Dari Cinta berujung Benci

Ketika rasa cinta telah tumbuh di dalam jiwa setiap insan maka akan tumbuh pula kesetiaan dan kasih sayang. Rasa kasih sayang yang selalu dipupuk dengan prinsip-prinsip keimanan akan menjadikannya awet dan bertahan lama dibandingkan rasa kasih sayang yang dibangun dengan prinsip-prinsip yang bertolak belakang dengan keimanan, mengapa bisa demikian? karena di dalamnya terdapat bimbingan sang […]

Dari Cinta berujung Benci Read More »

Perkawinan Beda Agama (Mix Marriage) dalam Pandangan Imam Mazhab

Perkawinan adalah suatu hubungan jasmani dan rohani antara seorang pria dan seorang wanita yang tujuannya adalah untuk mewujudkan keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Pernikahan merupakan perintah agama menurut hukum Islam dan merupakan satu-satunya bentuk

Perkawinan Beda Agama (Mix Marriage) dalam Pandangan Imam Mazhab Read More »

Mutawali: Kontribusi Amin Abdullah dalam Tajdid al-Manhaj Pemikiran Islam

Senin, 15 Juli 2024 lalu Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) menghelat Diskusi Rutin Dosen semester genap tahun akademik 2023-2024 yang bertempat di Ruang Sidang Fakultas Syariah. Nara sumber Diskusi Rutin Dosen kali ini Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag., salah satu dosen senior Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) dengan tema “Tajdid al-Manhaj : Kontribusi Amin Abdullah

Mutawali: Kontribusi Amin Abdullah dalam Tajdid al-Manhaj Pemikiran Islam Read More »

Makna Kalembo Ade

Kalembo Ade, adalah ungkapan dalam bahasa Bima yang bisa berkali- kali diucapkan oleh orang Bima/Dou Mbojo (Bima dan Dompu) dalam kesehariannya.“Kalembo Ade” adalah ungkapan dalam bahasa Bima yang memiliki makna yang luas dan beragam serta bertuah. Penggunaannya tergantung pada konteks pembicaraan. Secara harfiah, “kalembo ade” berarti melapangkan hati atau lapangkanlah dadamu ketika dalam kondisi apa

Makna Kalembo Ade Read More »

Periode-Periode Terbentuk dan Berkembangnya Mazhab Asy-Syafi’i

Mazhab As-Syafi’i merupakan salah satu mazhab fikih yang terkemuka yang masih eksis sampai saat ini, hal ini tentu tidak terlepas dari perjuangan para murid-murid Imam Asy-Syafi’i yang terus menulis dan mengajarkan kerangka berpikir Asy-Syafi’i dalam bidang fikih khususnya, di antara mereka adalah Rabi’ Al-Muradhi, Rabi’ Az-Zaiji, Al-Bhuaity, dan Ismail Al-Muzani.Berikut periode-periode terbentuk dan berkembangnya mazhab

Periode-Periode Terbentuk dan Berkembangnya Mazhab Asy-Syafi’i Read More »

Akhir dari Pesta Demokrasi: Saatnya Memaafkan dan Melupakan

Demokrasi sering kali digambarkan sebagai pesta besar, di mana setiap warga negara memiliki hak untuk berpartisipasi, memilih dan mempengaruhi masa depan kemajuan negara atau daerah. Setiap pemilu menjadi momen yang menggugah semangat kebangsaan, diwarnai dengan pertarungan ideologi, program, dan tokoh-tokoh politik.Namun, seperti halnya sebuah pesta yang akan berakhir, setelah perhitungan suara selesai dan pemenang terpilih,

Akhir dari Pesta Demokrasi: Saatnya Memaafkan dan Melupakan Read More »

Harmoni Perasaan Cinta dan Benci

“Ahbib habibaka yaumamma, asa an yakuna bagidhaka haunamma. Wabgidh bagidhaka yaumamma, asa an yakuna habibaka yaumamma.”Makna hakiki dari pernyataan ini adalah sebuah pembelajaran tentang pentingnya keseimbangan dalam hubungan antar sesama, baik itu dalam cinta maupun kebencian. Pesan itu ingin mengingatkan kepada kita bahwa perasaan manusia, baik cinta maupun benci, adalah hal yang sangat dinamis dan

Harmoni Perasaan Cinta dan Benci Read More »

Tuhan telah Berbuat, kini Giliran Kita

Sebagai khalifah, kita diberikan peran dan tanggung jawab oleh Tuhan untuk memelihara, mengelola, dan sekaligus melestarikan bumi dan segala isinya. Dalam perspektif agama, konsep khalifah merujuk pada peran manusia sebagai wakil Tuhan di bumi, yang memiliki tanggung jawab sosial yang sangat besar. Tanggung jawab ini bukan hanya terhadap sesama, tetapi juga terhadap lingkungan, terutama bagaimana

Tuhan telah Berbuat, kini Giliran Kita Read More »

Pintu yang Tidak Pernah Terkunci

Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang anak bernama Fulan. Fulan adalah seorang remaja yang penuh semangat, tetapi sering kali dia terlibat dalam pertengkaran dengan ibunya. Suatu malam, setelah perdebatan sengit dengan sang ibu, si Fulan dengan marah memutuskan untuk meninggalkan rumah. Dia merasa tidak dipahami oleh ibunya dan pikirannya dikuasai oleh rasa kecewa.Fulan dengan langkah

Pintu yang Tidak Pernah Terkunci Read More »