“Membuka Pintu Peradaban”: Urgensi Pendidikan Tinggi Negeri bagi Masa Depan Bima

Pendidikan adalah jalan terang menuju masa depan yang lebih baik. Di setiap peradaban besar, pendidikan selalu menjadi fondasi utama kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Di tengah berbagai tantangan pembangunan di Indonesia, kabar baik datang dari Kabupaten Bima: Pemerintah Daerah berencana membangun sebuah Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Rencana pembangunan IAIN ini sejatinya sudah dicanangkan sejak lama, […]

“Membuka Pintu Peradaban”: Urgensi Pendidikan Tinggi Negeri bagi Masa Depan Bima Read More »

Lebaran Topat Suku Sasak: Simfoni Alam dan Spiritualitas dalam Perspektif Ekofenomenologi

Lebaran Topat adalah tradisi khas masyarakat Sasak yang dirayakan seminggu setelah Idul fitri, bertepatan dengan 7 Syawal dalam kalender Hijriyah. Tradisi ini merupakan bentuk syukur kepada Allah atas kelancaran ibadah puasa, termasuk puasa sunah selama enam hari setelah Ramadan. Namun, di balik aspek keagamaan, Lebaran Topat menyimpan makna ekososial dan ekologis yang kuat, menjadikannya relevan

Lebaran Topat Suku Sasak: Simfoni Alam dan Spiritualitas dalam Perspektif Ekofenomenologi Read More »

Melihat Manusia 576 Km

Sejauh ini, ini yang paling jauh! Saya berkendara seorang diri Yogyakarta-Jakarta, kemarin. Ya, dua hari di perjalanan. Mungkin lama, tapi memang saya sengaja untuk tidak terburu-buru. Niatnya buat menikmati perjalanan. Capek, istirahat. Bosan, istirahat. Ngudud, istirahat, Gerimis-hujan, istirahat. Liat pemandangan bagus, istirahat. Pokoknya banyakan istirahatnya!Saya mafhum, ini momen lebaran. Orang mudik, jalanan ramai – kata

Melihat Manusia 576 Km Read More »

Ketika Cahaya Ramadan Berpadu Cahaya Fitri

Ramadan bulan yang datang seperti tamu istimewa, membawa nuansa spiritual ke dalam sanubari setiap muslim. Ia hadir dengan penuh kemuliaan, menghadirkan ketenangan jiwa, menenangkan hati, serta menyediakan ruang yang luas bagi setiap hamba untuk mendekatkan diri kepada Ilahi dengan lebih khusyuk. Sebagaimana biasanya, bahwa setiap tamu yang datang pasti akan pergi, demikian pula Ramadan yang

Ketika Cahaya Ramadan Berpadu Cahaya Fitri Read More »

Dari Ramadan ke Idul Fitri: Mengukuhkan Takwa dan Istiqamah

Idul Fitri adalah momen yang luar biasa, bukan sekadar hari kemenangan, tetapi sebuah perayaan spiritual yang sangat mendalam. Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan segala pengorbanan, disiplin, dan introspeksi diri, maka kehadiran Idul Fitri menjadi simbol pencapaian tertinggi dalam perjalanan spiritual seorang Muslim.Kata Idul Fitri secara harfiah berarti “kembali ke fitrah”—kembali kepada

Dari Ramadan ke Idul Fitri: Mengukuhkan Takwa dan Istiqamah Read More »

Ketika Hidup menjadi Konstruksi Rumah Sendiri

Seorang tukang bangunan tua memutuskan untuk mengundurkan diri setelah bertahun-tahun mengabdikan dirinya dalam membangun rumah. Ia merasa lelah dan ingin menikmati sisa hidupnya dengan keluarga.Suatu hari, ia datang kepada bosnya dan mengajukan pengunduran diri. Namun, sang bos justru meminta satu permintaan terakhir, “Tolong bangunkan satu rumah lagi untuk saya,” katanya.Meskipun sebenarnya sudah kehilangan semangat, tukang

Ketika Hidup menjadi Konstruksi Rumah Sendiri Read More »

Konsep Nusyuz Suami dalam Hukum Islam: Kajian Kritis dalam Perspektif Gender

Konsep nusyuz dalam hukum Islam biasanya dikaitkan dengan istri daripada suami.  Istri yang menolak tanggung jawabnya terhadap suami, seperti memenuhi kebutuhan biologis atau meninggalkan rumah tanpa izin, sering dianggap sebagai nusyuz, yang berarti pembangkangan atau ketidaktaatan dalam rumah tangga.  Namun, nusyuz suami yang juga diakui dalam Islam, kurang diperhatikan dalam kajian fikih klasik maupun implementasi

Konsep Nusyuz Suami dalam Hukum Islam: Kajian Kritis dalam Perspektif Gender Read More »

Atmosfer Ramadan: Ketika Hati, Ibadah dan Hidup Selaras

Setiap kali Ramadan datang, ada sesuatu yang berbeda dalam atmosfernya, suasananya begitu khas, membawa ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, hati yang sebelumnya keras menjadi lebih lembut, dosa yang dulu terasa ringan kini terasa berat, dan ibadah yang mungkin sebelumnya terasa berat justru kini lebih nikmat, seolah-olah ada kekuatan tak kasat mata yang menggerakkan jiwa

Atmosfer Ramadan: Ketika Hati, Ibadah dan Hidup Selaras Read More »

Guru Ukit: Pelabuhan Batin Kaum Sasak Subaltern

Tentu saja saya tidak memiliki kapasitas untuk mendiskusikan Guru Ukit dari sudut pandang sosiologi agama, apalagi dari teori agama itu sendiri. Bidang ini memiliki tradisi dan metodologi tersendiri yang menjadi lahan bagi para pemikir dan akademik yang bergelut dalam studi agama. Oleh karena itu, pendekatan saya dalam menelaah fenomena Guru Ukit tidak berangkat dari perdebatan

Guru Ukit: Pelabuhan Batin Kaum Sasak Subaltern Read More »

Ritus Puasa dari Kacamata Filsafat Eksistensialisme

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi teologis dan rasional. Tulisan ini mencoba memaknai puasa melalui pendekatan filsafat, khususnya eksistensialisme, untuk memahami bagaimana praktik ini bukan hanya sebagai perintah teologis, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran manusia atas eksistensinya.Pendekatan Filsafat dalam Memahami AgamaFilsafat, yang secara harfiah berarti “cinta kebijaksanaan”, mengajarkan manusia untuk berpikir rasional

Ritus Puasa dari Kacamata Filsafat Eksistensialisme Read More »