Prismatika Kebaikan: Menjadi Manusia yang Memancarkan Manfaat Tanpa Batas

Mengawali uraian kolom hikmah hari ini, baiknya kita renungkan sebuah kisah menarik tentang kebermanfaatan dalam kehidupan.Dahulu, ada seorang tukang air yang setiap hari mengambil air dari sungai untuk dibawa ke rumah majikannya. Ia menggunakan sebatang pikulan dengan dua ember di kiri dan kanan.Salah satu ember itu sempurna, tidak bocor, sedangkan ember yang satunya retak kecil […]

Prismatika Kebaikan: Menjadi Manusia yang Memancarkan Manfaat Tanpa Batas Read More »

(Ka)Lembo Ade: Modus Linguistik dan Dunia Batin Orang Bima

ANDA yang intens bergaul dengan orang Bima pasti sering mendengar ungkapan “Kalembo Ade!” Kata magik itu terkadang diucapkan secara ringkas “Lembo Ade”. Dalam Bahasa Bima, ‘lembo’ berarti luas atau lapang, “ade” berarti hati. Jadi, Lembo Ade berarti hati yang luas, dada yang lapang. Sementara awalan “ka” bermakna seruan atau perintah atau aktivasi. Jadi “Kalembo Ade”

(Ka)Lembo Ade: Modus Linguistik dan Dunia Batin Orang Bima Read More »

Phubbing, Dosa Sunyi dalam Etika Komunikasi

Di tengah derasnya arus digital, ada satu fenomena yang tampak sepele namun perlahan menggerus kualitas relasi antarmanusia, yakni phubbing. Istilah ini merupakan gabungan dari kata phone dan snubbing, yang berarti tindakan mengabaikan orang di hadapan kita, karena lebih sibuk dengan ponsel. Sekilas aktivitas phubbing ini tampak biasa—sekadar mengecek pesan, scrolling media sosial, atau membaca notifikasi,

Phubbing, Dosa Sunyi dalam Etika Komunikasi Read More »

Jalan Sunyi Membangun Pariwisata Bima yang Berakar dan Berdaya

Pariwisata Bima tidak dapat dibangun hanya dengan logika pasar atau sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Ia adalah ruang hidup yang kompleks tempat bertemunya nilai budaya, kekuatan sosial masyarakat, potensi alam, dan dinamika ekonomi lokal. Dalam konteks ini, pembangunan pariwisata di Bima harus dipahami sebagai proses sosial yang berakar pada nilai-nilai lokal sekaligus adaptif terhadap perubahan

Jalan Sunyi Membangun Pariwisata Bima yang Berakar dan Berdaya Read More »

Definisi dan Asal Usul Bahasa

Kridalaksana (1993: 21) dan Depdikbud (1997: 77) berpendapat Bahasa merupakan sistem bunyi yang sistematis, Arbitres (manasuka) yang digunakan untuk berkomunilkasi, berintraksi dan mengidentifikasi diri. Definisi bahasa di atas menjadi sumber hakikat sebuah bahasa yang dapat memberikan makna.Aristoteles (W. 322 SM) Mendefinisikan Bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan manusia. Definisi ini menjelaskan bahwa bahasa

Definisi dan Asal Usul Bahasa Read More »

Morning Person: Rahasia Sukses yang Dilalaikan

Ada satu mitos lama yang diam-diam kita rawat: bahwa kesuksesan lahir dari begadang panjang, dari malam-malam yang dikorbankan, dari kopi yang tak pernah dingin, dan dari mata yang dipaksa tetap terbuka saat dunia sudah terlelap. Kita sering memuliakan mereka yang tidur paling larut, seolah-olah waktu malam adalah satu-satunya ruang suci bagi produktivitas. Namun perlahan, kesadaran

Morning Person: Rahasia Sukses yang Dilalaikan Read More »

Mengapa Manusia Sebenarnya ‘Mencari Makna’ dalam Perjalanan?

Ketika seseorang memutuskan untuk pergi berwisata entah itu ke pantai, gunung, desa wisata, atau bahkan sekadar keluar dari rutinitas kota, yang sebenarnya ia cari bukan hanya pemandangan indah atau pengalaman baru, tetapi sesuatu yang jauh lebih dalam ialah makna. Dalam pandangan ilmu pariwisata, perjalanan bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan sebuah proses sosial, psikologis, bahkan spiritual

Mengapa Manusia Sebenarnya ‘Mencari Makna’ dalam Perjalanan? Read More »

Maja Labo Dahu sebagai Fondasi Spiritualitas dalam Membangun Pariwisata Halal yang Berkarakter di Bima

Pariwisata halal dalam beberapa tahun terakhir berkembang bukan hanya sebagai tren industri, tetapi sebagai paradigma baru dalam pengelolaan destinasi yang mengintegrasikan nilai agama, budaya, dan ekonomi secara harmonis. Di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat, pengembangan pariwisata halal bahkan telah memiliki landasan regulatif yang jelas melalui kebijakan daerah yang menekankan penyediaan layanan dan fasilitas

Maja Labo Dahu sebagai Fondasi Spiritualitas dalam Membangun Pariwisata Halal yang Berkarakter di Bima Read More »

Menghidupkan Maja Labo Dahu dalam Pariwisata Kota Bima

Ketika berbicara tentang pembangunan pariwisata, yang sering muncul di benak kita adalah jalan yang mulus, hotel yang megah, atau spot foto yang “instagramable”. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun, ada satu hal yang justru sering terlupakan, padahal ia adalah ruh dari sebuah destinasi: budaya. Kota Bima adalah contoh nyata dari wilayah yang tidak hanya

Menghidupkan Maja Labo Dahu dalam Pariwisata Kota Bima Read More »

Terminologi Manusia dalam Al-Qur’an

Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi Khalifah (pengurus) di bumi sebagaimana yang tercantum dalam banyak ayat Al-Qur’an- (Al-Baqarah: 30, Al-An’anm: 165, Yunus: 14, Fathir: 39). Selain itu manusia juga dijadikan sebagai makhluk teristimwea di sisinya, dia berfirman: “Dan sungguh kami telah memuliakan anak cucu Adam (Manusia)”-(Al-Isra’:70). Tuhan juga menyebut manusia sebagai makhluk

Terminologi Manusia dalam Al-Qur’an Read More »