Umi Oji (Sebuah Obituari Sederhana)

Perempuan itu terampil memegang kapur putih sambil menulis kata per kata di kolong rumah panggung jati dua belas tiang. Dengan papan tripleks berukuran tiga kali dua. Mungkin sisa dari barang-barang sekolah yang sudah tak terpakai lagi setelah mekanisme “pemeriksaan” dinas-dinas di atasnya.Murid kelas wombo uma itu tidak lebih dari hitungan jari. Saya dan beberapa teman […]

Umi Oji (Sebuah Obituari Sederhana) Read More »

Kita (memang) Masih Melihat Laut sebagai Pemisah

Minggu ini, pemberitaan media massa tersedot oleh berita pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut beberapa sumber, hal ini bukanlah perkara baru. Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa ialah keinginan lama, sejak puluhan tahun lalu. Tahun 2011, masyarakat melalukan rapat akbar terkait hal ini. Dokumentasi rapat tersebut beredar juga di media sosial baru-baru ini.Wal

Kita (memang) Masih Melihat Laut sebagai Pemisah Read More »

Dari Rafats hingga Jidal: Spirit Ekologis Haji

Minggu-minggu ini, perhatian seluruh warga muslim republik, tertuju kepada jamaah hajji yang mulai bertolak dari tanah air ke Madinah dan Makkah. Ibadah haji bukan sekadar ritual tahunan, tetapi perjalanan spiritual yang mendalam, yang membawa perubahan bagi manusia menuju pribadi insan kamil, manusia paripurna yang utuh secara lahir dan batin.Ibadah haji menjadi miniatur kehidupan sosial global—ada

Dari Rafats hingga Jidal: Spirit Ekologis Haji Read More »

Mengupas Tradisi Adat di Desa Santong

Desa Santong, yang terletak di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, menyimpan kekayaan budaya yang masih lestari hingga kini. Tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Mulai dari ritual adat,  hingga kegiatan gotong royong, semuanya mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dengan adanya Berugak Adat dan Bale

Mengupas Tradisi Adat di Desa Santong Read More »

Eco-teologi, Ecofeminisme, Ecoteologi-feminisme: Lingkungan, Agama, dan Perempuan

Saya tahu, judul itu mungkin sedikit membingungkan, terma konseptual yang bertubi-tubi dan mungkin masih asing karena istilah impor akan mengernyitkan dahi bagi sebagian atau bahkan kebanyakan kita. Nanti akan diurai satu-satu. Namun jika disederhanakan, tulisan ini ingin berpesan “menyayangi alam, menjaga lingkungan punya basis spiritual dan merupakan ajaran agama yang harus dijalankan oleh semua umat

Eco-teologi, Ecofeminisme, Ecoteologi-feminisme: Lingkungan, Agama, dan Perempuan Read More »

Introspeksi sebelum Intervensi: Alegori untuk Kepemimpinan Reflektif

Mengawali tulisan Kolom Hikmah ini, ada satu kisah menarik dari suatu negeri kerajaan yang pantas untuk kita renungkan. Seorang raja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki saja, baru beberapa meter berjalan diluar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berfikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali”, aku harus

Introspeksi sebelum Intervensi: Alegori untuk Kepemimpinan Reflektif Read More »

Sabda Hutan dan Doa Laut: Kearifan Ekologis Masyarakat Bima

Di sebuah pagi yang lembab selepas hujan semalam, saya menyusuri pematang sawah yang mengarah ke kaki pegunungan di Bima, Nusa Tenggara Barat. Udara mengandung aroma tanah basah, dan di kejauhan, samar-samar terdengar nyanyian burung yang bersahutan dari balik rimbun hutan bambu. Di sini, alam bukan hanya latar bagi kehidupan; ia adalah bagian dari jiwa masyarakat,

Sabda Hutan dan Doa Laut: Kearifan Ekologis Masyarakat Bima Read More »

Berbeda dalam Harmoni: “Merariq” dan “Nika” sebagai Adat

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman budaya yang kaya, di mana setiap daerah memiliki tradisi dan adat istiadat yang unik. Di antara sekian banyak tradisi yang ada, prosesi Merariq dari Lombok dan pernikahan adat Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi contoh menarik bagaimana dua tradisi yang berbeda dapat bersatu dalam harmoni. Artikel ini akan

Berbeda dalam Harmoni: “Merariq” dan “Nika” sebagai Adat Read More »

Jika Ketentuan Waris Bisa Direinterpretasi Menjadi 1:1, Bagaimana dengan Nafkah dan Mahar?

Suasana Zoom malam itu cukup intens. Walau sudah hampir jam 11 malam, pertanyaan-pertanyaan mulai mengalir deras. Saya baru saja selesai mempresentasikan topik tentang gender dalam hukum waris Islam. Fokus saya adalah pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan yang diatur dalam al-Qur’an dengan formula 2:1 (QS. An-Nisa: 11). Saya menjelaskan bahwa sebagian ulama kontemporer mencoba membuka

Jika Ketentuan Waris Bisa Direinterpretasi Menjadi 1:1, Bagaimana dengan Nafkah dan Mahar? Read More »