Talaq dan Realitas Kontemporer

Talaq atau perceraian adalah realitas dalam kehidupan rumah tangga yang telah mendapat legitimasi dalam ajaran Islam. Dalam konteks teologis, talaq dibolehkan tetapi sangat tidak dianjurkan. Hadis Nabi menyatakan bahwa talaq adalah perbuatan halal yang paling dibenci Allah.  Pernyataan ini menunjukkan adanya ambivalensi dalam ajaran Islam. Talaq dibolehkan secara hukum, namun sangat tidak diinginkan dari sisi […]

Talaq dan Realitas Kontemporer Read More »

Melampaui Rutinitas: Saat Takwa Hidup di setiap Langkah

“Bertakwalah kepada Tuhan di mana pun engkau berada.” Kalimat indah dan bersahaja ini bukan hanya sekadar seruan moral, akan tetapi kalimat yang menyimpan kedalaman spiritual dan filosofi hidup yang sangat luhur dalam beragama. Ia menegaskan bahwa takwa bukan hanya aktivitas lahiriah, tetapi kesadaran batin yang terus hidup di setiap ruang dan waktu.Takwa sering kali dipahami

Melampaui Rutinitas: Saat Takwa Hidup di setiap Langkah Read More »

Bima Itu Indonesia

Barangkali ada dua opini besar terkait beredarnya video trending (lepas baju pamer BH) yang jika dikomfirmasi (konon katanya) berlokasi di salah satu pantai di Bima. Bagaimana cara melihatnya?Ya biasa saja. Pakai mata. Kecuali Aceh, NAD. Yang ketat menerapkan syariah dengan elemen-elemen UU dan aturannya, polisi Syariah. Mahkamah Syariah yang diakomodir oleh negara. Barangkali seseorang bebas-bebas

Bima Itu Indonesia Read More »

Kemenangan tanpa Perubahan: Ketika Idul Fitri Gagal Mengubah Mental

Idul fitri dalam tradisi Islam adalah hari kemenangan—bukan dalam arti peperangan atau persaingan duniawi, melainkan kemenangan jiwa atas hawa nafsu, kemenangan kesabaran atas cobaan, dan kemenangan iman atas keraguan. Namun kemenangan seperti apakah yang patut dirayakan jika setelahnya tidak ada perubahan yang nyata dalam diri kita? Pertanyaan ini menggugah kita untuk merefleksikan makna terdalam dari

Kemenangan tanpa Perubahan: Ketika Idul Fitri Gagal Mengubah Mental Read More »

Amina Wadud, Islam, dan Keadilan Gender

Amina Wadud adalah seorang akademisi, aktivis, dan feminis Muslim kelahiran 25 September 1952 di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat. Ia dibesarkan dalam keluarga muslim yang taat dan memeluk Islam sejak kecil. Wadud menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pennsylvania, di mana ia meraih gelar sarjana dalam bidang Studi Islam dan Bahasa Arab. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana

Amina Wadud, Islam, dan Keadilan Gender Read More »

“Membuka Pintu Peradaban”: Urgensi Pendidikan Tinggi Negeri bagi Masa Depan Bima

Pendidikan adalah jalan terang menuju masa depan yang lebih baik. Di setiap peradaban besar, pendidikan selalu menjadi fondasi utama kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Di tengah berbagai tantangan pembangunan di Indonesia, kabar baik datang dari Kabupaten Bima: Pemerintah Daerah berencana membangun sebuah Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Rencana pembangunan IAIN ini sejatinya sudah dicanangkan sejak lama,

“Membuka Pintu Peradaban”: Urgensi Pendidikan Tinggi Negeri bagi Masa Depan Bima Read More »

Lebaran Topat Suku Sasak: Simfoni Alam dan Spiritualitas dalam Perspektif Ekofenomenologi

Lebaran Topat adalah tradisi khas masyarakat Sasak yang dirayakan seminggu setelah Idul fitri, bertepatan dengan 7 Syawal dalam kalender Hijriyah. Tradisi ini merupakan bentuk syukur kepada Allah atas kelancaran ibadah puasa, termasuk puasa sunah selama enam hari setelah Ramadan. Namun, di balik aspek keagamaan, Lebaran Topat menyimpan makna ekososial dan ekologis yang kuat, menjadikannya relevan

Lebaran Topat Suku Sasak: Simfoni Alam dan Spiritualitas dalam Perspektif Ekofenomenologi Read More »

Melihat Manusia 576 Km

Sejauh ini, ini yang paling jauh! Saya berkendara seorang diri Yogyakarta-Jakarta, kemarin. Ya, dua hari di perjalanan. Mungkin lama, tapi memang saya sengaja untuk tidak terburu-buru. Niatnya buat menikmati perjalanan. Capek, istirahat. Bosan, istirahat. Ngudud, istirahat, Gerimis-hujan, istirahat. Liat pemandangan bagus, istirahat. Pokoknya banyakan istirahatnya!Saya mafhum, ini momen lebaran. Orang mudik, jalanan ramai – kata

Melihat Manusia 576 Km Read More »

Ketika Cahaya Ramadan Berpadu Cahaya Fitri

Ramadan bulan yang datang seperti tamu istimewa, membawa nuansa spiritual ke dalam sanubari setiap muslim. Ia hadir dengan penuh kemuliaan, menghadirkan ketenangan jiwa, menenangkan hati, serta menyediakan ruang yang luas bagi setiap hamba untuk mendekatkan diri kepada Ilahi dengan lebih khusyuk. Sebagaimana biasanya, bahwa setiap tamu yang datang pasti akan pergi, demikian pula Ramadan yang

Ketika Cahaya Ramadan Berpadu Cahaya Fitri Read More »

Dari Ramadan ke Idul Fitri: Mengukuhkan Takwa dan Istiqamah

Idul Fitri adalah momen yang luar biasa, bukan sekadar hari kemenangan, tetapi sebuah perayaan spiritual yang sangat mendalam. Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan segala pengorbanan, disiplin, dan introspeksi diri, maka kehadiran Idul Fitri menjadi simbol pencapaian tertinggi dalam perjalanan spiritual seorang Muslim.Kata Idul Fitri secara harfiah berarti “kembali ke fitrah”—kembali kepada

Dari Ramadan ke Idul Fitri: Mengukuhkan Takwa dan Istiqamah Read More »