Membaca Diri dalam Dunia yang Kompetitif: Refleksi Keunggulan tanpa Meniadakan

Ada satu kisah menarik dari Amerika Latin tentang Presiden Gonzales dan Nelayan miskin yang diabadikan didalam buku ”Mati Ketawa Cara Rusia”. Alkisah, Presiden Gonzales dari sebuah “Republik Pisang” di Amerika Latin sangat tidak populer. Pada suatu hari ia bertamasya keliling ibu kota, dengan berkendaraan kuda. Ketika akan menyeberangi sebuah jembatan, kuda yang dinaikinya terkejut melihat […]

Membaca Diri dalam Dunia yang Kompetitif: Refleksi Keunggulan tanpa Meniadakan Read More »

Kekuatan Prasangka: Ketika Pikiran menjadi Fakta

Ada sepenggal kisah hikmah yang patut kita jadikan perenungan terkait dengan pentingnya membangun keyakinan positif di dalam diri kita masing-masing. Alkisah, ada seorang tahanan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung, tetapi tiba-tiba sekelompok ilmuwan ingin menguji batas keyakinan manusia dan kekuatan pikiran. Mereka mengatakan kepada seorang tahanan bahwa alih-alih digantung, ia akan dibunuh oleh gigitan

Kekuatan Prasangka: Ketika Pikiran menjadi Fakta Read More »

Dilema Perempuan

Di negeri yang katanya menjunjung tinggi adab,Ada perempuan yang terkurung dalam kitab.Kitab tradisi, kitab norma, kitab harapan semu,Yang memaksanya tunduk pada waktu yang tak ia mau.Pernikahan, serupa jerat tak kasat mata,Menyekap mimpi di balik tirai rumah tanggapena digantikan sendok belanga,Apa arti masa depan jika hanya jadi boneka budaya? “Sudah cukup sekolahmu,” kata mereka sambil tersenyum,Seakan mimpi

Dilema Perempuan Read More »

Menjadi Muslim Ekologis: Refleksi Spiritualitas Hari Bumi

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April jangan sampai sebatas terjebak dalam simbolisme atau seremoni yang serba formal dan sesaat, akan tetapi harus dimaknai sebagai momen reflektif dan transformatif, saat di mana kesadaran ekologis dibangkitkan dan ditanamkan, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam dimensi spiritual yang mendalam.Dalam konteks masyarakat beragama, terutama umat

Menjadi Muslim Ekologis: Refleksi Spiritualitas Hari Bumi Read More »

Memaknai Hari Bumi dalam Bingkai Ekofenomenologi

Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi—sebuah momen global untuk merefleksikan relasi manusia dengan planet tempat tinggalnya. Dan peringatan ini bukan sekadar simbolik, akan tetapi merupakan panggilan untuk menata ulang kesadaran ekologis kita—sebuah kesadaran bahwa bumi bukanlah benda mati yang bisa digunakan semaunya, melainkan rumah kehidupan yang perlu dijaga dengan penuh tanggung jawab dan

Memaknai Hari Bumi dalam Bingkai Ekofenomenologi Read More »

Sorong Serah dan Legitimasi Akad: Kekuatan Budaya dalam Hukum Pernikahan Islam di Lombok

Pulau Lombok, yang dikenal dengan kekayaan budaya dan religiusitas masyarakatnya, menyimpan ragam tradisi unik dalam prosesi pernikahan. Salah satunya adalah Sorong Serah, sebuah prosesi simbolik yang menandai penyerahan mempelai perempuan kepada keluarga laki-laki. Dalam tradisi masyarakat Sasak, prosesi ini bukan sekadar seremonial adat, tetapi sarat akan makna sosial dan spiritual.Namun dalam konteks hukum keluarga Islam,

Sorong Serah dan Legitimasi Akad: Kekuatan Budaya dalam Hukum Pernikahan Islam di Lombok Read More »

Aziza al-Yousef dan Upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender dalam Struktur Sosial Politik Arab Saudi

Tulisan ini menyoroti pemikiran dan kontribusi Aziza al-Yousef, seorang akademisi serta aktivis hak perempuan asal Arab Saudi, dalam membela kesetaraan gender dan hak asasi manusia (HAM). Fokus pembahasan berada pada kritiknya terhadap sistem perwalian laki-laki, keterlibatannya dalam berbagai gerakan sosial, serta posisi strategisnya dalam struktur politik dan budaya Arab Saudi. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif

Aziza al-Yousef dan Upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender dalam Struktur Sosial Politik Arab Saudi Read More »

Perbedaan Maskawin di Desa Kateng dan Desa Batujai, Lombok

Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, maskawin berupa tanah telah menjadi pilihan utama dan umum diberikan dalam setiap prosesi pernikahan. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan nilai materi, tetapi juga mengandung makna simbolik yang mendalam. Tanah dipersepsikan sebagai bentuk jaminan hidup bagi istri sekaligus lambang kesungguhan dan tanggung jawab seorang suami dalam membangun rumah

Perbedaan Maskawin di Desa Kateng dan Desa Batujai, Lombok Read More »

Nyongkolan dalam Tradisi Sasak: Antara Warisan Budaya dan Nilai Syariah

Lombok, sebuah pulau dengan panorama indah dan masyarakat yang religius, dikenal dengan kekayaan adat istiadatnya. Salah satu tradisi yang masih lestari di kalangan masyarakat Sasak adalah nyongkolan arak-arakan pengantin pasca akad nikah yang penuh warna dan kebanggaan.Diiringi alunan gamelan, sorak-sorai kerabat, dan iringan gendang beleq yang menggema di sepanjang jalan, pasangan pengantin berjalan bersama keluarga

Nyongkolan dalam Tradisi Sasak: Antara Warisan Budaya dan Nilai Syariah Read More »

“Awik-Awik Kirangan” dalam Pernikahan Adat Bayan

Desa Bayan, yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai salah satu Desa Adat yang masih mempertahankan tradisi leluluhur. Salah satu kebudayaan yang menonjol adalah tradisi pernikahan dengan menggunakan Awik-awik Kirangan yang tentunya mempunyai filosofi dan mencerminkan identitas budaya masyarakat Bayan yang tetap lestari ditengah arus modernisasi.Adat sebagai tradisi lokal (local

“Awik-Awik Kirangan” dalam Pernikahan Adat Bayan Read More »