Perempuan Berdaya dalam Pemilu

INDONESIA sebagai salah satu negara yang menganut sistem demokrasi sudah sepatutnya memperluas ruang bagi partisipasi dan representasi perempuan dalam politik. Sebagai aktor yang berperan besar dalam berkembangnya peradaban, di mana setiap anak yang lahir dan bertumbuh menjadi seorang pemimpin tidak pernah lepas dari campur tangan perempuan sebagai seorang ibu mencerminkan eksistensi perempuan dalam politik akan […]

Perempuan Berdaya dalam Pemilu Read More »

Menjunjung Prinsip dan Hati Nurani

PESTA demokrasi tinggal menghitung hari, sebuah pesta bergengsi di negeri kita (Indonesia Raya), yang akan menentukan pemimpin yang tepat bagi negeri untuk lima tahun ke depan. Gerakan tangan yang tidak sampai satu menit di bilik suara, akan memberi dampak terhadap kondisi dan warna negeri kita ke depan.Sebagai masyarakat yang beragama, tentunya dalam menentukan siapa yang

Menjunjung Prinsip dan Hati Nurani Read More »

Perlunya Transformasi Diri: Sebongkah Hikmah dari Peristiwa Isra’ Mi’raj

DALAM perspektif sosio-historis, peristiwa Isra’-Mi’raj Nabi Muhammad saw. di tahun 620 M merupakan salah satu etape terpenting dalam rangkaian perjuangan berat beliau melanjutkan transformasi moral, sosial, dan spiritual manusia secara mondial. Namun, karena dipandang bersifat adialamiah, seringkali seremoni mengenang peristiwa tersebut di kalangan masyarakat Muslim lebih menyerupai ajang mendengarkan ceritera tentang tahap-tahap perjalanan malam beliau

Perlunya Transformasi Diri: Sebongkah Hikmah dari Peristiwa Isra’ Mi’raj Read More »

Bahasa, Keakraban, dan Kepentingan Ekonomi

INI tentang sedikit rasa ingin tahu (curiosity) dan sekedar jawabannya tentang sebuah budaya, tepatnya komunikasi antarbudaya yang bernilai praktis. Tentang bagaimana budaya dipertukarkan, atau menjadi alat tukar atau nilai tambah. Lalu bagaimana hal itu mendatangkan keuntungan, baik sosial-budaya maupun ekonomi.Dalam perjalanan saya ke Mekkah dan Madinah, ada satu hal yang sangat menarik perhatian saya. Banyak

Bahasa, Keakraban, dan Kepentingan Ekonomi Read More »

Jalan Dahlan

JIKA Anda bertanya kenapa sebagian orang dengan label akademisi gagal menjadi sosok panutan secara universal ialah karena acap kali tidak mampu memberikan suri tauladan baik secara keilmuan, etika umum dan yang lain. Barang kali baik pribadi atau komunitas yang dimaksud alpa diajar-ajar supaya menjadi pribadi yang santun dan memiliki moral etik dalam relasi mereka entah

Jalan Dahlan Read More »

Menjadi yang Paling Romantis

MANUSIA dididik oleh Tuhan untuk senantiasa romantis dalam hidupnya, kita dapat menangkap isyarat tersebut melalui seluruh ajaran Tuhan yang dialamatkan kepada hamba-Nya menggunakan pendekatan hati dalam menyikapi dan memaknainya, karena kedalaman makna dari ajaran yang disyariatkan hanya bisa dimengerti dan dihayati dengan hati, tidak bisa tersingkap oleh mata apalagi oleh pendengaran.Kita tidak boleh terbuai dengan

Menjadi yang Paling Romantis Read More »

Konsep Keugaharian pada Musim Politik (2-Selesai)

Menarikkah Musim Politik? Bagi saya, musim politik adalah musim yang menarik karena banyak hal yang terjadi. Setiap orang dari kalangan manapun secara aktif tiba-tiba berpolitik, mereka tiba-tiba faham tentang nasib rakyat dan bercita-cita membangun masjid, sedangkan mereka memiliki uang untuk berfoya-foya. Tidak semua, tapi hampir dominan itu terjadi. Musim politik membawa angin ketidakjelasan kepada manusia,

Konsep Keugaharian pada Musim Politik (2-Selesai) Read More »

Konsep Keugaharian pada Musim Politik (1)

“Suara tanpa Harga”Sebentar lagi, kita akan memilih seorang pemimpin. Entah itu dari para legislatif dari tingkat daerah sampai pusat, maupun para pemimpin eksekutif yang kandidat calonnya hanya 3 orang. Tentu berbagai harapan selalu di limpahkan, yang semoga para pemimpin terpilih melalui sistem demokrasi ini bisa membuahkan para pemimpin berkompeten. Harapan yang besar untuk seorang pemimpin

Konsep Keugaharian pada Musim Politik (1) Read More »

Hilangnya Integritas Pancasila

PADA tanggal 1 Juni 1945 Sang Proklamator bangsa, Presiden Sukarno memperkenalkan 5 nilai dasar yang menjadi fondasi utama bangsa Indonesia. Kelima nilai dasar ini bukanlah hasil penciptaan Sukarno an sich, melainkan – sebagaimana Sukarno ucapkan sendiri – ia menggali nilai-nilai yang terkandung dalam bumi Indonesia yang sekarang dikenal sebagai Pancasila. Pancasila menjadi sebuah bentuk cita-cita

Hilangnya Integritas Pancasila Read More »