Guru sebagai Pelita Kehidupan: Pesan Moral di Balik Pernyataan Menteri Agama

Pernyataan Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar yang sempat viral di kalangan guru Indonesia sesungguhnya menyimpan pesan moral yang amat dalam. Beliau menegaskan bahwa profesi guru tidak semestinya dipandang semata sebagai ladang mencari nafkah, melainkan sebagai panggilan jiwa yang mulia dan ladang amal jariyah. Meskipun redaksinya sempat menimbulkan salah paham, jika ditelaah lebih dalam, […]

Guru sebagai Pelita Kehidupan: Pesan Moral di Balik Pernyataan Menteri Agama Read More »

Guru Spiritual: Realitas!

Judul di atas adalah potongan dari pernyataan Gus Dur, lengkapnya adalah “guru spiritual saya adalah realitas, dan guru realitas saya adalah spiritualitas”. Betapa mendalamnya pernyataan Gus Dur tersebut. Tidak semua orang bisa memaknai bahwa realitas yang nampak di muka bumi adalah bentuk atau jalan untuk menemukan spiritualitas, jalan untuk sampai  kepada Tuhan bukan hanya lewat

Guru Spiritual: Realitas! Read More »

Mauludan di Gereja

Baru saja aku mengucapkan salam kedua sambil menolehkan kepala ke kiri, tiba-tiba Pak Sabar teriak-teriak menyuruh semua orang pulang dari gereja. Aku lantas berdiri dari dudukku dengan mulut masih penuh Qulhu. Jamaah yang dari tadi menunggu acara maulud dimulai, kini berhamburan mencari sandal mereka masing-masing.Tadinya, sebelum aku menepi sendiri di balik podium gereja untuk shalat

Mauludan di Gereja Read More »

Ujung dari Agama

Apa ada ujung dari beragama, setidaknya itulah yang menjadi perbincangan dari judul diatas. Dalam logika kehidupan, ada awal kehidupan dan ada akhir kehidupan, seperti itulah hukum siklus kehidupan. Agama itu turun dari Tuhan, dan ditujukan untuk kepentingan kemanusiaan. Agama dan manusia kedua berasal dari Tuhan, manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Manusia

Ujung dari Agama Read More »

Ekoteologi Profetik: Menjadikan Maulid Nabi sebagai Gerakan Moral Merawat Alam

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun bukanlah sekadar seremoni keagamaan yang diisi dengan pembacaan shalawat dan riwayat kelahiran beliau, melainkan momentum spiritual untuk merefleksikan kembali keteladanan Nabi dalam membangun kehidupan yang harmonis dengan sesama manusia, alam, dan Tuhan. Dalam konteks krisis ekologi global dan tantangan kerusakan lingkungan saat ini, tema “Ekoteologi Keteladanan Nabi untuk

Ekoteologi Profetik: Menjadikan Maulid Nabi sebagai Gerakan Moral Merawat Alam Read More »

Membaca Ayat, Membaca Alam

Dalam kajian keagamaan, sudah familiar istilah ayat qauliyah dan ayat kauniyah, kedua ayat tersebut diperintahkan kepada manusia untuk membacanya. Namun yang lebih populer dalam keseharian adalah membaca ayat qauliyah, karena secara teks sangat dianjurkan untuk membacanya.  Dalam ibadah ritual seperti shalat dan berdoa itu diharuskan untuk membaca ayat-ayat qauliyah, sehingga dalam pemahaman para ulama lebih

Membaca Ayat, Membaca Alam Read More »

Luka Negeri, Tangisan Ibu Pertiwi: Membaca Realitas Indonesia Hari Ini

Mengamati dan merenungkan tentang kondisi negeri kita saat ini, kita pantas rasanya untuk bersedih, teringatlah kita dengan lirik lagu “Ibu Pertiwi” yang diciptakan oleh Kamsidi Samsuddin pada tahun 1908. Jika kita membaca dengan mendalam lirik lagu tersebut yang penuh keharuan, seolah-olah itu bukan hanya sebuah nyanyian, melainkan potret nyata keadaan bangsa kita hari ini. Indonesia,

Luka Negeri, Tangisan Ibu Pertiwi: Membaca Realitas Indonesia Hari Ini Read More »

KH. Zulfa Mustafa: Orang yang Berilmu Menempati Posisi Tertinggi di Sisi Allah Swt

Dalam acara pengajian subuh di Islamic Center NTB, Senin, 18 Agustus 2025, KH. Zulfa Mustafa, wakil ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan bahwa seorang hamba yang diberikan oleh Allah Swt. anugerah ilmu menempati posisi terhormat, posisi tertinggi di sisi Allah Swt. daripada hamba-hambanya yang lain.Syaikh Wahbah al-Zuhaily dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa Nabi Dawud

KH. Zulfa Mustafa: Orang yang Berilmu Menempati Posisi Tertinggi di Sisi Allah Swt Read More »

Saat Kematian Menyingkap Tabir: Renungan atas Tragedi Pembunuhan dan Bunuh Diri

Kejadian-kejadian aneh yang belakangan terjadi di Lombok—mulai dari pembunuhan sadis hingga bunuh diri—sebenarnya memperlihatkan betapa rapuhnya kesadaran masyarakat tentang makna kehidupan dan kematian. Di satu sisi, pembunuhan menunjukkan betapa nyawa orang lain dipandang remeh, seolah tidak ada nilai dan harganya, dan di sisi lain, bunuh diri memperlihatkan betapa sebagian orang merasa kehilangan makna hidup hingga

Saat Kematian Menyingkap Tabir: Renungan atas Tragedi Pembunuhan dan Bunuh Diri Read More »

Meneladani Gus Dur, Merawat Indonesia

Akhir bulan ini tepatnya tanggal 29-31 agustus 2025, akan diadakan temu nasional Gusdurian yang disingkat tunas Gusdurian, salah satu komunitas yang selalu mengkampanyekan pemikiran dan pengabdian Gus Dur adalah Gusdurian, mereka sangat masif dalam melakukan pertemuan-pertemuan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pendampingan terhadap bentuk-bentuk ketidakadilan yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu, atau kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada rakyat.

Meneladani Gus Dur, Merawat Indonesia Read More »