari saran dokter dan fatwa MUI adalah “jaga jarak”. Dihimbau untuk tidak berjamaah atau jumatan supaya

Anti Dokter dan Fatwa Ulama Read More »

Kekacauan dalam Agama, Mengapa Terjadi?

MANUSIA yang hidup di zaman modern sekarang ini, khususnya negara-negara maju—sedikit lebih maju telah ‘menanggalkan’ spritualitas agamanya di ‘lemari kamar’ dan di ruang yang paling privat, sehingga agama menjadi sesuatu yang ‘usang’—bahkan hampir tak lagi dibutuhkan. Padahal agama harus hadir di tengah persoalan dan kekacauan zaman—karena seperangkat aturan di dalamnya dapat mengatur kehidupan umat manusia

Kekacauan dalam Agama, Mengapa Terjadi? Read More »