OPINI

Menilik Kembali Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Indonesia

INDONESIA sesungguhnya sudah sangat matang dari segi pengalaman dalam mempraktikkan hak dan kebebasan beragama. Hanya saja, isu ini semakin menarik untuk dibicarakan seiring dengan meningkatnya penghormatan terhadap HAM dan menimbulkan berbagai pertanyaan oleh sebagian orang tentang bagaimana Indonesia menjamin hak dan kebebasan beragama, mengingat negara ini adalah negara yang majemuk dan heterogen. Oleh karena itu […]

Menilik Kembali Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Indonesia Read More »

KH Abdul Moqsith Ghazali dan Pembaruan Islam

DI akhir abad ke-20, wacana tentang pembaruan pemikiran Islam menjadi perbincangan yang cukup seksi di kalangan para intelektual muslim Indonesia – meski sebenarnya wacana ini telah lama bergulir di kawasan Timur Tengah. Tak pelak, ruang-ruang akademis maupun non-akademis selalu diwarnai dengan ide-ide pembaruan Islam. Tokoh sentral yang sangat getol mengampanyekan gagasan itu seperti Nurcholish Madjid,

KH Abdul Moqsith Ghazali dan Pembaruan Islam Read More »

Institusi Lokal, Hukum Rakyat, dan Nasionalisme

KATA nasionalisme tidaklah asing bagi kita, namun menjadi sebuah pertanyaan adalah sejauh mana kita memahami maknanya, seberapa dalam kita meyakini keberadaannya dan seberapa banyak kita telah mengamalkannya. Pada umumnya, nasionalisme dipahami sebagai suatu  perasaan cinta serta kebanggaan seseorang kepada tanah airnya. Rasa cinta inilah yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku keseharian, dan dari sikap inilah

Institusi Lokal, Hukum Rakyat, dan Nasionalisme Read More »

Percaya Diri dengan Tulisan Sendiri

SAYA adalah orang yang selalu menghargai karya tulis orang lain. Apa pun bentuk karyanya. Tak peduli bagus atau tidaknya. Asalkan ia jujur dan murni karya sendiri. Bukan karya orang lain yang kemudian dia mengatasnamakannya sebagai karyanya sendiri. Sebab, saya tahu tidak begitu mudah untuk menghasilkan karya tulis. Apalagi jika itu adalah karya tulis perdana. Sungguh,

Percaya Diri dengan Tulisan Sendiri Read More »

Membaca Masa Depan Kendaraan Listrik

KEBUTUHAN akan bahan bakar fosil semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan angka pertumbuhan manusia produktif yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Setelah berabad-abad digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, bahan bakar fosil tentunya akan segera lenyap dari peredaran karena merupakan bahan yang tidak dapat dihasilkan kembali dan hanya ada untuk sekali pemakaian.Sebagai negara yang kaya akan

Membaca Masa Depan Kendaraan Listrik Read More »

Awas Buaya

AWAS buaya! Itulah yang dikatakan Clifford Geertz untuk mengungkap hal-hal masa lalu yang belum selesai di Indonesia. Hal-hal yang masih menyimpan tanda tanya atau sengaja tidak diungkap untuk menjaga nama baik satu keluarga atau rezim. Sampai kapan? Tidak ada yang tahu, mungkin Geertz juga tidak tahu sampai kapan isu yang sama akan diulang, dinarasikan, atau

Awas Buaya Read More »

Future Religion in Group of Twenty (G20): Relevansi Tema AICIS 2022 Bagi Studi Hukum Keluarga Islam

Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2022 ini sudah memasuki kali ke-21, istimewanya akan dilaksanakan di dua pulau yaitu Lombok dan Bali.Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram akan menjadi host-university di Lombok,  pada tanggal 18-20 Oktober 2022 sedangkan  perhelatan di Bali pada tanggal 1-4 November 2022 akan digawangi oleh Universitas Hindu Negeri (UHN) Denpasar.AICIS

Future Religion in Group of Twenty (G20): Relevansi Tema AICIS 2022 Bagi Studi Hukum Keluarga Islam Read More »

Islam Wasathiyah: Jalan Tengah di Negeri Multikultural

INDONESIA dikenal sebagai negara yang memiliki tingkat toleransi yang cukup tinggi antar kehidupan beragama. Namun, sebagai bangsa yang majemuk dan heterogen, Indonesia juga memiliki potensi konflik yang sangat rentan terjadi apabila tidak dijaga dan dirawat dengan baik secara bersama-sama.Berbagai konflik dengan isu intoleransi agama yang selama ini terjadi banyak dipicu oleh faktor politik atau kepentingan

Islam Wasathiyah: Jalan Tengah di Negeri Multikultural Read More »

Mengaji Fitua dalam Teks dan Konteks (2)

DI BIMA sendiri, menurut penelusuran Fahru Rizki, tarekat-tarekat yang pernah berkembang di antaranya tarekat Khalwatiyah yang dibawa oleh orang-orang Melayu gelombang II, Dato Maharajalela dengan ritus Hanta Ua Pua.Tarekat Naqsabandiyah yang dibawa oleh Syaikh Umar al-Bantani pada masa sultan Bima ke-II dengan ritus barzanji, tarekat Rifa’iyah pada masa sultan Abdul Hamid (1773-1817 M), tarekat Samaniyah

Mengaji Fitua dalam Teks dan Konteks (2) Read More »

Mengaji Fitua dalam Teks dan Konteks (1)

AHAD, awal Januari 2020, Kalikuma Educamp melaksanakan diskusi dengan tema Ngaji Fitua antara teks dan konteks. Pemantik diskusi antara lain Aba Du Wahid sebagai tuan rumah, Sudirman Makka sebagai pegiat Fitua, Syukri Abubakar, dan Fahru Rizki sebagai pemerhati Fitua, Alan Malingi pemerhati budaya Bima dan masih banyak lagi pembicara-pembicara lainnya.Diskusi kali ini cukup menarik karena

Mengaji Fitua dalam Teks dan Konteks (1) Read More »