Ranjau Moralitas Berfikir

TERJEREMBAB dalam bayang-bayang khidmat pendidikan agama, di balikpapan ketenangan yang seharusnya menjadi tempat menyejukkan bagi para santri, sebuah rahasia mencongkel nurani kita. Lingkungan pesantren, yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral, telah ternoda oleh tindakan keji yakni kekerasan seksual.Menyelinap seperti ular dalam taman suci, menggigit dan meninggalkan bekas luka mendalam yang tak […]

Ranjau Moralitas Berfikir Read More »

Politik Adu Domba: Pion Mematikan Penghancur Integritas dan Solidaritas Bangsa

POLITIK Adu Domba (divide et impera) merupakan bentuk manuver politik dengan penekanan pada klaster sosial. Sering kali muncul dari pihak atau kelompok elit (karena mereka mempunyai daya dalam menjalankan strategi politiknya) untuk memecah belah suatu komunitas, kelompok, atau tatanan masyarakat kecil dengan tujuan masyarakat/kelompok kecil tersebut tidak menjadi besar untuk mengurangi ancaman bagi mereka kedepannya.Namun

Politik Adu Domba: Pion Mematikan Penghancur Integritas dan Solidaritas Bangsa Read More »

Sumbu Pendek, Kegagalan Mengelola Emosi

UNGKAPAN “sumbunya kurang panjang” analogi yang sering kali digunakan untuk menggambarkan kepribadian atau sikap yang mencerminkan kurangnya kemampuan diri dalam mengelola emosi, terutama dalam situasi yang menantang atau penuh tekanan.Istilah “sumbu pendek” terinspirasi dari sumbu mercon dengan ukuran pendek mengacu pada durasi waktu yang singkat sampai kepada terjadinya ledakan, analogi yang menggambarkan ketidakmampuan individu untuk

Sumbu Pendek, Kegagalan Mengelola Emosi Read More »

Muhammad saw: Cahaya Terang di Tempat Terang

Nabi Muhammad saw adalah sosok yang tidak hanya membawa cahaya bagi siapa saja yang berada dalam kegelapan, tetapi juga bagi yang sudah berada di tengah cahaya kebenaran. Sebagai makhluk pilihan, Rasulullah digambarkan sebagai “cahaya terang di tempat terang”—sebuah simbol yang melampaui batasan material dan spiritual, menunjukkan betapa agungnya kehadiran beliau dalam memberikan petunjuk dan inspirasi.Ungkapan

Muhammad saw: Cahaya Terang di Tempat Terang Read More »

Ngopinya Kurang Jauh

Filosofi “ngopinya kurang jauh” adalah sebuah ungkapan metaforis yang menggambarkan keterbatasan dalam pengalaman, pergaulan, wawasan, atau pandangan hidup seseorang. Ini merujuk pada orang yang cenderung berada dalam zona nyaman, hanya mengeksplorasi lingkungan atau ide-ide yang sudah familiar, dan kurang membuka diri terhadap hal-hal baru. Filosofi ini menyoroti pentingnya mengeksplorasi dunia yang lebih luas untuk memperkaya

Ngopinya Kurang Jauh Read More »

Anies, Ahok, dan (Masih Tentang) Kebingungan Kelas Menengah Indonesia

Dalam kancah politik Indonesia hari ini, saingan Joko Widodo alias Mulyono hanya dua orang: Anies dan Ahok. Dan keduanya, setidaknya secara formal, telah masuk kotak. Dengan tidak masuknya kedua figur tersebut dalam kontestasi pilkada besok, Raja Mulyono akan terus menggunakan pengaruhnya terhadap jalannya pemerintahan Prabowo–apa pun dan bagaimanapun caranya.Kemampuan Mulyono dalam menyetop Anies dan Ahok

Anies, Ahok, dan (Masih Tentang) Kebingungan Kelas Menengah Indonesia Read More »

Membenci Jokowi, Menolak Anies: Potret Kebingungan Kelas Menengah Indonesia

Salah satu keberhasilan terbesar Jokowi alias Mulyono adalah politisasi politik identitas. Terutama sejak kegagalan aksi 212, Jokowi berhasil membuat framing bahwa seolah-olah ancaman terbesar bangsa Indonesia adalah politik identitas. Framing ini bukan lagi teori-teori yang abstrak, melainkan menyasar target yang amat sangat kongkret: Anies Baswedan. Para buzzer dan influencer baik yang bayaran maupun non-bayaran mereproduksi

Membenci Jokowi, Menolak Anies: Potret Kebingungan Kelas Menengah Indonesia Read More »

Tatkala Tidak Memahami dengan Siapa Kita Bermain

LUKISAN karya Marco Melgrati, seorang ilustrator dan seniman asal Italia yang dikenal karena karya-karyanya yang menyampaikan pesan sosial dan politik melalui ilustrasi yang kuat dan penuh makna. Ia menggambar seekor kucing yang sedang melihat ekor ular yang menonjol dari lubang kecil dan kucing mengira itu adalah ekor tikus.Dalam lukisan tersebut, seekor kucing tampak penuh perhatian,

Tatkala Tidak Memahami dengan Siapa Kita Bermain Read More »

Bagaimana Sebenarnya Kesetaraan dan Keadilan Perspektif Gender Itu?

Sudah mafhum, bahwa perjalanan panjang kaum perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya sekaligus tuntutan menikmati kesetaraan dan keadilan tanpa diskriminasi sudah didengungkan dalam beberapa dekade (menurut beberapa versi), telah melahirkan berbagai macam teori mulai dari teori yang ekstrem sampai kepada teori yang sangat liberal.Tentu saja, teori-teori tersebut intinya menuntut kesetaraan dan keadilan gender. Namun, dalam mengemukakan argumen

Bagaimana Sebenarnya Kesetaraan dan Keadilan Perspektif Gender Itu? Read More »