Muhammad Rahul Mulyanto

Lulusan S1 Pengembangan Masyarakat Islam di Universitas Islam Negeri Mataram. Sekarang sedang melanjutkan S2 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Saya akan Melawan!

SAYA AKAN MELAWANSudah sangat resah sekali dengan keadaan Indonesia saat ini, Ibu Pertiwi benar-benar disiksa dengan cara yang tidak etis. Pelakunya bukan datang dari negeri lain yang jauh, tetapi para pemangku kebijakan yang sudah sumpah di bawah kitab suci untuk menjaga bumi Pertiwi.Negara yang dibangun oleh pemikir-pemikir hebat kini dihuni oleh pemimpin-pemimpin bodoh yang berbicara […]

Saya akan Melawan! Read More »

Asia yang Berdenyut dalam Sejarah (Ulasan Buku “Melawat Ke Asia”)

Buku “Melawat Ke Asia” karya Priyambudi Sulistyanto merupakan catatan lawatan yang dilakukan oleh penulis pada negara-negara yang termasuk di Kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, dan kaki Pegunungan Himalaya, serta Tiongkok Selatan dari tahun 1988 sampai 2025. Buku ini menceritakan mengenai pengamatan penulis dan refleksi selama perjalanan penulis.Pada ulasan ini, saya tidak akan menjelaskan semua terkait

Asia yang Berdenyut dalam Sejarah (Ulasan Buku “Melawat Ke Asia”) Read More »

Penjinakan Massal: Bagaimana Struktur Sosial Membunuh Api Idealisme Pemuda

Sebelum Presiden Prabowo menjabat dan membentuk kebijakan melalui beberapa program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, serpihan-serpihan idealisme masih melekat pada nalar pemuda. Idealisme anak muda diukur dengan kepekaan mereka terhadap isu-isu sosial dan politik, lalu mereka bergerak untuk melawan ketertindasan oleh pemerintah terhadap rakyatnya. Tentu mereka berjuang untuk mempertahankan idealisme

Penjinakan Massal: Bagaimana Struktur Sosial Membunuh Api Idealisme Pemuda Read More »

Moral yang Lahir dari Halaman-Halaman Fiksi

Setelah membaca beberapa Novel (tentunya tidak banyak) saya belajar banyak hal yang terkandung dalam halaman-halaman fiksi yang mendalam dan menyentuh emosional saya sebagai manusia – yang selama ini saya anggap masih nihil empati. Membaca novel bukan hanya hiburan, tetapi ia hadir dalam lembaran-lembaran yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan. Pada setiap halaman-halamanya ditunjukkan proses yang

Moral yang Lahir dari Halaman-Halaman Fiksi Read More »

Di Mana Letak Budaya Mbojo Sekarang?

Ujung timur Pulau Sumbawa, terdapat dua daerah dengan kekuatan budaya yang begitu terikat dengan masyarakat sehingga disebut sebagai dana ma mbari. Kota Bima dan Kabupaten Bima hidup dalam pusaran perubahan yang begitu signifikan. Jalan aspal, jaringan internet, dan ekonomi pasar datang untuk memberi janji kemajuan.Janji-janji kemajuan ini juga membawa kegelisahan yang pelan-pelan melumatkan fondasi moral

Di Mana Letak Budaya Mbojo Sekarang? Read More »

Masihkah ini Disebut Republik?

Hari demi hari masalah yang nampak semakin menjadi-jadi sehingga banyak rakyat yang muak dengan berita-berita yang menunjukkan bahwa pemerintah sangat tidak layak untuk memerintah negara ini, terlebih banyak pernyataan-pernyataan dari pejabat publik yang sungguh tidak masuk akal bagi realitas saat ini.Indonesia disebut sebagai negara “Republik”, yang menjadi pertanyaan utama adalah, “apakah ini masih disebut republik”.

Masihkah ini Disebut Republik? Read More »

Politik Adu Domba: Pion Mematikan Penghancur Integritas dan Solidaritas Bangsa

POLITIK Adu Domba (divide et impera) merupakan bentuk manuver politik dengan penekanan pada klaster sosial. Sering kali muncul dari pihak atau kelompok elit (karena mereka mempunyai daya dalam menjalankan strategi politiknya) untuk memecah belah suatu komunitas, kelompok, atau tatanan masyarakat kecil dengan tujuan masyarakat/kelompok kecil tersebut tidak menjadi besar untuk mengurangi ancaman bagi mereka kedepannya.Namun

Politik Adu Domba: Pion Mematikan Penghancur Integritas dan Solidaritas Bangsa Read More »

Hilangnya Integritas Pancasila

PADA tanggal 1 Juni 1945 Sang Proklamator bangsa, Presiden Sukarno memperkenalkan 5 nilai dasar yang menjadi fondasi utama bangsa Indonesia. Kelima nilai dasar ini bukanlah hasil penciptaan Sukarno an sich, melainkan – sebagaimana Sukarno ucapkan sendiri – ia menggali nilai-nilai yang terkandung dalam bumi Indonesia yang sekarang dikenal sebagai Pancasila. Pancasila menjadi sebuah bentuk cita-cita

Hilangnya Integritas Pancasila Read More »