Luka Negeri, Tangisan Ibu Pertiwi: Membaca Realitas Indonesia Hari Ini

Mengamati dan merenungkan tentang kondisi negeri kita saat ini, kita pantas rasanya untuk bersedih, teringatlah kita dengan lirik lagu “Ibu Pertiwi” yang diciptakan oleh Kamsidi Samsuddin pada tahun 1908. Jika kita membaca dengan mendalam lirik lagu tersebut yang penuh keharuan, seolah-olah itu bukan hanya sebuah nyanyian, melainkan potret nyata keadaan bangsa kita hari ini. Indonesia, […]

Luka Negeri, Tangisan Ibu Pertiwi: Membaca Realitas Indonesia Hari Ini Read More »

KH. Zulfa Mustafa: Orang yang Berilmu Menempati Posisi Tertinggi di Sisi Allah Swt

Dalam acara pengajian subuh di Islamic Center NTB, Senin, 18 Agustus 2025, KH. Zulfa Mustafa, wakil ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan bahwa seorang hamba yang diberikan oleh Allah Swt. anugerah ilmu menempati posisi terhormat, posisi tertinggi di sisi Allah Swt. daripada hamba-hambanya yang lain.Syaikh Wahbah al-Zuhaily dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa Nabi Dawud

KH. Zulfa Mustafa: Orang yang Berilmu Menempati Posisi Tertinggi di Sisi Allah Swt Read More »

Saat Kematian Menyingkap Tabir: Renungan atas Tragedi Pembunuhan dan Bunuh Diri

Kejadian-kejadian aneh yang belakangan terjadi di Lombok—mulai dari pembunuhan sadis hingga bunuh diri—sebenarnya memperlihatkan betapa rapuhnya kesadaran masyarakat tentang makna kehidupan dan kematian. Di satu sisi, pembunuhan menunjukkan betapa nyawa orang lain dipandang remeh, seolah tidak ada nilai dan harganya, dan di sisi lain, bunuh diri memperlihatkan betapa sebagian orang merasa kehilangan makna hidup hingga

Saat Kematian Menyingkap Tabir: Renungan atas Tragedi Pembunuhan dan Bunuh Diri Read More »

Meneladani Gus Dur, Merawat Indonesia

Akhir bulan ini tepatnya tanggal 29-31 agustus 2025, akan diadakan temu nasional Gusdurian yang disingkat tunas Gusdurian, salah satu komunitas yang selalu mengkampanyekan pemikiran dan pengabdian Gus Dur adalah Gusdurian, mereka sangat masif dalam melakukan pertemuan-pertemuan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pendampingan terhadap bentuk-bentuk ketidakadilan yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu, atau kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada rakyat.

Meneladani Gus Dur, Merawat Indonesia Read More »

KH. Zulfa Mustafa: Tiga Sebutan bagi Orang yang Berilmu dalam Al-Qur’an

Menurut KH. Zulfa Mustafa orang yang memiliki ilmu dianugerahi oleh Allah Swt. kemuliaan yang sangat tinggi. Kalau ada orang yang meremehkan ilmu, menganggap jabatan lebih hebat dari ilmu, menganggap harta lebih hebat dari ilmu, berarti dia tidak pernah mengaji al-Qur’an. Al-Qur’an menyatakan bahwa kemuliaan yang paling utama adalah ilmu. Orang tidak akan bisa jadi Nabi

KH. Zulfa Mustafa: Tiga Sebutan bagi Orang yang Berilmu dalam Al-Qur’an Read More »

Khusu’  Ritual, Khusu’ Sosial

Bahasa khusu’ lebih terkait dengan ibadah mahdha,  yakni ibadah yang berhubungan langsung kepada Allah swt. Secara umum ibadah dalam agama terbagi atas dua macam, yakni ibadah mahdha dan ibadah gairu mahdha, atau ibadah ritual dan ibadah sosial. Ibadah ritual lebih terkait dengan hubungan personal antara hamba dengan Tuhannya, sementara sosial terkait dengan hubungan dengan sesama

Khusu’  Ritual, Khusu’ Sosial Read More »

Perilaku Digital yang Berjejak: Antara Data dan Rekaman Moral

Tanggung jawab moral dalam hidup kita tidak hanya berhenti pada ucapan, sikap, dan perilaku nyata yang bisa disaksikan oleh orang lain, tetapi juga meluas pada jejak digital yang kita tinggalkan di dunia maya. Dalam era teknologi saat ini, setiap komentar, unggahan, atau bahkan like adalah cerminan diri yang bisa berdampak pada orang lain dan bisa

Perilaku Digital yang Berjejak: Antara Data dan Rekaman Moral Read More »

Refleksi 80 Tahun Merdeka: Semangat Perempuan Pertama

Delapan puluh tahun Indonesia merdeka memberikan ruang untuk merefleksikan jejak perjuangan para tokoh bangsa. Salah satu figur yang menorehkan sejarah adalah Cut Nyak Dhien, perempuan Aceh yang berani memimpin perang melawan kolonial Belanda. Keputusan untuk tampil sebagai pemimpin pasukan gerilya menjadikannya sosok yang menembus batas sosial pada zamannya. Ia tidak hanya melawan kolonialisme, tetapi juga

Refleksi 80 Tahun Merdeka: Semangat Perempuan Pertama Read More »

Layar Perahu Nenek Haji

ANAK-ANAK itu riang gembira, dibungkus tawa dan jingkratan. Bermain sampan-sampanan dari bongkahan kayu, ranting, dan helai-helai daun. Di bawah pohon waru. Di bentangan pasir pantai. Diapit perahu-perahu layar yang siap tempur. Sesekali mereka mencebur diri ke pantai, membasahi baju dan rambut mereka yang kusut oleh pasir dan matahari. Matahari senja.Tiga gadis kecil berhamburan ke balai-balai

Layar Perahu Nenek Haji Read More »

Kemerdekaan yang Memerdekakan: Refleksi 80 Tahun Indonesia

Delapan puluh tahun lalu, kita meraih kemerdekaan dengan keringat, darah, dan doa. Kita berdiri di atas fondasi pengorbanan para pejuang, membawa mimpi besar untuk menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, dan berdaulat. Kini di usia yang tak lagi muda, pertanyaan mendasar harus kita ajukan: Apakah kita sudah dewasa sebagai bangsa?Kedewasaan berbangsa bukan sekadar bertambahnya umur republik,

Kemerdekaan yang Memerdekakan: Refleksi 80 Tahun Indonesia Read More »