HIKMAH

Perilaku yang Mati Rasa

Ada satu aktivitas atau perilaku pada zaman sekarang yang dilakoni oleh orang-orang, menjadi satu kebiasaan dan bahkan menjadi profesi, yang dikerjakan secara sadar dan serius. Namun luput dari kesadaran bahwa aktivitasnya bertentangan dengan  kebenaran dan moral. Pekerjaan atau profesi dimaksud adalah mencari kesalahan dan kelemahan orang lain atau kelompok lain, atau lembaga lain untuk disebarluaskan, […]

Perilaku yang Mati Rasa Read More »

Menjalani Takdir sebagai Penunggu

Takdir yang kita jalani dalam kehidupan selama ini dan jarang kita sadari adalah menunggu. Sepanjang perjalanan waktu yang kita lakoni dalam bentangan masa dari kehidupan kita, hakikatnya kita sedang bergelut dengan masa-masa menunggu.Begitu kita terlahir ke bumi, kita memulai menjalani takdir kita sebagai makhluk yang selalu menunggu. Bahwa saat itu dalam ketidakberdayaan, sesungguhnya kita sedang

Menjalani Takdir sebagai Penunggu Read More »

Salat Memberi Energi Baru

Salat sebagai satu ajaran penting yang harus benar-benar kita pahami sebagai seorang muslim, ia menjadi pembeda antara seorang muslim dan non muslim. Syariat salat yang Tuhan berikan kepada umat Muhammad saw menjadi energi yang membarukan dalam seluruh sendi kehidupan umat muslim setiap waktu dan setiap saat.Selama lima waktu yang berganti dalam sehari semalam, idealnya setiap

Salat Memberi Energi Baru Read More »

Kecanduan Salat, Bisakah?

Kita sering mendengar atau membaca istilah kecanduan. Kecanduan yakni ketidakmampuan psikologis dan fisik untuk berhenti melakukan aktifitas tertentu karena ketagihan dan faktor kebiasaan. Kita disebut pecandu bila kita memiliki ketergantungan secara fisik dan ketergantungan secara psikologis terhadap sesuatu.Kecanduan merokok misalnya, ketagihan menikmati nikotin dalam rokok yang membuat seorang perokok sulit menghentikan kebiasaan merokoknya. Kalaupun ada

Kecanduan Salat, Bisakah? Read More »

Salah Persepsi dalam Beramal Saleh

SPIRIT beramal saleh tidak boleh kendor selama kita menjalani kehidupan di dunia, karena salah satu konsekwensi dari kesanggupan hidup yang kita jalani adalah senantiasa melaksanakan amal saleh, yang balasannya akan kita terima di kehidupan abadi nanti.Amal saleh memang merupakan perintah Tuhan untuk kita jalankan sebagai bentuk ketundukan kepadaNya, tetapi penting untuk kita sadari bahwa buah

Salah Persepsi dalam Beramal Saleh Read More »

Menyadari Betapa Tuhan Sangat Ramah

Saya, Anda, dan kita semua pasti pernah mengalami suatu segmen dalam hidup ini, di mana kita tidak menemukan situasi dan perlakuan yang ramah dari orang-orang di sekitar kita. Padahal hampir dalam semua elemen kehidupan, kita sangat ingin diramahi sebagai kebutuhan dasar manusia.Tatkala kita berjuang untuk satu etape kehidupan yang lebih baik misalnya, kita pernah dicuekin,

Menyadari Betapa Tuhan Sangat Ramah Read More »

Mencapai Kedewasaan Berpikir

Cogito ergo sum adalah sebuah ungkapan yang dituturkan pertama kali oleh Rene Descartes,  seorang filsuf ternama dari Prancis. Kalimat singkat itu mengandung makna “aku berpikir, maka aku ada”. Maksud kalimat ini adalah bahwa Rene Descartes ingin mengkomunikasikan kepada dunia bahwa satu-satunya bukti keberadaan seseorang dapat dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri.Dalam ilmu mantik, kita menemukan satu ungkapan

Mencapai Kedewasaan Berpikir Read More »

Momen Titik Balik Kehidupan

Kehidupan yang membentang sepanjang usia yang kita jalani, lakonnya sangat dinamis, antara baik dan buruk saling tarik menarik. Begitu dinamisnya lakon kehidupan ini, terkadang sulit bagi kita untuk menemukan pemenang dari dua kutub yang saling tarik menarik itu.Kenisbian kita sebagai manusia sering kali menggeret kita untuk condong menikmati lakon yang buruk (baca: negatif) dengan berusaha

Momen Titik Balik Kehidupan Read More »

Bagasi untuk Pulang ke Rumah Keabadian

Mungkin  kita memiliki pengalaman yang sama terkait dengan musafir atau bepergian ke luar kota. Kita membeli banyak oleh-oleh  atau barang-barang berharga yang akan kita bawa pulang. Begitu oleh-oleh telah kita dapatkan, mulailah kita kemas dan kita pak menjadi beberapa bungkus.Terbayanglah betapa repot dan sibuknya kita untuk menenteng sendiri bungkusan oleh-oleh dan barang berharga yang begitu

Bagasi untuk Pulang ke Rumah Keabadian Read More »