Introspeksi sebelum Intervensi: Alegori untuk Kepemimpinan Reflektif

Mengawali tulisan Kolom Hikmah ini, ada satu kisah menarik dari suatu negeri kerajaan yang pantas untuk kita renungkan. Seorang raja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki saja, baru beberapa meter berjalan diluar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berfikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali”, aku harus

Introspeksi sebelum Intervensi: Alegori untuk Kepemimpinan Reflektif Read More »

Sabda Hutan dan Doa Laut: Kearifan Ekologis Masyarakat Bima

Di sebuah pagi yang lembab selepas hujan semalam, saya menyusuri pematang sawah yang mengarah ke kaki pegunungan di Bima, Nusa Tenggara Barat. Udara mengandung aroma tanah basah, dan di kejauhan, samar-samar terdengar nyanyian burung yang bersahutan dari balik rimbun hutan bambu. Di sini, alam bukan hanya latar bagi kehidupan; ia adalah bagian dari jiwa masyarakat,

Sabda Hutan dan Doa Laut: Kearifan Ekologis Masyarakat Bima Read More »

Berbeda dalam Harmoni: “Merariq” dan “Nika” sebagai Adat

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman budaya yang kaya, di mana setiap daerah memiliki tradisi dan adat istiadat yang unik. Di antara sekian banyak tradisi yang ada, prosesi Merariq dari Lombok dan pernikahan adat Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi contoh menarik bagaimana dua tradisi yang berbeda dapat bersatu dalam harmoni. Artikel ini akan

Berbeda dalam Harmoni: “Merariq” dan “Nika” sebagai Adat Read More »

Jika Ketentuan Waris Bisa Direinterpretasi Menjadi 1:1, Bagaimana dengan Nafkah dan Mahar?

Suasana Zoom malam itu cukup intens. Walau sudah hampir jam 11 malam, pertanyaan-pertanyaan mulai mengalir deras. Saya baru saja selesai mempresentasikan topik tentang gender dalam hukum waris Islam. Fokus saya adalah pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan yang diatur dalam al-Qur’an dengan formula 2:1 (QS. An-Nisa: 11). Saya menjelaskan bahwa sebagian ulama kontemporer mencoba membuka

Jika Ketentuan Waris Bisa Direinterpretasi Menjadi 1:1, Bagaimana dengan Nafkah dan Mahar? Read More »

Membaca Diri dalam Dunia yang Kompetitif: Refleksi Keunggulan tanpa Meniadakan

Ada satu kisah menarik dari Amerika Latin tentang Presiden Gonzales dan Nelayan miskin yang diabadikan didalam buku ”Mati Ketawa Cara Rusia”. Alkisah, Presiden Gonzales dari sebuah “Republik Pisang” di Amerika Latin sangat tidak populer. Pada suatu hari ia bertamasya keliling ibu kota, dengan berkendaraan kuda. Ketika akan menyeberangi sebuah jembatan, kuda yang dinaikinya terkejut melihat

Membaca Diri dalam Dunia yang Kompetitif: Refleksi Keunggulan tanpa Meniadakan Read More »

Kekuatan Prasangka: Ketika Pikiran menjadi Fakta

Ada sepenggal kisah hikmah yang patut kita jadikan perenungan terkait dengan pentingnya membangun keyakinan positif di dalam diri kita masing-masing. Alkisah, ada seorang tahanan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung, tetapi tiba-tiba sekelompok ilmuwan ingin menguji batas keyakinan manusia dan kekuatan pikiran. Mereka mengatakan kepada seorang tahanan bahwa alih-alih digantung, ia akan dibunuh oleh gigitan

Kekuatan Prasangka: Ketika Pikiran menjadi Fakta Read More »

Dilema Perempuan

Di negeri yang katanya menjunjung tinggi adab,Ada perempuan yang terkurung dalam kitab.Kitab tradisi, kitab norma, kitab harapan semu,Yang memaksanya tunduk pada waktu yang tak ia mau.Pernikahan, serupa jerat tak kasat mata,Menyekap mimpi di balik tirai rumah tanggapena digantikan sendok belanga,Apa arti masa depan jika hanya jadi boneka budaya? “Sudah cukup sekolahmu,” kata mereka sambil tersenyum,Seakan mimpi

Dilema Perempuan Read More »

Menjadi Muslim Ekologis: Refleksi Spiritualitas Hari Bumi

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April jangan sampai sebatas terjebak dalam simbolisme atau seremoni yang serba formal dan sesaat, akan tetapi harus dimaknai sebagai momen reflektif dan transformatif, saat di mana kesadaran ekologis dibangkitkan dan ditanamkan, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam dimensi spiritual yang mendalam.Dalam konteks masyarakat beragama, terutama umat

Menjadi Muslim Ekologis: Refleksi Spiritualitas Hari Bumi Read More »

Memaknai Hari Bumi dalam Bingkai Ekofenomenologi

Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi—sebuah momen global untuk merefleksikan relasi manusia dengan planet tempat tinggalnya. Dan peringatan ini bukan sekadar simbolik, akan tetapi merupakan panggilan untuk menata ulang kesadaran ekologis kita—sebuah kesadaran bahwa bumi bukanlah benda mati yang bisa digunakan semaunya, melainkan rumah kehidupan yang perlu dijaga dengan penuh tanggung jawab dan

Memaknai Hari Bumi dalam Bingkai Ekofenomenologi Read More »