Umi Oji (Sebuah Obituari Sederhana)
Perempuan itu terampil memegang kapur putih sambil menulis kata per kata di kolong rumah panggung jati dua belas tiang. Dengan papan tripleks berukuran tiga kali dua. Mungkin sisa dari barang-barang sekolah yang sudah tak terpakai lagi setelah mekanisme “pemeriksaan” dinas-dinas di atasnya.Murid kelas wombo uma itu tidak lebih dari hitungan jari. Saya dan beberapa teman […]
Umi Oji (Sebuah Obituari Sederhana) Read More »









