Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Ncera, Bapak Idris, dan didampingi oleh Fasilitator La Rimpu, Mir’atun Syarifah, yang juga merupakan Manager Program, serta Arief Hidayat selaku Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) La Rimpu.

Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditandai dengan kehadiran penuh, sikap peserta yang mendengarkan materi dengan seksama, serta partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini. Ibu Intansari, M.Pd (Akademisi dan Pemerhati Perempuan da Anak) menyampaikan materi tentang pola asuh positif dan ramah anak, tantangan pengasuhan pada keluarga petani migran, peran ayah, ibu, dan pengasuh pengganti, komunikasi efektif dan asertif, disiplin tanpa kekerasan, serta tips membangun kedekatan emosional dengan anak di tengah keterbatasan waktu dan jarak, termasuk pengasuhan anak di era digital.
Sementara itu, Ibu Juhriati (Akademisi dan Ketua LPA Kota Bima) membahas aspek perlindungan anak, meliputi hak-hak anak, kewajiban orang tua dalam pola asuh, risiko yang dihadapi anak saat orang tua bermigrasi, bentuk kekerasan terhadap anak yang sering tidak disadari, dampak kekerasan dan pengabaian terhadap tumbuh kembang anak, peran keluarga dan lingkungan desa, mekanisme perlindungan dan pengaduan anak, serta dasar hukum perlindungan anak di Indonesia.
Sebagai rencana tindak lanjut (RTL), Pokja Desa Damai Desa Ncera akan bekerja sama dengan SAKOLA NDAI, sekolah perempuan Desa Ncera yang dibentuk melalui Program WISE Nexus, hasil kerja sama UN Women, Wahid Foundation, dan La Rimpu, dengan dukungan KOICA. Melalui kerja sama ini, anak-anak petani migran ke depan akan diajak untuk mengikuti program bimbingan belajar “belajar sambil bermain” (Bimbel Sakola Ndai) yang akan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pokja Desa Damai Desa Ncera bersama para mitra untuk memperkuat ketahanan keluarga, melindungi hak anak, serta menciptakan lingkungan desa yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Pengurus Yayasan La Rimpu





