Ketika Gema Takbir Menggulung Ramadhan: Menelisik Jejak Ibadah Pasca Puasa

Seorang murid tiba-tiba datang menghadap kepada gurunya beberapa hari setelah Ramadhan berlalu. Wajahnya tampak murung, matanya sayu seperti kehilangan sesuatu yang berharga. Ia berkata dengan suara lirih, “Wahai guru, aku merasa ada yang hilang dari diriku. Beberapa saat yang lalu biasanya hatiku lembut, lisanku berdzikir dengan ringan, malamku hidup dengan doa. Tapi sekarang semua itu […]

Ketika Gema Takbir Menggulung Ramadhan: Menelisik Jejak Ibadah Pasca Puasa Read More »

Finishing Puasa di Garis Taqwa: Siapa yang Sampai dan Siapa yang Lewat Saja

Ramadhan selalu datang seperti sebuah undangan agung—mengajak manusia memasuki ruang latihan spiritual yang intens, sunyi, dan penuh makna. Ia bukan sekadar bulan ibadah, tetapi sebuah perjalanan transformasi. Dalam perjalanan ini, setiap Muslim pada hakikatnya sedang mengikuti sebuah perlombaan: bukan perlombaan melawan orang lain, tetapi perlombaan melawan dirinya sendiri. Dan garis finish dari perlombaan itu telah

Finishing Puasa di Garis Taqwa: Siapa yang Sampai dan Siapa yang Lewat Saja Read More »

Sunyi sebagai Jalan menuju Kesadaran: Refleksi Spiritual tentang Puasa dan Hari Raya Nyepi

Di ujung perjalanan Ramadan tahun 1447 H, kita menyaksikan sebuah perjumpaan waktu yang sangat menarik dan sarat makna—akhir puasa umat Islam bertemu dengan Hari Raya Nyepi umat Hindu. Dua tradisi yang lahir dari akar keyakinan yang berbeda, namun seolah bertemu dalam satu pesan spiritual yang sama—”kesunyian sebagai jalan menuju kesadaran”.Di zaman modern yang penuh kebisingan,

Sunyi sebagai Jalan menuju Kesadaran: Refleksi Spiritual tentang Puasa dan Hari Raya Nyepi Read More »

Moral yang Lahir dari Halaman-Halaman Fiksi

Setelah membaca beberapa Novel (tentunya tidak banyak) saya belajar banyak hal yang terkandung dalam halaman-halaman fiksi yang mendalam dan menyentuh emosional saya sebagai manusia – yang selama ini saya anggap masih nihil empati. Membaca novel bukan hanya hiburan, tetapi ia hadir dalam lembaran-lembaran yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan. Pada setiap halaman-halamanya ditunjukkan proses yang

Moral yang Lahir dari Halaman-Halaman Fiksi Read More »

Membaca Makna Puasa melalui Metafora Kehidupan

Ada sebuah metafora sederhana tetapi sangat menggugah: “Membersihkan air kolam dengan tawas: airnya menjadi bening, tetapi ikannya mati.” Secara kasat mata, kolam yang keruh memang bisa dijernihkan dengan tawas, air yang semula kotor berubah menjadi bersih, tenang, dan jernih. Namun jika penggunaan tawas berlebihan atau tidak bijak, kehidupan di dalam kolam bisa hilang. Air tampak

Membaca Makna Puasa melalui Metafora Kehidupan Read More »

Letters to Faizah: Sabda Perlawanan dari Teheran [1]

“Faizah… kami turut berbelasungkawa atas syahidnya sang Imam. Beliau sosok yang tak goyah; dan teguh berdiri dengan segenap jiwa dan raga melawan negara-negara penindas hingga akhir hayatnya. Kini Iran-mu menjadi kiblat bagi banyak negara untuk satu pelajaran berharga, ‘kedaulatan tidak diberikan, namun dipertahankan.’ Keteguhan inilah yang membuat para pemimpin negaramu tidak hanya mengajarkan ‘geopolitik’ namun

Letters to Faizah: Sabda Perlawanan dari Teheran [1] Read More »

Negotiating Patriarchy: Relasi Kuasa, Kekerasan Epistemik, dan Agensi Perempuan

Relasi kuasa merupakan salah satu fondasi utama yang menopang kekerasan terhadap perempuan dalam kehidupan keluarga. Kekerasan dalam konteks ini tidak selalu hadir dalam bentuk luka fisik atau agresi yang kasatmata, melainkan juga bekerja secara sunyi melalui sistem, kontrol, pembatasan, pengawasan, dan ekspektasi gender yang menekan perempuan untuk taat serta menormalisasi penderitaan mereka. Dalam bentuk ini,

Negotiating Patriarchy: Relasi Kuasa, Kekerasan Epistemik, dan Agensi Perempuan Read More »

Puasa Sosial: Seni Mengendalikan Ego

Puasa mengajarkan kita satu hal yang sering terlupakan dalam kehidupan modern: kemampuan menahan diri sebelum bereaksi. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, kita dilatih bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan, emosi, dan dorongan spontan yang lahir dari dalam diri. Dalam keadaan fisik yang justru lebih rentan, kita diminta untuk tetap

Puasa Sosial: Seni Mengendalikan Ego Read More »

Semesta sebagai Lanskap Ibadah Puasa: Sebuah Tinjauan Ekofenomenologis

Di antara sekian banyak ibadah dalam Islam, puasa memiliki keunikan tersendiri dari sisi ruang dan waktu. Ia tidak memerlukan ruang khusus seperti masjid, tidak bergantung pada gerakan tubuh tertentu seperti salat, dan tidak terikat pada lokasi tertentu seperti haji yang terpusat di Mekkah. Dari sisi waktu, puasa berlangsung sepanjang rentang harian yang utuh: sejak terbit

Semesta sebagai Lanskap Ibadah Puasa: Sebuah Tinjauan Ekofenomenologis Read More »

Kapolres dan Narkoba: Siapa Yang Mengawasi “Sang Pengawas”?

*Haikal Akram (Lulusan S1 Kehutanan Universitas Mataram)Masih luar biasa bahwa kasus serupa, kasus dugaan keterlibatan Kapolres dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba, bisa terjadi beberapa kali. Kasus itu bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi adalah ironi yang menampar kesadaran publik. Di tengah gencarnya perang terhadap narkotika, di mana aparat ditempatkan sebagai penegak yang berdiri di garis

Kapolres dan Narkoba: Siapa Yang Mengawasi “Sang Pengawas”? Read More »