OPINI

Rektor Periode Kedua: Meretas Mitos dengan Etos dan Logos

Di banyak ruang obrolan kampus, sering beredar pandangan bahwa periode kedua seorang Rektor hanyalah kelanjutan dari masa lalu—sekadar memetik buah dari pohon yang telah ditanam pada periode pertama. Pandangan ini melahirkan mitos bahwa jabatan kedua akan berjalan lebih santai, penuh rutinitas, dan minim kejutan. Bahkan ada yang menganggap, masa itu hanyalah “bonus” waktu, bukan “babak […]

Rektor Periode Kedua: Meretas Mitos dengan Etos dan Logos Read More »

Membaca Halaman Lain dari Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) NTB 2025

Dalam pelaksanaan setiap event atau festival seperti FORNAS, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pelaksanaannya, muncul sejumlah catatan kritis—mulai dari tumpang tindih cabang lomba, hingga kurangnya pemahaman publik terhadap esensi olahraga rekreasi itu sendiri. Beberapa mata lomba bahkan memicu perdebatan: apakah ini benar-benar olahraga atau sekadar hiburan?Namun di balik semua kritik itu, ada lembaran lain yang

Membaca Halaman Lain dari Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) NTB 2025 Read More »

Fetisisme Religius Modern: Saat Tuhan Dijadikan Komoditas Spiritual

Beberapa waktu lalu, seperti biasa di Pondok Kebudayaan Darul Mudhafar—binaan Yai Paox Iben, panggilan akrab kami santri binaan beliau—di tempat sederhana yang lebih di tahu dengan nama RTM (Ruang Tumbuh Merdeka). Tempat ini sudah seperti rumah kedua bagi siapa pun yang berani berpikir beda: agamawan, aktivis, akademisi, politisi, sampai anak-anak muda (liar)—setidaknya begitu stereotip masyarakat

Fetisisme Religius Modern: Saat Tuhan Dijadikan Komoditas Spiritual Read More »

Ketipung dan Hegemoninya dalam Dangdut

Terma dangdut oleh kebanyakan orang dinilai merupakan onomatope dari bunyi instrumen tabla India. Sumber awalnya ditemui dalam pernyataan Putu Wijaya melalui esainya bertajuk “Dunia Ellya Khadam” yang diterbitkan Majalah Tempo pada tanggal 27 Mei 1972. Putu Wijaya menyatakan bahwa lagu “Boneka dari India” Ellya Khadam merupakan perpaduan irama padang pasir dan India yang kemudian disingkatnya

Ketipung dan Hegemoninya dalam Dangdut Read More »

Kurikulum Berbasis Cinta: Revolusi Sunyi Pendidikan Kemanusiaan

Kurikulum berbasis cinta yang secara resmi diluncurkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia pada hari Kamis, 24 Juli 2025, bukan sekadar kebaruan administratif dalam dunia pendidikan keagamaan, melainkan sebuah lompatan kultural dan spiritual yang berakar pada kesadaran humanistik dan ekologis. Kurikulum ini dirancang dengan semangat menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab ekologis sebagai fondasi

Kurikulum Berbasis Cinta: Revolusi Sunyi Pendidikan Kemanusiaan Read More »

Dari Eksoterika Agama Ke Esoterika Agama

Ada hadis yang sangat populer dan sering menjadi acuan kalau kita berbicara keislaman dan keimanan yaitu hadis yang berbicara tentang Jibril yang menyamar jadi manusia , mendatangi Muhammad dan para sahabatnya, dan Jibril menanyakan tentang Islam, Iman dan Ihsan. Dan Nabi menjawab dengan baik ketiga pertanyaan tersebut. Satu pertanyaan yang tidak dijawab oleh Nabi yaitu

Dari Eksoterika Agama Ke Esoterika Agama Read More »

Nabi Yusuf: Penggagas RPJP dan RPJMD Pertama dalam Sejarah

Ketika kita berbicara tentang perencanaan pembangunan jangka panjang dan menengah—RPJP dan RPJMD—mungkin yang terlintas adalah dokumen tebal, istilah birokratis, dan proses musyawarah teknokratis. Namun, siapa sangka, konsep perencanaan strategis ini telah ada jauh sebelum zaman modern, bahkan telah dipraktikkan oleh seorang nabi: Yusuf AS.Di tengah keagungan istana Mesir Kuno, Yusuf seorang asing, mantan narapidana, namun

Nabi Yusuf: Penggagas RPJP dan RPJMD Pertama dalam Sejarah Read More »

Tentang Waktu (Catatan Singkat)

“Untuk sebuah tujuan, Arah lebih penting daripada kecepatan”. Begitu kira-kira tertulis di sebuah body truck yang saya temui dalam perjalanan menuju Lombok Timur. Sebaris potongan kalimat yang menarik untuk menjadi alat untuk membantu menganalisis keadaan hari-hari ini. Keadaan di mana makhluk-makhluk modern berlarian berpacu dengan waktu, beradu cepat untuk sebuah arah yang masih samar.Modernitas memang

Tentang Waktu (Catatan Singkat) Read More »

Sarangge: Simbol Kebersamaan Membunuh Sekat Kepentingan

Sarangge. Dalam bahasa Bima, kata ini bukan sekadar menyebut sebuah bangunan panggung kecil di sudut halaman rumah atau tengah kampung. Sarangge adalah jiwa dari sebuah ruang sosial yang hangat, terbuka, egaliter. Ia adalah tempat bertemu, tempat bercengkerama, tempat musyawarah, tempat mengguyur kegelisahan, tempat membangun harapan. Dalam bahasa Sasak, mungkin ia bersaudara dengan berugak—tempat duduk bersama

Sarangge: Simbol Kebersamaan Membunuh Sekat Kepentingan Read More »

Pertarungan Agama dan Budaya

Dua kali event dua kali pula kita ribut soal sampah.Saat kemping di Sarae Nduha awal Juni lalu media sosial ramai perkara sampah. Kita masih harus bekerja keras sekadar mengedukasi masalah sampah ini, apalagi di sebuah event yang dihadiri ribuan atau puluhan ribu orang.Di Festival Lakey kita juga ribut soal sampah, tepatnya ‘sampah’ akidah. Berbeda dengan

Pertarungan Agama dan Budaya Read More »